Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Hasil Akhir Bali United vs Borneo: Pesut Etam Samakan Poin Persib, Perburuan Gelar Makin Sengit

    14 Mei 2026

    Dyastasita, Juri LCC 4 Pilar Diduga Antikritik dan Mundur dari Jabatan di Setjen MPR

    14 Mei 2026

    Dzikir dan Doa Setelah Sholat 5 Waktu: Arab, Latin, dan Terjemahan

    14 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Kamis, 14 Mei 2026
    Trending
    • Hasil Akhir Bali United vs Borneo: Pesut Etam Samakan Poin Persib, Perburuan Gelar Makin Sengit
    • Dyastasita, Juri LCC 4 Pilar Diduga Antikritik dan Mundur dari Jabatan di Setjen MPR
    • Dzikir dan Doa Setelah Sholat 5 Waktu: Arab, Latin, dan Terjemahan
    • Presiden Trump akan berkunjung ke Tiongkok 13-15 Mei
    • Kinerja Resilien FY25, Telkom Tingkatkan Fundamental dan Return Pemegang Saham 35,7%
    • Kasus Penculikan Keluarga di Jombang Disebabkan Bisnis Rokok Ilegal
    • Opini: Menantang “Timor Kau”
    • Waspada! 9 Penyakit Kulit Umum Saat Hamil
    • KPK Periksa Dugaan Korupsi Dana Konsinyasi Tol Cisumdawu Rp 190 Miliar
    • Suntikan Moral Wawali Solo! Persis Solo Diminta Sapu Bersih 9 Poin, Persebaya Jadi Korban Pertama
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Internasional»Tiga Anggota TNI Gugur di Lebanon, Pengamat Minta Prabowo Hentikan Pengiriman Pasukan ke BOP

    Tiga Anggota TNI Gugur di Lebanon, Pengamat Minta Prabowo Hentikan Pengiriman Pasukan ke BOP

    adm_imradm_imr7 April 20264 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Peristiwa Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon dan Kekhawatiran Terhadap Keselamatan Pasukan Perdamaian

    Dalam dua insiden berbeda yang terjadi di Lebanon Selatan dalam waktu kurang dari 24 jam, tiga prajurit TNI gugur dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka. Insiden ini terjadi saat para prajurit tersebut menjalankan tugas sebagai bagian dari misi perdamaian PBB UNIFIL. Kejadian ini memicu kekhawatiran terhadap keselamatan pasukan perdamaian Indonesia yang bertugas di kawasan konflik dengan tingkat eskalasi tinggi.

    Beberapa nama prajurit TNI yang gugur dalam insiden ini antara lain Praka Farizal Romadhon, Praka Rico Pramudia, dan Praka Bayu Prakoso. Selain itu, ada juga dua personel PBB lainnya yang menjadi korban serangan di wilayah Lebanon selatan, yaitu Kapten Infanteri Zulmi dan Sersan Satu Ikhwan. Dua prajurit PBB lainnya juga mengalami luka-luka, yakni Kapten Infanteri Sulthan dan Prajurit Kepala Deni.

    Kritik dari Guru Besar UI

    Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, menyampaikan permintaan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk membatalkan rencana pengiriman pasukan perdamaian ke Board of Peace (BoP) di Gaza. Permintaan ini disampaikan setelah meningkatnya risiko akibat serangan Israel terhadap wilayah Lebanon. Menurut Hikmahanto, tindakan Israel dapat memberikan dampak negatif terhadap keselamatan pasukan perdamaian Indonesia.

    Hikmahanto menegaskan bahwa Indonesia sudah tergabung dalam BoP, lembaga yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dengan posisi ini, Indonesia memiliki kemampuan untuk memberikan tekanan terhadap tindakan Israel jika mereka terus melakukan serangan. Ia menyarankan agar Presiden Prabowo tidak mengirim pasukan ke Gaza karena potensi ancaman yang terus meningkat.

    Penundaan Pengiriman Pasukan ke Gaza

    Sebelumnya, Prabowo pernah menyatakan bahwa Indonesia siap mengirim ribuan pasukan untuk perdamaian di Gaza. Namun, rencana tersebut saat ini ditunda. Keputusan penundaan ini diambil setelah Indonesia menangguhkan pembahasan BoP mengingat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya antara Iran dan AS serta Israel.

    Berdasarkan keterangan dari Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, semua pembahasan terkait BoP sedang ditangguhkan sementara. Hal ini dilakukan karena meningkatnya tingkat konflik di kawasan tersebut.

    Tanggapan Pemerintah Indonesia

    Meskipun Presiden Prabowo belum memberikan pernyataan resmi terkait gugurnya prajurit TNI di Lebanon, Menteri Luar Negeri RI Sugiono telah menyampaikan sikap pemerintah. Indonesia mengecam keras serangan Israel terhadap pasukan penjaga perdamaian di Lebanon dan meminta seluruh pihak untuk melakukan deeskalasi. Pemerintah juga akan bertemu dengan PBB untuk mendorong investigasi dari UNIFIL.

    Insiden ini bermula ketika Indonesian Task Force Bravo (TFB) dari Kontingen Garuda, yang tergabung dalam INDOBATT, sedang menjalankan tugas sebagai Mobile Reserve di bawah kendali Sektor Timur UNIFIL. Saat itu, pasukan TNI sedang melakukan pengawalan terhadap unit Combat Support Service Unit (CSSU) milik Spanyol dalam rangka misi distribusi logistik sekaligus pengantaran kotak jenazah menuju markas UNP 7-1 INDOBATT.

    Rombongan terdiri dari enam kendaraan taktis, termasuk dua kendaraan dari TFB. Namun, saat melintas di wilayah Bani Hayyan dan hendak berbelok, terjadi ledakan yang menghantam kendaraan terdepan (Ran 1). Ledakan tersebut mengakibatkan kendaraan rusak parah, sementara penyebab pasti insiden masih dalam proses penyelidikan.

    Komentar dari UNIFIL

    UNIFIL menyatakan bahwa dua penjaga perdamaian tewas dan dua lainnya terluka akibat ledakan yang menghancurkan kendaraan mereka di Lebanon selatan. Insiden ini menjadi kejadian fatal kedua dalam 24 jam terakhir. UNIFIL juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional serta Resolusi Dewan Keamanan 1701, dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Presiden Trump akan berkunjung ke Tiongkok 13-15 Mei

    By adm_imr14 Mei 20261 Views

    Zionis Dibebaskan, Saif Abukeshek Kembali ke Armada Global Sumud

    By adm_imr14 Mei 20263 Views

    IKAFE Unhas: Bahaya Ekonomi Drift, Stabil Tapi Tak Berarah

    By adm_imr14 Mei 20264 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Hasil Akhir Bali United vs Borneo: Pesut Etam Samakan Poin Persib, Perburuan Gelar Makin Sengit

    14 Mei 2026

    Dyastasita, Juri LCC 4 Pilar Diduga Antikritik dan Mundur dari Jabatan di Setjen MPR

    14 Mei 2026

    Dzikir dan Doa Setelah Sholat 5 Waktu: Arab, Latin, dan Terjemahan

    14 Mei 2026

    Presiden Trump akan berkunjung ke Tiongkok 13-15 Mei

    14 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?