Peringatan Hari Jadi Kabupaten Belitung Timur ke-23: Momentum Refleksi dan Harapan Masa Depan
Peringatan Hari Jadi Kabupaten Belitung Timur (Beltim) yang ke-23 menjadi momen penting untuk merefleksikan perjalanan pembangunan daerah yang masih tergolong muda, namun terus berkembang. Salah satu tokoh pembentuk Kabupaten Belitung Timur sekaligus Bupati Beltim periode 2021–2025, Burhanudin, menyampaikan harapan agar arah pembangunan tetap konsisten dan berkelanjutan.
Dalam pernyataannya, Burhanudin menegaskan pentingnya keberlanjutan pembangunan sebagaimana telah dirancang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Belitung Timur tahap kedua. Ia menyampaikan harapan tulus agar pembangunan di Belitung Timur terus berkelanjutan. Menurutnya, esensi pembangunan harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penguatan ekonomi daerah.
Burhanudin menilai bahwa sektor pertambangan, khususnya timah, masih menjadi salah satu penopang utama kehidupan ekonomi masyarakat Belitung Timur. Oleh karena itu, momentum hari jadi ini diharapkan dapat menjadi titik penguatan tata kelola pertambangan agar semakin baik dan berpihak pada rakyat.
Secara tidak langsung, Burhanudin menekankan bahwa tata kelola pertambangan yang ideal harus selaras dengan kebijakan pemerintah pusat dan provinsi, serta dibangun melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Ia berharap penambangan rakyat dapat dilakukan secara arif dan bijaksana, dengan dukungan regulasi yang jelas sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman dalam beraktivitas.
“Masyarakat membutuhkan rasa aman dan nyaman dalam beraktivitas. Penambangan yang dilakukan secara arif dan bijak harus mendapat ruang yang jelas dalam regulasi,” ujar Burhanudin. Ia juga menyoroti pentingnya keberadaan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) serta perjuangan untuk menghadirkan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) melalui Peraturan Daerah Provinsi yang saat ini sedang dalam proses pembahasan. Menurutnya, kepastian hukum merupakan kebutuhan mendasar bagi para penambang kecil agar dapat bekerja tanpa rasa takut.
Fokus Pada Sektor Lain
Tidak hanya sektor pertambangan, Burhanudin juga mengingatkan bahwa pembangunan Belitung Timur ke depan harus menyentuh sektor lain secara seimbang. Ia menyebut kesejahteraan nelayan, penguatan UMKM, serta sektor-sektor produktif lainnya sebagai bagian penting dari arah pembangunan dalam RPJMD 2025–2030. Ia mengakui bahwa kondisi daerah saat ini menghadapi berbagai tantangan, namun hal tersebut justru menuntut kecermatan dan keberanian pemerintah daerah dalam mengambil langkah strategis.
Lebih lanjut, Burhanudin menekankan bahwa kunci keberhasilan pembangunan terletak pada kemampuan berkolaborasi dan mengesampingkan ego sektoral. Ia memandang Belitung Timur sebagai rumah bersama yang harus dibangun dengan semangat kebersamaan. Kabupaten yang masih muda ini, menurutnya, memiliki peluang besar untuk berkembang lebih baik di masa mendatang apabila seluruh elemen bersatu dalam pikiran dan langkah.
Pandangan Tentang Kritik dan Perbedaan Pendapat
Dalam konteks dinamika pemerintahan, Burhanudin menyampaikan pandangannya bahwa kritik dan perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar. Yang terpenting, kata dia, adalah menyikapinya secara arif, bijak, dan cerdas demi kepentingan daerah secara utuh.
Menutup pernyataannya, Burhanudin menyampaikan ucapan selamat hari jadi ke-23 bagi Kabupaten Belitung Timur. “Semoga terus tumbuh, tangguh, dan berkemajuan,” tuturnya.







