PALANGKA RAYA, Infomalangraya.com.CO –
Libur panjang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah diperkirakan kembali menjadi momentum peningkatan signifikan kunjungan wisatawan di Kalimantan Tengah (Kalteng). Sejumlah destinasi unggulan, khususnya di Kota Palangka Raya, diprediksi akan dipadati pengunjung. Kawasan Tangkiling masih menjadi primadona yang diminati oleh wisatawan.
Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kalteng dr. Seniriaty mengungkapkan bahwa tren kunjungan wisata saat Lebaran menunjukkan pola yang konsisten setiap tahunnya, di mana wisata berbasis alam dan kawasan terbuka menjadi pilihan utama masyarakat.
“Destinasi favorit libur Lebaran di Kota Palangka Raya diperkirakan masih terkonsentrasi di kawasan Tangkiling dan sekitarnya, meliputi Nyaru Menteng, Danum Bahandang, Surung Danum, dan Bukit Cinta,” ujarnya, Senin (23/3).
Beberapa lokasi yang dipastikan ramai antara lain:
- Hutan Kota Nyaru Menteng yang dikenal sebagai pusat konservasi orangutan.
- Wisata Air Hitam Kereng Bangkirai dengan pesona danau gambutnya.
- Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling yang menawarkan panorama alam dan jalur pendakian ringan.
Selain itu, destinasi seperti Surung Danum, Manasa Agrowisata (Bukit Buhis), Bukit Cinta, dan Desa Wisata Sei Gohong juga menjadi alternatif favorit bagi wisatawan lokal maupun luar daerah. Tidak hanya di ibu kota provinsi, destinasi di wilayah kabupaten juga diprediksi mengalami lonjakan kunjungan. Salah satunya kawasan Pantai Bogam Raya di Kabupaten Kotawaringin Barat yang selama ini dikenal sebagai tujuan wisata andalan saat musim liburan.
Berdasarkan data Disbudpar Kalteng, sepanjang Januari hingga Desember 2025, total kunjungan wisatawan mencapai 1.547.047 wisatawan nusantara (wisnus) dan 70.988 wisatawan mancanegara (wisman). Angka ini menjadi dasar optimisme pemerintah untuk mendorong peningkatan kunjungan di tahun 2026.
“Diharapkan kunjungan wisatawan terus meningkat dari tahun ke tahun. Salah satu strategi yang kami lakukan adalah menggencarkan promosi melalui berbagai platform digital, baik media sosial, website, maupun aplikasi pariwisata,” tambahnya.
Ia juga menjelaskan bahwa puncak kunjungan wisata selama libur Lebaran tahun ini diperkirakan terjadi pada rentang 21 hingga 23 Maret 2026, dengan periode peningkatan mulai terlihat sejak 15 hingga 29 Maret. Kondisi ini menuntut kesiapan optimal dari seluruh pengelola destinasi.
“Kami sudah mengantisipasi lonjakan pengunjung tersebut dengan memastikan kesiapan pengelolaan arus wisatawan, fasilitas pendukung, serta pengamanan di setiap destinasi,” tegasnya.
Dalam rangka menjamin kenyamanan dan keselamatan wisatawan, penyelenggaraan kegiatan pariwisata selama libur Lebaran juga mengacu pada Surat Edaran Menteri Pariwisata Nomor SE/1/HK.01.03/ MP/2026 tentang Wisata Aman, Nyaman, dan Menyenangkan. Salah satu poin penting yang ditekankan adalah penerapan standar CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) di seluruh destinasi wisata dan usaha pendukung.
Selain itu, penerapan standar usaha pariwisata berbasis risiko sesuai regulasi terbaru juga menjadi perhatian utama. Pemerintah daerah turut memperkuat koordinasi lintas sektor dengan berbagai pihak, mulai dari pengelola destinasi, PHRI, rumah sakit, PMI, kepolisian, BPBD, hingga Basarnas. Langkah ini dilakukan untuk memastikan respons cepat terhadap berbagai potensi risiko selama masa libur Lebaran.
“Kami juga mengimbau pengelola destinasi untuk mengatur dan mengawasi lokasi-lokasi yang berpotensi padat pengunjung, agar tidak terjadi penumpukan yang bisa mengganggu kenyamanan dan keselamatan wisatawan,” jelasnya.
Selain kesiapan dari sisi pengelola, wisatawan juga diingatkan untuk lebih bijak dalam berwisata. Seniriaty menekankan pentingnya memantau kondisi cuaca melalui informasi resmi dari BMKG serta memahami risiko dari setiap aktivitas wisata yang dilakukan.
“Wisatawan kami imbau untuk selalu memperhatikan faktor keselamatan, mengikuti arahan petugas, serta menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan,” katanya.
Pemanfaatan media sosial juga menjadi bagian penting dalam strategi pengelolaan wisata Lebaran tahun ini. Selain sebagai sarana promosi, platform digital digunakan untuk menyampaikan informasi terkini, termasuk kondisi destinasi, kepadatan pengunjung, hingga imbauan keselamatan.
Dengan berbagai langkah antisipatif tersebut, Pemerintah Provinsi Kalteng berharap sektor pariwisata dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.
“Harapannya, masyarakat dapat menikmati liburan dengan aman dan nyaman, serta membawa kesan positif terhadap destinasi wisata di Kalteng,” tutupnya.







