Berita Populer Regional: Kasus Mark Up Video Profil Desa hingga Penganiayaan oleh Kasat Binmas
Berikut adalah rangkuman berita populer regional yang menjadi perhatian masyarakat selama 24 jam terakhir. Berbagai kasus menarik dan penting telah diungkap, mulai dari dugaan mark up anggaran hingga tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum aparat.
1. Duduk Perkara Amsal Sitepu, Terjerat Kasus Mark Up Video Profil Desa, Terancam Penjara 2 Tahun
Amsal Christy Sitepu, seorang videografer asal Sumatera Utara (Sumut), kini menjadi sorotan setelah dituduh melakukan mark up anggaran pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo. Ia dinyatakan sebagai terdakwa dalam kasus ini dan akan menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Medan pada 1 April 2026 mendatang.
Kasus bermula saat Amsal Sitepu, yang juga menjabat sebagai Direktur CV Promiseland, mengajukan proposal pembuatan video profil ke sejumlah kepala desa. Proposal tersebut diduga disusun secara tidak benar dan/atau dimark up sebagai dasar Rencana Anggaran Biaya (RAB) tahun anggaran 2020 sampai 2022. Menurut analisis ahli dan auditor Inspektorat Kabupaten Karo, biaya satu video seharusnya hanya Rp24.100.000, tetapi Amsal Sitepu memperhitungkannya sebesar Rp30 juta per video.
2. Pembunuhan Staf Bawaslu OKU Selatan, Sakit Hati Jadi Pemicu, Pelaku Serahkan Diri setelah Kabur

Seorang pegawai Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) ditemukan tewas di kediamannya di kawasan Perumahan Walet, Jalan Pemkab Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan. Korban bernama Maria Simaremare (38) ditemukan sudah meninggal dunia setelah warga mencurigai aktivitasnya yang tidak biasa.
Maria dibunuh oleh Suharlan (34), seorang pria yang awalnya kabur setelah kejadian. Setelah beberapa hari melarikan diri, Suharlan akhirnya menyerahkan diri ke Mapolsek Sukarami, Palembang. Dalam interogasi, ia mengakui perbuatannya. Kasus ini menyoroti isu keamanan di lingkungan perumahan dan memicu perhatian publik terhadap keselamatan warga.
3. Nyaris Jadi Korban, Satpam Lolos saat Reklame Setinggi 5 Meter Ambruk di Kota Bandung

Cuaca ekstrem yang melanda Kota Bandung menyebabkan ancaman keselamatan bagi masyarakat. Seorang pria bernama Riswan (27) nyaris tertimpa papan reklame setinggi lima meter yang roboh. Peristiwa terjadi di Jl Soekarno-Hatta, dekat simpang lampu merah Buah Batu, Sabtu (28/3/2026).
Saat kejadian, Kota Bandung sedang dilanda hujan deras disertai angin kencang. Riswan, seorang satpam restoran cepat saji, sedang berada di posnya yang berada di bawah papan reklame. Tiba-tiba, papan reklame tersebut roboh tanpa adanya suara. Beruntung, ia berhasil menyelamatkan diri dengan berlari menjauh sebelum papan reklame jatuh.
4. Samarkan Mercon Jadi Cat, Warga Sumenep Jadi Tersangka Ledakan Semarang

Kasus ledakan maut di Kampung Pondok, Gayamsari, Kota Semarang, kini memasuki babak baru. Polisi resmi menetapkan seorang pria berinisial SR sebagai tersangka. Ia diduga menjadi penjual bahan peledak yang memicu tragedi yang merenggut nyawa seorang bocah berusia 9 tahun, Gilang, serta melukai anggota keluarganya.
SR ditangkap di Sumenep, Jawa Timur, Kamis (26/3/2026). Setelah pemeriksaan intensif, ia ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. SR diketahui menjalankan bisnis ilegal ini sejak 2025. Ia menjual bahan peledak melalui marketplace seperti TikTok dan Shopee, dengan menyamarkan nama produk menjadi “cat super” agar tidak menimbulkan kecurigaan.
5. Aniaya Warga, Kasat Binmas Polres Bulukumba Mengaku Khilaf karena Rumah Orang Tuanya Dilempari Batu

AKP Abdul Rahman Mubin, Kasat Binmas Polres Bulukumba, mengaku khilaf hingga menganiaya seorang warga bernama Karim. Penganiayaan itu terjadi di tahanan Polsek Kajang, Kamis (26/3/2026) malam.
Abdul Rahman Mubin menganiaya Karim lantaran emosi setelah mendapat kabar bahwa rumah orangtuanya di Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, dilempari batu oleh seseorang. Setibanya di lokasi, ia menemukan rumah panggung milik orang tuanya dalam kondisi berantakan. Setelah peristiwa penganiayaan, ia baru mengetahui terdapat perselisihan antara korban Karim dengan pihak lain. Hal inilah diduga pemicu aksi pelemparan dan pengrusakan.







