Kunjungan Wisata di Pesisir Selatan Belitung Timur Meningkat Selama Libur Idulfitri 2026
Selama libur Idulfitri 2026, kunjungan wisata ke pesisir selatan Belitung Timur mengalami peningkatan signifikan. Aktivitas wisatawan terlihat meriah sepanjang pekan libur hingga Jumat (27/3/2026), dengan gulungan ombak dan tawa anak-anak menjadi pemandangan khas di berbagai destinasi favorit.
Kepala Bidang Pemasaran dan Kelembagaan Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Disbudpar Belitung Timur, Kristian Ajie, menjelaskan bahwa lonjakan kunjungan saat Lebaran merupakan tren tahunan yang selalu terjadi. Menurutnya, momen Lebaran adalah waktu berkumpulnya keluarga, sehingga banyak masyarakat memilih untuk berwisata bersama kerabat.
Tiga Destinasi Utama yang Paling Ramai
Berdasarkan pemantauan Disbudpar, tiga destinasi utama yang menjadi tujuan wisatawan selama libur Idulfitri adalah Pantai Punai, Pantai Burung Mandi, dan Situ Kulong Minyak. Ketiga tempat ini tetap menjadi favorit karena keindahan alam serta fasilitas yang memadai.
Pantai Punai dan Pantai Burung Mandi masih mempertahankan status sebagai destinasi unggulan. Sementara itu, Situ Kulong Minyak yang relatif baru mulai menarik perhatian wisatawan, terutama warga Manggar dan sekitarnya. Lokasinya yang dekat dengan pusat kota membuat Situ Kulong Minyak menjadi alternatif wisata yang praktis tanpa perlu melakukan perjalanan jauh.
Menurut Ajie, tren ini menunjukkan bahwa selain keindahan, faktor aksesibilitas dan kemudahan menjadi pertimbangan utama wisatawan dalam memilih destinasi. “Tren dari tahun ke tahun, kawasan favorit tetap ramai karena aksesnya mudah dan sudah dikenal luas,” ujarnya.
Selain tiga destinasi utama, sejumlah pantai di sekitar ibu kota kabupaten seperti Pantai Serdang juga dipadati pengunjung. Kedekatan dengan pusat kuliner Manggar membuat kawasan ini menjadi pilihan favorit untuk wisata singkat bersama keluarga.
Fokus pada Keselamatan Wisatawan
Menghadapi lonjakan pengunjung, Disbudpar Belitung Timur meningkatkan upaya pengawasan dan keselamatan. Koordinasi dengan pemerintah desa serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) terus diperkuat untuk memastikan kondisi tetap aman dan kondusif.
“Antisipasi tentu ada. Kami mengimbau melalui media sosial agar pengunjung tetap menjaga keselamatan, baik saat perjalanan maupun saat beraktivitas di lokasi wisata,” kata Ajie. Ia juga menekankan pentingnya penyediaan alat keselamatan di kawasan wisata air, mengingat tingginya aktivitas pengunjung di area pantai.
Promosi Lewat Media Sosial
Di sisi lain, Disbudpar juga mendorong wisatawan untuk turut mempromosikan destinasi wisata melalui media sosial. Menurut Ajie, promosi organik dari pengunjung sangat efektif dalam memperluas jangkauan informasi wisata.
“Kami harap wisatawan bisa sekaligus mempromosikan lewat media sosial masing-masing, agar wisata Belitung Timur semakin dikenal luas,” ujarnya. Dengan meningkatnya kunjungan selama libur Lebaran, pemerintah daerah berharap sektor pariwisata terus tumbuh dan memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal.
“Mudah-mudahan wisata kita memberikan kesan baik, sehingga mereka ingin kembali dan menyebarkan informasi ke luar Belitung,” pungkasnya.







