Lima Destinasi Soto Legendaris yang Wajib Dikunjungi di Solo
Solo bukan hanya kota budaya, tetapi juga surga bagi para pecinta kuliner tradisional Jawa Tengah. Di antara berbagai hidangan yang menggugah selera, soto khas Solo dengan kuah bening, gurih, dan segar selalu menjadi primadona, terutama saat cuaca sedang panas. Berikut adalah lima destinasi soto legendaris yang wajib masuk dalam daftar kunjungan Anda ke Kota Surakarta.
1. Soto Bati’ah: Permata Tersembunyi dengan Sambal Hitam Khas
Meski nama Soto Bati’ah mungkin belum sepopuler kedai lain di media sosial, tempat ini merupakan harta karun bagi warga lokal. Kuahnya yang kaya akan kaldu daging memberikan sensasi yang memenuhi lidah. Lokasinya berada di Jl. Samratulangi No.33, Manahan, Banjarsari. Jam operasional mulai pukul 07.00 hingga 15.00 WIB. Harga untuk satu mangkuk berkisar antara Rp 15.000 hingga Rp 23.000.
Keunikan Soto Bati’ah terletak pada variasi menunya yang sangat lengkap, termasuk soto daging, soto koyot, dan soto cakar yang empuk. Namun, bintang utamanya adalah tempe goreng yang selalu hangat dan sambal hitam khas yang membuat rasa semakin nikmat. Tips dari pelanggan setia: celupkan tempe ke dalam kuah yang sudah diberi perasan jeruk nipis untuk sensasi rasa yang bikin nagih!
2. Soto Gading: Langganan Presiden, Cita Rasa Nostalgia
Soto Gading adalah ikon kuliner yang tidak lengkap jika dibicarakan tanpa menyebutnya. Kedai ini sering dikunjungi oleh tokoh nasional. Daya tarik utamanya adalah soto ayam kuah bening yang disajikan dengan meja penuh piring-piring kecil berisi sate-satean, martabak, dan gorengan. Lokasi berada di Jl. Brigjen Sudiarto No.75, Joyosuran, Pasar Kliwon. Jam operasional mulai pukul 06.00 hingga 16.00 WIB. Harganya berkisar antara Rp 9.000 hingga Rp 19.000.
Meskipun tempatnya selalu ramai, pelayanan di sini sangat cepat dan ramah. Jangan lupa memesan es jeruknya yang konon merupakan salah satu yang paling segar di kota ini.
3. Soto Pleret: Makan Siang Syahdu di Pinggir Sawah
Jika ingin menikmati soto dengan suasana yang lebih tenang, Soto Pleret adalah pilihan yang tepat. Berbeda dengan kedai soto di pusat kota yang hiruk pikuk, tempat ini menawarkan panorama persawahan dan bangunan bergaya klasik dengan dekorasi kayu antik. Lokasi berada di Jl. Pleret Utama No.89, Banyuanyar, Banjarsari. Jam operasional mulai pukul 06.30 hingga 15.00 WIB. Harganya dimulai dari Rp 12.000.
Dengan harga yang sangat bersahabat, Anda bisa menikmati semangkuk soto hangat sembari merasakan angin semilir. Tempatnya yang bersih dan luas menjadikannya pilihan paling family-friendly untuk rombongan keluarga.
4. Soto Triwindu: Autentik di Dalam Gang
Tersembunyi di balik kawasan Keprabon, Soto Triwindu menawarkan pengalaman kuliner yang autentik. Meski lokasinya berada di dalam gang, kedai ini tak pernah sepi. Kuahnya bening namun kaya rasa, dipadukan dengan tauge renyah dan daging yang lembut. Lokasi berada di Jl. Teuku Umar, Keprabon, Banjarsari (Belakang kedai kopi populer). Jam operasional mulai pukul 05.30 hingga 15.00 WIB. Harganya berkisar antara Rp 18.000 hingga Rp 25.000.
Sistem di sini cukup unik; saat ramai, sebaiknya satu orang mengantre pesanan sementara yang lain mencari tempat duduk di tiga titik area makan yang tersedia. Tambahkan sosis Solo atau telur puyuh sebagai pelengkap agar makan siang Anda semakin sempurna.
5. Soto Kirana: Konsistensi Rasa yang Premium
Bagi yang mencari kenyamanan ekstra, Soto Kirana adalah destinasi yang tepat. Sudah berdiri selama puluhan tahun, kedai ini menjaga kualitas rasa yang tetap konsisten. Tak hanya soto, mereka juga menyediakan aneka menu lain seperti pecel, gudangan, hingga asem-asem kikil. Lokasi berada di Jl. Moh. Yamin No.68, Jayengan, Serengan. Jam operasional mulai pukul 06.00 hingga 15.00 WIB. Harganya berkisar antara Rp 18.000 hingga Rp 23.000.
Banyak penikmat kuliner merekomendasikan sate parunya untuk dicelupkan langsung ke dalam kuah soto. Meski harganya sedikit di atas rata-rata warung soto lainnya, fasilitas yang bersih dan rasa yang mewah membuatnya sangat sepadan.
Setiap sudut Kota Solo memang punya cerita melalui kulinernya. Dari sambal hitam Soto Bati’ah hingga suasana klasik Soto Pleret, mana yang akan menjadi tujuan makan siang Anda hari ini?







