KRI Prabu Siliwangi-321 Singgah di Pelabuhan Casablanca, Maroko
KRI Prabu Siliwangi-321, salah satu kapal perang TNI Angkatan Laut (AL), melakukan singgah di Pelabuhan Casablanca, Kerajaan Maroko. Keberadaan kapal tersebut tidak hanya bersifat teknis dalam rangka pelayaran dari La Spezia menuju Indonesia, tetapi juga membawa misi diplomasi pertahanan yang penting.
Kehadiran KRI Prabu Siliwangi-321 menjadi momen penting dalam memperkuat hubungan maritim antara Indonesia dan Maroko. Kapal fregat PPA (Pattugliatore Polivalente d’Altura) yang dibangun oleh galangan kapal Italia, Fincantieri, merupakan bagian dari program modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AL. Singgahnya kapal ini mencerminkan komitmen Indonesia dalam membangun kekuatan pertahanan laut yang modern sekaligus membuka ruang kolaborasi strategis dengan negara sahabat.
Misi Diplomasi dan Kolaborasi Pertahanan
Kedatangan KRI Prabu Siliwangi-321 disambut oleh Atase Pertahanan Republik Indonesia di Madrid, Kolonel Pnb. Agus Dwi Aryanto, serta jajaran KBRI Rabat. Komandan KRI Prabu Siliwangi-321, Kolonel Laut (P) Kurniawan Koes Atmadja, juga melaksanakan kunjungan kehormatan kepada Komandan Pangkalan Angkatan Laut Maroko di Casablanca.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari penguatan komunikasi dan kerja sama pertahanan kedua negara, khususnya di bidang keamanan maritim. Hal ini menunjukkan upaya aktif Indonesia dalam menjalin hubungan diplomatik yang saling menguntungkan dengan mitra internasional.
Kunjungan dan Aktivitas di Casablanca
Pada 14 Februari 2026, Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Maroko, Marsekal TNI (Purn.) Yuyu Sutisna, meninjau langsung kondisi kapal dan kesiapan awak. Malam harinya, digelar kegiatan deck reception yang dihadiri pejabat militer Maroko, jajaran diplomatik Indonesia, diaspora Indonesia di Casablanca, serta tim teknis dari Italia dan Jerman.
Dalam sambutannya, Duta Besar Yuyu Sutisna menegaskan bahwa singgahnya KRI Prabu Siliwangi-321 menjadi simbol eratnya hubungan bilateral Indonesia–Maroko di sektor maritim. Ia menyampaikan bahwa kehadiran kapal ini bukan sekadar persinggahan, tetapi juga wujud nyata diplomasi Angkatan Laut dalam membangun saling pengertian dan memperluas kerja sama strategis di bidang pertahanan dan keamanan laut.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh prajurit atas dedikasi dan profesionalisme selama menjalankan misi pelayaran. “Misi ini merupakan tonggak penting dalam sejarah modernisasi TNI Angkatan Laut. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, jaga keselamatan dan keamanan, serta patuhi seluruh prosedur yang berlaku. Bangsa Indonesia menantikan kepulangan kalian dengan selamat di tanah air,” ucapnya.
Rencana Pelayaran Selanjutnya
Setelah melaksanakan pengisian bahan bakar dan logistik, KRI Prabu Siliwangi-321 melanjutkan pelayaran pada 17 Februari 2026 menuju Indonesia dengan rencana singgah di sejumlah pelabuhan di kawasan Afrika. Singgahnya kapal tersebut di Maroko menegaskan peran aktif Indonesia dalam diplomasi maritim global sekaligus memperkuat komitmen menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah laut nasional melalui kolaborasi dengan mitra internasional.






