Peragaan Busana Yohji Yamamoto Autumn/Winter 2026-2027 di Paris Fashion Week Menswear
Peragaan busana Yohji Yamamoto untuk musim Autumn/Winter 2026-2027 telah memukau para penggemar mode saat dipentaskan dalam ajang Paris Fashion Week Menswear. Koleksi yang diberi nama Pour Homme ini menawarkan wawasan mendalam tentang jiwa manusia, menggabungkan estetika khas Yohji Yamamoto dengan elemen-elemen inovatif yang memperkaya pengalaman visual dan konseptual.
Koleksi ini tetap setia pada gaya yang selama ini menjadi ciri khas merek tersebut, yaitu ketidakberaturan yang disengaja. Penataan lapisan yang terlihat sangat matang juga menjadi salah satu hal yang mencuri perhatian. Berikut adalah beberapa poin penting dari koleksi Yohji Yamamoto Pour Homme:
Koleksi Yohji Yamamoto Pour Homme mengambil inspirasi dari sentuhan pragmatis militer dan ketangguhan pakaian kerja
Inspirasi ini terasa jelas dalam desain yang ditampilkan, dengan aksen-aksen yang memberikan kesan kuat dan tahan lama.Tema uniform atau seragam terlihat pada siluet jas panjang abad ke-18 hingga jaket lapangan abad ke-20, memainkan peran sejarah

Desain yang diusung membawa kita kembali ke masa lalu, namun dengan sentuhan modern yang membuatnya tetap relevan.Koleksi ini merupakan mahakarya dalam ketidakberaturan yang disengaja, siluetnya khas, berani, dan berukuran besar

Setiap potongan pakaian dirancang dengan ketidaksempurnaan yang sengaja dibuat, mencerminkan filosofi Yohji Yamamoto yang tidak takut pada ketidakteraturan.Desainnya menggunakan teknik layering yang mahir untuk menciptakan kesan arsitektur yang dapat dikenakan

Teknik penumpukan lapisan ini memberikan dimensi tambahan pada setiap item, menciptakan efek visual yang dinamis.Tekstur tambal sulam dan tepi yang kasar dan belum selesai menggarisbawahi ketertarikan Yamamoto terhadap keindahan usang

Penggunaan tekstur yang tidak rapi dan tidak sempurna mencerminkan nilai-nilai yang dipegang oleh Yohji Yamamoto, yaitu keindahan yang berasal dari ketidaksempurnaan.Ini adalah penjahitan yang menolak polesan steril dari kemewahan tradisional dan lebih memilih keindahan yang tidak sempurna

Dalam setiap detail, terlihat bahwa Yohji Yamamoto lebih memilih keindahan yang alami daripada kesempurnaan yang terlalu dijaga.Mantel dan jaket menampilkan teknik felt yang rumit dengan tepi berbulu untuk meniru efek tumpahan pewarna atau pemutihan

Teknik felt yang digunakan memberikan kesan yang unik, serta menambahkan dimensi visual yang menarik.Celana panjang dirancang dengan bantalan lutut dan pelindung kaki, dilengkapi ritsleting atau tali untuk perlindungan maksimal

Fungsi dan estetika berjalan bersama dalam desain celana ini, menjadikannya sebagai bagian penting dari koleksi.Eksplorasi material berkisar dari wol dan outer berlapis hingga lapisan akhir mengilap yang memberikan tampilan futuristik

Bahan-bahan yang digunakan mencerminkan perpaduan antara tradisi dan inovasi, memberikan tampilan yang segar dan modern.Dalam koleksi ini, gaya sejati ditemukan dalam kemampuan untuk bergerak melewati ketegangan tanpa kehilangan keanggunan

Setiap model terlihat percaya diri dan anggun, meskipun desainnya cukup kompleks.
Meskipun siluetnya cenderung klasik, koleksi ini bisa disebut sebagai sebuah statement yang matang dan mendalam. Hal ini membuktikan bahwa visi Yohji Yamamoto tentang “perisai manusia” lebih relevan saat ini daripada sebelumnya. Apakah kamu tertarik dengan koleksi ini?
















