Peran Kanada dalam Dinamika Hubungan Dagang Global
Perdana Menteri (PM) Kanada, Mark Carney, menyatakan bahwa negaranya tidak berniat menjalin kesepakatan perdagangan bebas dengan China. Pernyataan ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengancam akan mengenakan tarif hukuman sebesar 100 persen jika Ottawa membuat kesepakatan dengan Beijing. Hal ini menunjukkan ketegangan yang semakin memburuk antara Kanada dan AS.
Pada Minggu (25/1/2026), Carney mengungkapkan bahwa Kanada menghormati kewajibannya berdasarkan perjanjian perdagangan Kanada-AS-Meksiko (CUSMA). Pihaknya tidak akan membuat perjanjian perdagangan bebas tanpa memberi tahu kedua mitra dagang lainnya. Pernyataan ini diperkuat oleh laporan dari CNBC.
Ketegangan antara Trump dan Kanada meningkat setelah pidato Carney di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss. Carney menyentil hegemoni AS dan kekuatan besar yang menggunakan integrasi ekonomi sebagai senjata. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, juga menyampaikan protes terhadap perjanjian Ottawa-Beijing. Ia menyebut Washington tidak dapat membiarkan tetangga di utara AS itu menjadi celah yang memungkinkan China membanjiri Negeri Paman Sam dengan barang-barang murah.
Kesepakatan Kanada-China yang Konsisten dengan CUSMA
Pada 16 Januari, Kanada dan China menyetujui kesepakatan pendahuluan untuk saling menurunkan tarif barang-barang tertentu. Carney menyatakan bahwa kesepakatan tersebut bertujuan memperbaiki beberapa masalah yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir dan sepenuhnya konsisten dengan CUSMA.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, Ottawa akan mengizinkan 49 ribu kendaraan listrik (EV) China masuk ke pasarnya dengan tarif yang lebih rendah sebesar 6,1 persen. Carney mengatakan bahwa batasan awal impor EV ditetapkan sekitar 3 persen dari 1,8 juta kendaraan yang dijual di Kanada setiap tahunnya. Informasi ini dilansir oleh The Guardian.
Sebagai imbalan, Beijing diperkirakan mulai berinvestasi di industri otomotif Kanada dalam waktu tiga tahun. China juga akan memangkas bea masuk ekspor pertanian Kanada, termasuk minyak biji canola, yang tarifnya diturunkan menjadi 15 persen per 1 Maret. Ekspor lainnya, seperti lobster, kepiting, dan kacang polong juga tidak akan dikenakan tarif setidaknya hingga akhir 2026.
Pada 2024, Kanada meniru AS untuk mengenakan tarif 100 persen pada EV China, serta tarif 25 persen pada baja dan aluminium. Beijing membalasnya dengan mengenakan pajak impor 100 persen pada minyak dan tepung canola Kanada, serta 25 persen pada daging babi dan makanan laut.
Ajakan untuk Mendukung Produk Dalam Negeri
Carney mengajak warganya untuk mendukung bisnis dan pekerja dalam negeri di bawah kebijakan baru bernama Beli Produk Kanada, sebagai respons terhadap tekanan ekonomi yang meningkat. Carney mengatakan, pemerintah juga akan memprioritaskan pengadaan dalam negeri untuk berbagai proyek nasional utama, termasuk perumahan, infrastruktur, dan pertahanan.
“Dengan ekonomi kita yang terancam dari luar negeri, warga Kanada telah membuat pilihan, untuk fokus pada apa yang dapat kita kendalikan. Anda memilih untuk menginvestasikan uang hasil jerih payah Anda untuk bisnis Kanada, dan pekerja Kanada,” kata Carney.
“Pemerintah baru Kanada melakukan hal yang sama dengan kebijakan Beli Produk Kanada yang baru. Beli Produk Kanada, bangun Kanada, dan bersama-sama kita akan membangun Kanada yang kuat,” sambungnya.
Gerakan Negara-Negara Kekuatan Menengah
Carney memimpin gerakan negara-negara kekuatan menengah untuk menemukan cara bersatu dan melawan AS di bawah Trump. Pemimpin Kanada itu mengatakan bahwa kekuatan menengah harus bertindak bersama jika tidak ingin menjadi santapan. Meski tidak menyebut Trump secara langsung, Carney memperingatkan tentang paksaan oleh kekuatan besar.
Trump telah berulang kali menyuarakan gagasannya untuk menjadikan Kanada sebagai negara bagian ke-51 AS. Pada pekan ini, Trump memposting gambar yang diedit di media sosialnya yang menunjukkan peta AS yang mencakup Kanada, Venezuela, Greenland, dan Kuba sebagai bagian dari wilayahnya.
“Kita perlu melindungi dan memperkuat ekonomi Kanada, dan diversifikasi perdagangan sangat penting untuk itu. Itulah mengapa kita pergi ke China, itulah mengapa kita akan pergi ke India. Dan itulah mengapa kita tidak akan menaruh semua telur kita dalam satu keranjang,” kata Anand, dikutip dari CBC.







