Gubernur Jawa Barat Langsung Turun Tangan Tangani Kasus TPPO di NTT
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, secara langsung menangani kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang menimpa 13 perempuan asal Jawa Barat di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Para korban, yang sebagian besar berasal dari Cianjur dan Bandung, diduga dieksploitasi di sebuah tempat hiburan bernama Pub Eltras. Melalui sambungan video call yang difasilitasi oleh Suster Ika dari Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores (TRUK-F), para korban mengungkap kenyataan pahit yang mereka alami.
Kesaksian Korban: Dijanjikan Fasilitas Mewah, Berujung Kasbon
Salah satu korban asal Cikalong Kulon, Cianjur, berinisial N (20), menceritakan modus awal pelaku. Ia dijanjikan bekerja sebagai pemandu lagu (Lady Companion/LC) dengan iming-iming gaji besar serta fasilitas gratis seperti tempat tinggal, skincare, hingga salon. Namun, setibanya di lokasi, kontrak kerja di atas materai tersebut hanyalah isapan jempol.
“Tahunya pas sampai sana, kita malah disuruh kasbon untuk semua fasilitas itu. Baju pun harus utang,” ungkap N kepada Dedi Mulyadi.
Tak hanya jeratan utang, N juga mengaku pernah mengalami kekerasan oleh oknum yang mabuk di klub tersebut. Bahkan, ditemukan adanya korban di bawah umur asal Purwakarta yang direkrut sejak usia 15 tahun.
Modus Operandi: Denda Jutaan Rupiah Jika Menolak Tamu
Suster Ika dari TRUK-F memaparkan bahwa para korban terjebak dalam sistem yang eksploitatif. Jika para perempuan ini menolak perintah pengelola, mereka diancam denda yang sangat berat:
- Denda Rp2,5 Juta: Jika menolak melayani tamu untuk berhubungan badan.
- Denda Rp5 Juta: Jika terlibat perkelahian.
Saat ini, 12 korban berada di rumah aman (shelter) TRUK-F, sementara satu korban lainnya sudah pulang lebih dulu ke Cianjur karena urusan mendesak.
Langkah Nyata Dedi Mulyadi: Jemput Langsung ke NTT
Mendengar kesaksian tersebut, Gubernur yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) ini mengambil langkah tegas:
- Pemulangan: Memesan tiket pesawat untuk seluruh korban.
- Penjemputan: KDM berjanji akan menjemput langsung para korban ke NTT dalam minggu ini.
- Koordinasi Hukum: Menghubungi Kapolda Jabar untuk berkoordinasi dengan Kapolda NTT, serta berkomunikasi dengan LPSK pusat untuk perlindungan saksi.
- Edukasi: Menasihati warga agar tidak mudah tergiur gaji besar yang tidak rasional di luar daerah.
Daftar Nama Korban TPPO Asal Jawa Barat di NTT
Berikut data daftar 13 korban TPPO asal Jawa Barat di Maumere, NTT:
- IN (24), asal Bandung
- JTP (18), asal Cianjur
- DO (19), asal Cianjur
- GAT (20), asal Bandung
- R (22), asal Cianjur
- YAP (23), asal Bandung
- TRA (21), asal Cianjur
- SS (31), asal Jakarta
- CN (25), asal Indramayu
- PN (20), asal Bandung
- SK (29), asal Cianjur
- N (20), asal Cianjur
- BSN (21), asal Bandung







