Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Berapa Kuat Nuklir Tiongkok Jika Perang Dunia III Pecah?

    11 Maret 2026

    Jadwal Imsak Nusa Tenggara Barat 8 Maret 2026

    11 Maret 2026

    50 Soal Essay Seni Budaya Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban Terbaru

    11 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 11 Maret 2026
    Trending
    • Berapa Kuat Nuklir Tiongkok Jika Perang Dunia III Pecah?
    • Jadwal Imsak Nusa Tenggara Barat 8 Maret 2026
    • 50 Soal Essay Seni Budaya Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban Terbaru
    • Proyek Listrik Kereta Api Malaysia Selesai Lebih Cepat
    • Kecelakaan Maut di Surabaya, Mobil HR-V Terbalik 2 Meter Dekat Masjid Al Akbar
    • Kronologi pemuda Makassar tewas ditembak polisi saat pembubaran pertandingan Omega
    • Arcfox Listrik Siap Jadi Pemain Utama, Target Naik 200% untuk BAIC Indonesia
    • APBN Defisit Rp135,7 Triliun Meski Pajak Naik 30,4 Persen
    • Dana Abadi, Disiplin Fiskal, dan Masa Depan Wakaf Indonesia: Inspirasi dari Harvard Endowment
    • Pekerja Migran Kehilangan Rp1,7 Miliar, Bos Restoran Jepang di Sydney Diperiksa
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Internasional»Trump: Rusia Setuju Berhenti Serang Infrastruktur Energi Ukraina

    Trump: Rusia Setuju Berhenti Serang Infrastruktur Energi Ukraina

    adm_imradm_imr5 Februari 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Klaim Trump tentang Gencatan Senjata Sementara dengan Rusia

    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim bahwa Rusia setuju untuk menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina selama satu minggu. Klaim ini disampaikan oleh Trump dalam rapat kabinet yang diadakan di Gedung Putih pada Kamis (29/1/2026). Ia menyebutkan bahwa ia secara pribadi meminta Presiden Vladimir Putin untuk tidak menyerang kota-kota seperti Kyiv dan sekitarnya selama seminggu ke depan.

    “Karena cuacanya sangat dingin, aku secara pribadi meminta Presiden Putin untuk tidak menembaki Kyiv dan kota-kota di sekitarnya selama seminggu ke depan,” ujar Trump. “Mereka belum pernah mengalami cuaca dingin seperti itu. Maka, aku secara pribadi meminta Presiden Putin untuk tidak menembaki Kyiv dan berbagai kota selama seminggu. Beliau setuju dan harus aku katakan, itu sangat menyenangkan,” tambahnya.

    Penolakan dari Pihak Rusia

    Meskipun Trump menyampaikan klaim tersebut, Rusia sendiri belum memberikan konfirmasi resmi mengenai kesepakatan ini. Namun, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menyambut baik pernyataan Trump. Ia berharap agar Vladimir Putin segera menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina karena dinilai membahayakan penduduk negaranya.

    Trump menekankan bahwa permintaannya ini bertujuan untuk melindungi warga Ukraina. Menurutnya, jika Rusia terus melakukan serangan terhadap infrastruktur energi, warga bisa kehilangan pasokan listrik untuk penghangat ruangan. Hal ini bisa berakibat fatal di tengah musim dingin ekstrem yang sedang melanda. Badan Meteorologi Ukraina mencatat bahwa suhu di sana bisa mencapai minus 30 derajat celcius, dan kondisi ini akan bertahan beberapa hari mendatang.

    Serangan Terhadap Infrastruktur Energi Ukraina

    Rusia memang sering kali menargetkan infrastruktur energi di kota-kota besar Ukraina, termasuk Kyiv, Dnipro, Zaporizhzhia, Kharkiv, dan Odesa. Pembangkit listrik di Kyiv menjadi salah satu target utama. Pada 24 Januari 2026 lalu, pasukan Rusia kembali menyerang fasilitas energi Ukraina menggunakan 370 drone dan 21 rudal pada malam hari. Serangan ini menewaskan satu orang dan melukai 35 lainnya.

    Serangan ini telah dikecam oleh delapan negara Eropa, yaitu Denmark, Estonia, Finlandia, Islandia, Latvia, Lithuania, Norwegia, dan Swedia. Dalam pernyataan bersama yang dirilis pada 23 Januari, delapan negara tersebut menilai serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina sebagai pelanggaran hukum internasional dan bisa jadi kejahatan perang.

    Upaya Perdamaian antara Ukraina dan Amerika Serikat

    Untuk menghentikan invasi militer Rusia, Ukraina telah mengadakan pertemuan dengan Amerika Serikat dan Rusia di Abu Dhabi pada pekan lalu. Namun, pertemuan tersebut belum menghasilkan kesepakatan signifikan. Rusia masih menolak untuk melakukan gencatan senjata dengan Ukraina, sehingga serangan brutal terhadap Ukraina tetap berlangsung.

    Oleh karena itu, pertemuan kedua dilaporkan akan segera dihelat pada Minggu (1/2/2026) mendatang di tempat yang sama. Pertemuan ini diharapkan menjadi titik temu antara Rusia dan Ukraina untuk mencapai gencatan senjata.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Dialektika “Mirror Dimension” dalam Perang AS-Israel vs Iran

    By adm_imr11 Maret 20261 Views

    All England Open 2026 – Taufik Hidayat Beri Nasihat, Semua Wakil Indonesia Gugur di Babak 8 Besar

    By adm_imr10 Maret 20261 Views

    Jalur udara lumpuh, penerbangan repatriasi Timur Tengah dipercepat

    By adm_imr10 Maret 20263 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Berapa Kuat Nuklir Tiongkok Jika Perang Dunia III Pecah?

    11 Maret 2026

    Jadwal Imsak Nusa Tenggara Barat 8 Maret 2026

    11 Maret 2026

    50 Soal Essay Seni Budaya Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban Terbaru

    11 Maret 2026

    Proyek Listrik Kereta Api Malaysia Selesai Lebih Cepat

    11 Maret 2026
    Berita Populer

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    Kabupaten Malang 28 Februari 2026

    Malang – Aparat dari Polres Malang mengungkap dugaan tindak pidana membuat dan menguasai bahan peledak…

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    6 Februari 2026

    Jadwal MotoGP Thailand 2026 Live Trans7, Bagnaia Tunjukkan Tanda Bertahan

    1 Maret 2026

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?