Wilayah Gempol dan Wonoayu Terendam Banjir Akibat Hujan Deras
Banjir yang melanda Dusun Wonoayu dan Desa Gempol di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, masih terjadi hingga Selasa (3/2/2026) pagi. Genangan air dengan ketinggian bervariasi antara 40 hingga 70 sentimeter mengganggu kehidupan warga setempat. Sejumlah rumah terendam air, sehingga akses jalan dan masuk ke dalam rumah menjadi terhambat.
Banjir ini dipicu oleh hujan deras yang terus mengguyur wilayah tersebut sejak Senin (2/2/2026) siang. Kondisi ini menyebabkan debit air sungai meluap dan menggenangi permukiman warga. Meskipun arus air tidak terlalu deras, genangan air tetap merata di berbagai titik.
Berdasarkan data yang dikumpulkan, Dusun Wonoayu masih terendam banjir dengan sebanyak 247 rumah warga terdampak. Ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter. Di lokasi lain, yaitu Desa Gempol, lebih dari 200 rumah warga juga tergenang air. Ketinggian air di wilayah ini cukup bervariasi antara 40 hingga 70 sentimeter.
Respons Cepat dari BPBD dan Pemerintah Daerah
Menanggapi kondisi darurat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan segera bergerak bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Gempol dan Camat Gempol. Koordinasi lapangan dilakukan untuk menangani situasi darurat di titik-titik terdampak. Petugas di lapangan mulai mendistribusikan makanan siap saji serta kebutuhan dasar bagi warga yang tidak bisa memasak akibat dapur mereka terendam air.
DPRD Mendorong Perbaikan Sistem Drainase
Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, menyampaikan keprihatinan atas bencana yang menimpa warga Gempol. Ia mengapresiasi respons cepat pemerintah daerah dan instansi terkait dalam menangani warga terdampak. Menurutnya, banjir tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada keselamatan, kesehatan, dan perekonomian warga yang terhenti sementara akibat genangan.
“Terima kasih respons cepat Pemkab Pasuruan, karena penanganan darurat sudah berjalan baik. Namun ke depan dibutuhkan langkah strategis yang berkelanjutan,” ujarnya.
Samsul Hidayat menekankan pentingnya perbaikan sistem drainase, normalisasi sungai, serta penguatan koordinasi lintas sektor guna mencegah banjir berulang di masa mendatang. DPRD Kabupaten Pasuruan berkomitmen mengawal penanganan darurat hingga pemulihan pasca banjir. Hal ini bertujuan agar kondisi segera pulih, dan masyarakat lebih siap menghadapi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan terjadi.
Tips Menghadapi Banjir dan Cuaca Ekstrem
Mengingat curah hujan yang masih tinggi, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memperhatikan beberapa poin berikut:
- Pastikan aliran listrik di dalam rumah sudah dimatikan jika air mulai masuk ke dalam bangunan untuk menghindari risiko korsleting.
- Simpan dokumen penting dan barang berharga di tempat yang lebih tinggi atau wadah kedap air.
- Segera hubungi posko darurat atau perangkat desa setempat jika membutuhkan evakuasi, terutama bagi lansia dan balita.
- Waspadai munculnya hewan melata seperti ular yang seringkali muncul saat banjir melanda permukiman.







