Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Resmi, 33 Puskesmas Pasuruan Buka UGD 24 Jam

    14 Maret 2026

    Berbagai dukungan terkait larangan anak di bawah 16 tahun memiliki akun media sosial

    14 Maret 2026

    Berburu Barang Branded di Surabaya, Toko Konsep Drive-Thru Fashion Forth

    14 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 14 Maret 2026
    Trending
    • Resmi, 33 Puskesmas Pasuruan Buka UGD 24 Jam
    • Berbagai dukungan terkait larangan anak di bawah 16 tahun memiliki akun media sosial
    • Berburu Barang Branded di Surabaya, Toko Konsep Drive-Thru Fashion Forth
    • Kronologi kasus restoran Bibi Kelinci, CCTV curi makanan, pemilik jadi tersangka
    • 5 Tips Cerdas untuk Pecinta Belanja agar Tidak Rugi
    • 50 Soal PJOK Kelas 9 SMP Lengkap Kunci Jawaban USBN 2026
    • Prediksi Skor AC Milan vs Inter Milan Malam Ini
    • Kinerja CPO Grup Salim Menggembirakan, Ini Rekomendasi Sahamnya
    • Jadwal Imsakiyah dan Cara Berbuka Puasa yang Benar di Bekasi
    • 5 Film Oscar 2026 di CATCHPLAY+ yang Wajib Ditonton!
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Ekonomi»Wajah Guci Berubah Pasca Banjir Bandang, Dampak Ekonomi dan Wisata Terasa

    Wajah Guci Berubah Pasca Banjir Bandang, Dampak Ekonomi dan Wisata Terasa

    adm_imradm_imr26 Januari 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Peristiwa Banjir Bandang yang Mengguncang Pariwisata Guci

    Peristiwa banjir bandang yang terjadi untuk kedua kalinya di kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Guci, Kabupaten Tegal pada Sabtu (24/1/2026), bukan sekadar bencana alam biasa. Kejadian ini menjadi titik balik serius bagi wajah pariwisata Guci dan keberlangsungan ekonomi masyarakat yang selama ini bergantung pada sektor wisata.

    Menurut Ketua Klaster Pariwisata DPP V Jawa Tengah Setya Teguh Yuwana, dampak dari banjir bandang tersebut sangat signifikan. Bencana ini tidak hanya merusak fasilitas utama wisata, tetapi juga mengganggu akses jalan, jembatan penghubung, serta area pemandian air panas yang menjadi ikon Guci.

    Dampak Langsung Terhadap Pariwisata

    Banjir bandang menyebabkan kerusakan pada fasilitas utama wisata, seperti akses jalan, jembatan penghubung, dan area pemandian air panas. Akibatnya, aktivitas wisata terhenti sementara, khususnya pemandian air panas Pancuran 13 dan Pancuran 5. Selain itu, tingkat kunjungan wisatawan juga mengalami penurunan.

    “Bencana banjir bandang yang kedua kalinya terjadi membuat kepercayaan pasar wisata terhadap keamanan kawasan Guci mengalami guncangan,” ujar Setya Teguh Yuwana.

    Tekanan Berat Bagi Ekonomi Lokal

    Dampak paling terasa dirasakan oleh pelaku usaha seperti warung, pedagang kaki lima, penyewa ban, pemandu wisata, pengelola homestay, vila, dan hotel serta pekerja informal sektor wisata. Efek domino ini tidak hanya bersifat sementara, tetapi berpotensi memicu penurunan ekonomi kawasan secara struktural jika tidak segera ditangani secara serius dan berkelanjutan.

    “Laporan yang saya terima dari beberapa pelaku usaha penginapan ada banyak tamu yang membatalkan kunjungan karena bencana banjir bandang yang kembali menimpa Guci,” ungkap Teguh.

    Wajah Guci Tidak Akan Sama Lagi

    Teguh menyebut bahwa peristiwa banjir bandang menandai bahwa Guci tidak bisa kembali ke pola lama. Penanganan parsial dan respon darurat semata tidak lagi cukup. Menurut Teguh, Guci membutuhkan penataan ulang kawasan wisata berbasis mitigasi bencana. Redefinisi konsep pariwisata yang lebih aman, adaptif, dan berkelanjutan diperlukan. Selain itu, kolaborasi nyata antara pemerintah, pelaku usaha, masyarakat lokal, dan investor harus segera dilakukan.

    “Banjir bandang kedua ini adalah peringatan keras bahwa pembangunan pariwisata tanpa keseimbangan ekologi dan manajemen risiko hanya akan menunda krisis yang lebih besar,” tegasnya.

    Momentum Perubahan

    Di balik musibah yang terjadi, tersimpan peluang besar untuk membangun Guci versi baru. Guci versi baru yang dimaksud seperti destinasi yang lebih tertata, ramah lingkungan, aman bagi wisatawan, dan lebih adil bagi masyarakat lokal. Saatnya Guci tidak hanya dikenal sebagai pemandian air panas, tetapi sebagai contoh transformasi destinasi wisata pegunungan yang tangguh terhadap bencana.

    “Guci berduka. Namun dari duka ini ada arah baru harus dilahirkan,” kata Teguh.

    Pentingnya Pengelolaan Holistik

    Teguh menambahkan, Guci harus dikelola secara holistik dari hulu ke hilir dengan mengedepankan keseimbangan lingkungan. Termasuk koordinasi dengan semua stakeholder dan lintas wilayah, terutama di wilayah lereng Gunung Slamet yang harus dijaga agar tidak menimbulkan bencana serupa dikemudian hari.

    “Kerugian materiil sangat besar untuk membangun infrastruktur yang rusak. Sedangkan kerugian imateriil adalah makin terkikisnya branding Destinasi Wisata Guci karena dinilai tidak cukup aman bagi wisatawan,” tutup Teguh.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Kinerja CPO Grup Salim Menggembirakan, Ini Rekomendasi Sahamnya

    By adm_imr14 Maret 20261 Views

    20 Manfaat Zakat untuk Umat Islam, Membuka Rezeki

    By adm_imr14 Maret 20262 Views

    Aplikasi Saham Terbaik 2026, Investasi Cuan Tanpa Risiko!

    By adm_imr13 Maret 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Resmi, 33 Puskesmas Pasuruan Buka UGD 24 Jam

    14 Maret 2026

    Berbagai dukungan terkait larangan anak di bawah 16 tahun memiliki akun media sosial

    14 Maret 2026

    Berburu Barang Branded di Surabaya, Toko Konsep Drive-Thru Fashion Forth

    14 Maret 2026

    Kronologi kasus restoran Bibi Kelinci, CCTV curi makanan, pemilik jadi tersangka

    14 Maret 2026
    Berita Populer

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    Kabupaten Malang 28 Februari 2026

    Malang – Aparat dari Polres Malang mengungkap dugaan tindak pidana membuat dan menguasai bahan peledak…

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    6 Februari 2026

    Jadwal MotoGP Thailand 2026 Live Trans7, Bagnaia Tunjukkan Tanda Bertahan

    1 Maret 2026

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?