Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Hasil Tes Pramusim Moto2 2026: Peringkat Rendah Mario Aji di Jerez Justru Tanda Kemenangan 10 Besar

    21 Februari 2026

    Di genggaman, ngaji.ai bawa Muslim lebih dekat pada Al-Qur’an

    21 Februari 2026

    50 Ucapan Selamat Puasa Ramadan 2026 untuk Media Sosial

    21 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 21 Februari 2026
    Trending
    • Hasil Tes Pramusim Moto2 2026: Peringkat Rendah Mario Aji di Jerez Justru Tanda Kemenangan 10 Besar
    • Di genggaman, ngaji.ai bawa Muslim lebih dekat pada Al-Qur’an
    • 50 Ucapan Selamat Puasa Ramadan 2026 untuk Media Sosial
    • Dua Rekor Buruk Jersey Keempat Persebaya! Warna Kuning dan Merah Tidak Cocok?
    • Portofolio Energi Bersih: Nilai Tambah Pertamina dalam Penerapan ESG
    • Respons Dedi Mulyadi Terkait 13 Perempuan Jabar Korban TPPO di NTT, Ungkap Kondisi Korban
    • Mengapa Kepala Sering Pusing Saat Awal Puasa?
    • 9 ide jualan makanan beku saat Ramadan yang laris dan cepat habis
    • Hasil lengkap play-off Liga Champions 19 Februari 2026: Newcastle melaju, Bodo/Glimt kalahkan Inter
    • 6 Tips Produktif Saat Puasa, Teknik Pomodoro Jadi Solusi
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Internasional»Warga Dunia Indonesia dan Masa Depan Diaspora

    Warga Dunia Indonesia dan Masa Depan Diaspora

    adm_imradm_imr20 Februari 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Perubahan Paradigma Kewarganegaraan di Era Mobilitas Global

    Global Citizen of Indonesia (GCI), kebijakan yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Imigrasi pada 26 Januari 2026, bukan sekadar terobosan administratif dalam tata kelola keimigrasian. Ia adalah sinyal perubahan cara pandang negara terhadap diaspora dan keterikatan kebangsaan di era mobilitas global.

    Di tengah dunia yang semakin cair oleh arus manusia, gagasan tentang kewarganegaraan tak lagi berdiri sebagai batas kaku, melainkan sebagai spektrum relasi sosial, historis, dan emosional. GCI menawarkan izin tinggal tetap tanpa batas waktu bagi warga negara asing yang memiliki ikatan kuat dengan Indonesia baik melalui darah, perkawinan, sejarah, maupun hubungan keluarga tanpa mengharuskan mereka melepas kewarganegaraan asal.

    Dalam konteks global, kebijakan ini bukan hal baru. Namun bagi Indonesia, ia menandai langkah penting dalam membaca ulang konsep nasionalisme di tengah realitas diaspora. Pemerintah, melalui Plt. Direktur Jenderal Imigrasi Yuldi Yusman, menegaskan bahwa GCI dirancang sebagai jalan tengah: membuka ruang partisipasi diaspora tanpa mengorbankan prinsip kedaulatan hukum kewarganegaraan. Artinya, negara ingin merangkul tanpa kehilangan kendali.

    Di atas kertas, ini adalah kompromi yang elegan. Namun seperti banyak kebijakan publik lainnya, ujian sesungguhnya terletak pada konsistensi regulasi dan keberanian implementasi.

    Pembelajaran dari Kebijakan India

    Perbandingan dengan kebijakan Overseas Citizenship of India (OCI) menjadi relevan untuk membaca potensi dan risiko GCI. India sejak awal menyadari bahwa diaspora bukan beban identitas, melainkan aset strategis. Filosofi “Once an Indian, Always an Indian” tidak lahir dari romantisme semata, tetapi dari kalkulasi kebijakan jangka panjang.

    OCI memberi status quasi-kewarganegaraan bagi diaspora India dengan hak ekonomi dan sosial yang luas meski tetap membatasi hak politik dan hasilnya terlihat nyata dalam lonjakan remitansi, investasi asing, serta pertumbuhan ekosistem startup. Data menunjukkan bahwa OCI berkontribusi signifikan terhadap transformasi ekonomi India. Remitansi meningkat drastis, FDI melonjak, dan diaspora menjadi jembatan global bagi inovasi dan modal.

    Ini membuktikan bahwa ketika diaspora diberi ruang legal dan kepastian status, keterikatan emosional dapat bertransformasi menjadi kontribusi konkret.

    Potensi dan Tantangan Bagi Indonesia

    Indonesia sesungguhnya memiliki potensi serupa. Dengan sekitar enam juta diaspora di berbagai belahan dunia, peluang peningkatan remitansi dan transfer keahlian terbuka lebar. Selama ini, remitansi Indonesia masih didominasi oleh Pekerja Migran Indonesia di sektor domestik, dengan nilai sekitar US$ 9 miliar per tahun. Angka ini belum mencerminkan potensi diaspora berbasis keahlian profesional, akademisi, teknokrat yang justru menjadi target strategis GCI.

    Namun, peluang besar ini diiringi tantangan serius. GCI saat ini berdiri di atas fondasi regulasi yang relatif rapuh. Penerbitan Permenimipas Nomor 3 Tahun 2025 memang menjadi langkah awal, tetapi tanpa penguatan pada level undang-undang baik revisi UU Keimigrasian maupun UU Kewarganegaraan, kebijakan ini rentan berubah arah seiring dinamika politik dan birokrasi.

    Pengalaman India menunjukkan bahwa keberhasilan OCI tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang formulasi kebijakan yang matang dan berlapis. Inkonsistensi pengaturan, seperti perubahan besaran jaminan keimigrasian dalam waktu singkat, juga menjadi sinyal peringatan. Kebijakan publik yang menyasar diaspora global membutuhkan kepastian hukum yang tinggi.

    Pentingnya Konsistensi Regulasi

    Diaspora adalah kelompok rasional: mereka menimbang stabilitas, kepastian, dan kejelasan manfaat sebelum berkomitmen. Tanpa konsistensi regulasi, GCI berisiko dipersepsi sebagai kebijakan setengah jalan ambisius dalam narasi, tetapi lemah dalam eksekusi.

    Di titik ini, formulasi kebijakan menjadi kunci. Pemerintah perlu membuka ruang dialog yang lebih luas melalui naskah akademik, FGD lintas sektor, serta pelibatan aktif komunitas diaspora sebagai subjek, bukan sekadar objek kebijakan. Target capaian GCI harus dirumuskan secara terukur: apakah fokus pada peningkatan remitansi, transfer teknologi, investasi, atau diplomasi budaya? Tanpa kejelasan tujuan, kebijakan berpotensi berjalan tanpa arah strategis.

    Lebih jauh, GCI seharusnya tidak dilihat semata sebagai layanan keimigrasian, melainkan sebagai bagian dari strategi besar pembangunan nasional. Koordinasi lintas kementerian dari ekonomi, pendidikan, hingga diplomasi menjadi prasyarat mutlak. Diaspora tidak hanya membawa modal finansial, tetapi juga jejaring global, reputasi akademik, dan pengalaman institusional yang dapat memperkuat daya saing Indonesia.

    Kesimpulan

    Global Citizen of Indonesia adalah cermin cara negara memaknai warganya di era global. Apakah diaspora dipandang sebagai bagian dari ekosistem kebangsaan, atau sekadar statistik di luar batas teritorial? Jika GCI dijalankan dengan konsistensi, keberanian regulatif, dan visi jangka panjang, ia dapat menjadi pilar penting menuju Indonesia Emas 2045. Namun jika terjebak dalam inkonsistensi dan pendekatan administratif semata, kebijakan ini akan berhenti sebagai simbol, bukan transformasi.

    Di sinilah GCI diuji: bukan pada seberapa progresif gagasannya, tetapi pada seberapa serius negara mengawal keberlanjutannya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Di Tengah Ancaman Perang, Trump Pantau Pembicaraan Iran di Jenewa

    By adm_imr21 Februari 20260 Views

    Trump: Dewan Perdamaian Janjikan Rp84,2 Triliun untuk Pemulihan Gaza

    By adm_imr21 Februari 20260 Views

    Pangkas Hambatan Non-Tarif, IMF Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 4,1%

    By adm_imr20 Februari 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Hasil Tes Pramusim Moto2 2026: Peringkat Rendah Mario Aji di Jerez Justru Tanda Kemenangan 10 Besar

    21 Februari 2026

    Di genggaman, ngaji.ai bawa Muslim lebih dekat pada Al-Qur’an

    21 Februari 2026

    50 Ucapan Selamat Puasa Ramadan 2026 untuk Media Sosial

    21 Februari 2026

    Dua Rekor Buruk Jersey Keempat Persebaya! Warna Kuning dan Merah Tidak Cocok?

    21 Februari 2026
    Berita Populer

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    Kabupaten Malang 6 Februari 2026

    Kabupaten Malang– Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang menggeledah Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten…

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026

    Kabar Transfer: AC Milan Beralih dari Vlahovic ke Striker Nomor 9

    9 Februari 2026

    Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kukar 2026 dari Kemenag, Download di Sini

    19 Februari 2026
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?