Bursa Seni Art Jakarta Papers Menampilkan Karya-Karya Unik dari Ratusan Seniman
Art Jakarta Papers menjadi ajang yang menarik perhatian para pecinta seni dengan menghadirkan ribuan karya dari ratusan seniman dalam dan luar negeri. Karya-karya ini mengeksplorasi berbagai material kertas, baik dalam bentuk, teknik pembuatan, maupun pesan yang ingin disampaikan. Acara ini berlangsung pada tanggal 5 hingga 8 Februari 2026 di City Hall PIM 3, Jakarta Selatan.
Menurut Direktur Artistik Art Jakarta Enin Supriyanto, kertas yang sering dianggap sebagai bahan yang rapuh dan lemah ternyata mampu melampaui anggapan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kertas tidak hanya digunakan sebagai medium untuk menggambar atau menciptakan citra, tetapi juga bisa dibentuk menjadi bentuk tiga dimensi seperti patung, anyaman, atau instalasi. “Kertas memiliki kelenturan yang cocok dengan kreativitas setiap seniman, sehingga transformasi bentuknya bisa sangat beragam,” ujarnya.
Karya-Karya yang Mengundang Perhatian
Salah satu karya yang menarik perhatian adalah instalasi karya Yudi Sulistyo. Ia menciptakan sebuah instalasi yang tampak seperti kereta dengan menara pengangkut yang ditempatkan di atas kotak kayu. Awalnya, karya ini sempat diprotes oleh sebuah galeri karena disangka dibuat dari logam. Sementara itu, karya Widi Pangestu, seniman asal Yogyakarta, menggabungkan kertas, benang, dan pewarna alami dari indigo. Anyaman kertasnya terlihat seperti lembaran benang yang sedang dikeringkan dan berayun tergantung di dinding.

Anyaman kertas karya seniman Widi Pangestu Sugiono yang dipamerkan pada bursa seni Art Jakarta Papers 2026 di City Hall, Pondok Indah Mall 3, Jakarta, 5 Januari 2026. Tempo/Dian Yuliastuti
Widi juga menampilkan karya berbentuk batu yang merepresentasikan bebatuan di situs arkeologis Hampi, India, setelah ia menjalani residensi di sana. Karya-karya ini menunjukkan keahlian dan kreativitas seniman dalam memanfaatkan bahan-bahan alami.
Karya Personal dan Emosional
Karya Rega Ayunda Putri, seorang seniman asal Bandung, berjudul “The Shape of Letting Go” juga mendapat perhatian. Ia menggunakan gulungan tisu toilet sebagai medium utama untuk menciptakan karyanya. Ratusan gambar aktivitas ditampilkan dalam tiga gulungan kertas tissu dan video. Karya ini berangkat dari pengalaman pribadi Rega saat merawat ibunya yang berjuang melawan kanker. Gambar-gambar dalam gulungan tersebut menyampaikan narasi yang intim. Gulungan tisu toilet yang sangat rapuh jika terkena air, memberikan pesan tentang kekuatan, empati, dan keikhlasan.

Instalasi seni media tisu toilet karya perupa asal Bandung, Rega Ayundya Putri, yang dipamerkan oleh Hadi Art Platform dalam bursa seni Art Jakarta Papers 2026 di City Hall, Pondok Indah Mall 3, Jakarta, 5 Januari 2026. Karya ini secara naratif mengisahkan refleksi personal dan perjuangan sang seniman dalam merawat ibunya. Tempo/Dian Yuliastuti
Karya Patung dan Lukisan Terkenal
Selain itu, karya Naufal Abshar dan Iwan Effendi menggunakan teknik papier mache untuk menciptakan patung-patung yang dipajang di sudut Sucor Aset Management. Beberapa patung merepresentasikan bidak-bidak catur dalam bentuk figur seorang raja, ratu, ksatria, dan kuda. Sementara itu, karya Iwan Effendi, yang juga pendiri dan co direktur artistik Papermoon Puppet Theatre, menciptakan patung boneka setinggi dua meter dari kertas washi. Boneka ini memiliki ekspresi wajah yang unik dan berjudul “Lembam”.
Beberapa karya ikonik dari seniman dunia juga turut dipamerkan, seperti lukisan pemandangan alam dengan gunung yang dilukis oleh Yayoi Kusama dengan khas totol-totolnya. Ada juga sketsa karya Picasso, Banksy, dan Andy Warhol yang cukup dikenal visualnya.

Karya ikonik seniman kenamaan dunia, Yayoi Kusama, yang dihadirkan oleh galeri Rika Contemporary dalam bursa seni Art Jakarta Papers 2026 di City Hall, Pondok Indah Mall 3, Jakarta, 5 Januari 2026. Tempo/Dian Yuliastuti
Karya yang Menarik Minat Pengunjung
Karya-karya yang dipamerkan pada acara ini cukup menarik minat para pecinta seni dan pengunjung. Dari pantauan, transaksi penjualan karya-karya ini cukup bagus, baik untuk karya instalasi, patung, maupun lukisan. Di beberapa galeri, karya-karya yang terjual sudah ditandai dengan stiker berwarna.
“Pada edisi perdana Art Jakarta Papers ini, kami dan para galeri mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari kolektor dan masyarakat umum terhadap karya seni dengan medium kertas,” ujar Hafidh A. Irfanda, VIP Relations Director.







