Tren Pembelajaran Bahasa Inggris di Era Global
Tren pembelajaran bahasa Inggris terus menunjukkan peningkatan signifikan seiring berkembangnya kebutuhan di era globalisasi. Hal ini turut dirasakan oleh English 1 Kalimalang, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, yang kini memiliki sekira 1.700 siswa aktif dari berbagai kelompok usia.
Centre Director English 1 Kalimalang, Marisa Samosir, mengatakan bahwa jumlah tersebut rupanya terus bertambah hingga kini genap berusia 25 tahun. “Karena English 1 itu dulu English First, yakni sekolah bahasa Inggris terbesar di dunia. Dari mulai kami berdiri sudah 500 orang dari awal, dan sekarang sudah lebih dari 1.700 orang yang belajar di sini,” kata Marisa saat ditemui di English 1 Kalimalang, Sabtu (28/3/2026).
Marisa menjelaskan, peningkatan jumlah siswa tersebut tidak lepas dari perubahan persepsi masyarakat terhadap bahasa Inggris yang kini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan utama. “Pasti karena tren bahasa Inggris itu jadi kebutuhan. Kebutuhan bukan lagi sebagai style saja, tapi sudah menjadi kebutuhan,” jelasnya.
Mayoritas siswa yang belajar di English 1 Kalimalang berasal dari kalangan anak-anak dan remaja, atau mulai usia 3 hingga 18 tahun. Berdasarkan data, jumlah siswa didominasi dari tingkat SD dan SMP. “Kami mengkhususkan diri untuk anak-anak remaja, kids and teens,” tuturnya.
Dalam proses pembelajaran, Marisa menyampaikan, English 1 menerapkan metode learn, try, and apply, yang memungkinkan siswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga mempraktikkan kemampuan mereka dalam berbagai aktivitas. Kemudian, siswa juga mendapatkan akses pembelajaran digital yang dapat digunakan kapan saja dan di mana saja. “Di mana selain belajar di kelas, siswa juga bisa mengaplikasikan apa yang sudah dipelajari melalui study online,” ucapnya.
Tak hanya itu, Marisa memaparkan, English 1 juga menyediakan kegiatan tambahan bernama life club yang mencakup beragam aktivitas seperti memasak, kerajinan, hingga olahraga. Aktivitas itu diantaranya seperti cooking, crafting, dan sport, sesuai minat dan kemampuan siswa. Pendekatan ini dinilainya juga menjadi sebagian keunggulan pihaknya karena menggabungkan seluruh kemampuan bahasa Inggris dalam satu sistem pembelajaran terpadu.
Ke depan, pihaknya berharap English 1 Kalimalang dapat terus berkembang dan mencetak generasi muda yang siap bersaing di tingkat global. “Kalau harapannya pasti kami mau terus berkembang dan membantu anak-anak untuk siap menghadapi masa depan mereka, karena yang kami harapkan mereka menjadi generasi yang mendunia seperti itu ya,” paparnya.
Pengalaman Orang Tua Murid
Sementara itu, satu orangtua murid, Menita, mengaku melihat perubahan signifikan pada anaknya setelah mengikuti kursus di English 1. Warga Pondok Gede, Kota Bekasi itu menilai, konsistensi penggunaan bahasa Inggris selama proses belajar menjadi faktor utama perkembangan anaknya. “Kenapa saya memilih disini Karena konsisten ya untuk penggunaan bahasa Inggris gitu progresnya, ya Alhamdulillah ya, lebih better dari tempat les anak saya sebelumnya,” kata Menita.
Menurut Menita, kemampuan bahasa Inggris kini sudah menjadi dasar yang wajib dimiliki anak sejak dini. Sehingga ia menyarankan orangtua untuk lebih selektif dalam memilih tempat kursus bagi anak, terutama yang memiliki komitmen dalam penggunaan bahasa Inggris secara penuh. “Jadi kenapa penting, penting banget bahasa Inggris, sebenernya bukan penting ya, tapi bahasa inggris itu udah bukan tambahan, tapi udah kayak dasar komunikasi,” ujarnya.
Metode Pembelajaran yang Inovatif
English 1 Kalimalang tidak hanya fokus pada pembelajaran teori, tetapi juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari dalam situasi nyata. Metode belajar interaktif dan aktivitas tambahan seperti life club membantu siswa mengembangkan keterampilan berbahasa Inggris secara menyeluruh.
Penggunaan teknologi dalam pembelajaran juga menjadi salah satu keunggulan English 1 Kalimalang. Siswa dapat mengakses materi pembelajaran kapan saja dan di mana saja melalui platform digital. Hal ini memastikan bahwa proses belajar tidak terbatas oleh waktu dan lokasi.







