Pendekatan BYD dalam Edukasi Masyarakat
Build Your Dream (BYD) bukan hanya menjual mobil, tetapi juga mewujudkan mimpi melalui inovasi teknologi tinggi. Di tengah perkembangan industri kendaraan listrik, BYD menempatkan edukasi sebagai prioritas utama dalam strategi pemasarannya. Salah satu bentuk pendekatan ini terlihat di pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026.
Di booth-nya yang berada di Hall D7 JIExpo Kemayoran, BYD mengusung tema “Infinite Innovation” sebagai ruang eksplorasi teknologi. Pengunjung dapat mengenal berbagai inovasi BYD, termasuk teknologi inti dan interaksi langsung dengan produk. Tujuannya adalah untuk membangun kesadaran masyarakat tentang keunggulan kendaraan listrik.
Komunitas Beyond: Jembatan antara BYD dan Konsumen
Selain itu, BYD juga menjalin interaksi dengan komunitas Beyond, sebuah komunitas resmi pengguna kendaraan listrik BYD di Indonesia. Pada IIMS 2026, sekitar 70 anggota komunitas ini hadir bersama keluarga mereka dalam sesi talkshow. Beyond menjadi jembatan bagi BYD untuk berkomunikasi dengan para pengunjung.
Hingga saat ini, Beyond telah memiliki lebih dari 2.400 anggota yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Komunitas ini tidak hanya menjadi wadah untuk saling terhubung, tetapi juga berperan dalam berbagai aktivitas komunitas. Selain itu, Beyond juga memiliki sub-komunitas Beyond Ladies, yang khusus untuk perempuan.
Edukasi Mahasiswa: Membangun Generasi Masa Depan
Beberapa bulan sebelum IIMS 2026, BYD melakukan roadshow ke universitas-universitas ternama seperti UNDIP Semarang dan ITB Bandung. Tujuan dari roadshow ini adalah untuk memberikan edukasi tentang mobil listrik dan produk BYD kepada mahasiswa.
Acara ini dilakukan dengan format interaktif, mulai dari sesi Knowledge Sharing hingga praktik langsung. Mahasiswa dikenalkan dengan tren global kendaraan listrik, teknologi NEV, serta visi BYD yaitu “Cool the Earth by 1°C.” BYD juga memaparkan inovasi seperti e-Platform 3.0, Blade Battery, Intelligent Driving, dan sistem suspensi pintar DiSus.
Edukasi Media: Memperkuat Mitra Ekosistem EV
Para jurnalis dan KOL otomotif juga menjadi sasaran edukasi BYD. Di mata BYD, para awak media ini adalah mitra penting dalam membangun ekosistem EV yang sehat di Tanah Air. Sesuai dengan tajuk BYD Tech Auto Talks, sesi ini membahas teknologi penggerak listrik terbaru BYD, yakni platform e3 dan e4.
Platform e3 menggunakan tiga motor, satu di depan dan dua di belakang, sedangkan e4 memakai empat motor yang terletak di masing-masing roda. Meski penjelasannya tidak sesederhana itu, platform ini memiliki berbagai turunan dan teknologi yang membedakan keduanya.
Inovasi Teknologi BYD
Platform e3 digunakan pada Denza Z9 GT, sementara e4 tertanam di hypercar Yangwang U9. Platform e3 memungkinkan distribusi torsi diatur secara individual pada tiap roda, fitur yang jarang ditemui pada EV konvensional. Empat pilar utamanya meliputi 3 Independent Motor, teknologi Cell to Body (CTB), rear wheel steering hingga 20 derajat, serta Vehicle Motion Control (VMC) khusus mobil listrik.
Sementara itu, platform e4 merupakan level ekstrem dengan empat motor listrik independen (quad motor) yang menghadirkan respons akselerasi nyaris tanpa jeda. Yangwang U9 menjadi contoh nyata dengan tenaga 1.300 PS, torsi 1.680 Nm, dan akselerasi 0–100 km/jam dalam 2,36 detik.

Strategi Edukasi BYD di Indonesia
Bagi Indonesia, pendekatan ini relevan dengan perubahan karakter konsumen. Pertanyaan tak lagi sebatas jarak tempuh, tetapi juga keamanan struktur, stabilitas saat hujan, hingga sensasi berkendara. Dengan BYD masih berada di fase e3 dan bergerak menuju e4, bukan tak mungkin teknologi performa tinggi ini kelak hadir pula di model yang lebih terjangkau.
BYD adalah perusahaan teknologi yang terus berinovasi. Ribuan paten sudah tercatat atas nama BYD dan siap digunakan dalam seluruh lini produknya. Dengan akselerasi cepat ini, tak berlebihan jika BYD memilih jalan edukasi untuk membuat masyarakat bisa cepat memahami produk mereka.

Perkembangan Pasar Kendaraan Listrik di Indonesia
Penjualan EV nasional pada Januari 2026 mencapai sekitar 8.000 unit, meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan sekitar 2.500 unit pada periode yang sama di tahun lalu. Hal ini menunjukkan pergeseran preferensi konsumen yang semakin terbuka terhadap elektrifikasi.
Dari jumlah itu, penjualan kendaraan EV BYD mencapai sekitar 5.200 unit, meningkat hampir lima kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Performa ini membawa pangsa pasar BYD di segmen EV nasional menembus lebih dari 60 persen, menegaskan perannya dalam perkembangan kendaraan listrik di Indonesia.

Kesimpulan
Di tengah riuhnya kompetisi merek dan perang harga kendaraan listrik, BYD justru memilih jalur yang lebih sunyi tapi strategis: membangun kesadaran. Mereka paham, revolusi tak lahir dari brosur spesifikasi, melainkan dari pemahaman.
Booth berubah menjadi ruang dialog, kampus menjadi laboratorium gagasan, dan komunitas menjadi mitra tumbuh bersama. Di situlah elektrifikasi menemukan fondasinya. Jika ekosistem EV Indonesia benar-benar matang dalam beberapa tahun ke depan, mungkin kita akan menengok ke belakang dan menyadari; transformasi itu tidak dimulai dari pedal akselerator, tetapi dari edukasi.








