Peninjauan Stok BBM di Jawa Tengah
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemoen, melakukan peninjauan langsung ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Semarang. Langkah ini dilakukan dalam rangka memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) menjelang Lebaran dan Hari Raya Nyepi 2026. Peninjauan dilakukan dengan mengendarai motor Vespa yang diiringi oleh sejumlah ojek online (ojol).
Kunjungan Gus Yasin, sapaan akrabnya, dilakukan ke SPBU Coco Ahmad Yani dan Terminal BBM Pengapon. Ia menekankan pentingnya pelayanan maksimal dari Pertamina dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan BBM.
“Stok BBM selama 20 hari ke depan masih aman,” ujar Gus Yasin setelah melakukan peninjauan. Ia juga memastikan bahwa ketersediaan BBM bagi pemudik yang menggunakan tol tetap terjaga. Dengan adanya skema arus mudik Lebaran 2026 yang masih menerapkan sistem satu jalur, ia berharap tidak terjadi kemacetan akibat kendaraan kehabisan bensin.
Pertamina telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, seperti penggunaan motor untuk pengantaran pembelian BBM di area-area kemacetan. Hal ini bertujuan agar tidak ada kendaraan yang terjebak karena kehabisan bensin.
Pernyataan Menteri ESDM
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa ketersediaan BBM hanya tersisa untuk 20 hari ke depan. Namun, pernyataannya tersebut direvisi setelah terjadi panic buying di sejumlah SPBU. Menurut Bahlil, stok BBM nasional saat ini dalam kondisi aman dan suplai berjalan lancar.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir akan kelangkaan BBM. Pelayanan terbaik dari Pertamina juga dipastikan berjalan dengan baik selama periode Ramadan dan Idulfitri.
Komitmen Pertamina
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Fanda Chrismianto, menyatakan bahwa Pertamina berkomitmen memberikan pelayanan terbaik selama periode puasa dan lebaran. Hasil pengecekan menunjukkan bahwa semua prosedur dijalankan dengan baik dan tidak ada isu terkait takaran dan kualitas BBM.
Ia juga mengapresiasi kunjungan Gus Yasin ke SPBU untuk memastikan pelayanan berjalan dengan baik. “Semua untuk kepastian takaran, kualitas, pelayanan, dan kebersihan SPBU,” ujarnya.
Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menyatakan bahwa stok BBM aman sampai Lebaran. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak panik dan tidak perlu membeli BBM berlebih.
Taufiq menjelaskan bahwa stok BBM saat ini mencapai 20 kali lipat konsumsi normal. Untuk hari berikutnya, stok juga sama yaitu 20 kali lipat kebutuhan normal. Pertamina menjamin tidak ada kelangkaan BBM sampai Idulfitri.
Lonjakan Konsumsi BBM
Taufiq mengakui bahwa konsumsi BBM jenis gasoline atau bensin di Muria Raya diproyeksikan mengalami lonjakan sebanyak 18 persen. Konsumsi BBM jenis gasoline yang semula 1.798 kiloliter per hari diprediksi akan naik menjadi 2.127 kiloliter per hari.
Untuk menghadapi lonjakan konsumsi, Pertamina melakukan penambahan stok selama Ramadan dan Idulfitri. Penambahan stok tersebut mencapai 15 hingga 20 persen yang dipasok dari Terminal BBM Pengapon maupun Boyolali.
Selain itu, Pertamina menyiapkan beberapa skenario pelayanan ekstra, seperti adanya motoris yang siap menyuplai BBM bagi kendaraan yang kehabisan bensin saat terjebak macet di wilayah Muria Raya. Konsumen hanya perlu menghubungi nomor 135.
Di wilayah Muria Raya sudah disiapkan sebanyak 94 unit motoris. Selain itu, terdapat 40 SPBU yang buka 24 jam untuk memfasilitasi para pemudik. Pertamina juga menyiapkan mobile storage atau kantong BBM yang berfungsi memangkas jarak suplai dan waktu tempuh.
Antisipasi Titik Rawan
Pertamina juga melakukan antisipasi terhadap titik rawan longsor dan kemacetan yang dapat menghambat distribusi BBM. Dengan adanya 3 unit mobil tangki yang siap beroperasi, BBM akan segera didistribusikan ke SPBU di daerah-daerah yang membutuhkan.
Untuk memastikan seluruh pelayanan berjalan normal, Pertamina menyiapkan satuan tugas khusus sejak 9 Maret sampai H+15 Lebaran. Dengan monitoring khusus, diharapkan tidak ada gangguan pasokan BBM maupun elpiji.
Berbeda dengan gasoline, konsumsi BBM jenis gasoil atau solar diprediksi mengalami penurunan 6 persen. Dari yang semula konsumsi per hari 1.280 kiloliter menjadi 1.178 kiloliter per hari.







