Pandji Pragiwaksono Menghadapi Enam Laporan Hukum Terkait Stand-Up Comedy “Mens Rea”
Komika ternama Indonesia, Pandji Pragiwaksono, kini tengah menghadapi enam laporan hukum terkait materi stand-up comedy-nya yang berjudul Mens Rea yang tayang di Netflix. Laporan ini mencakup lima laporan polisi dan satu aduan masyarakat, yang sedang ditangani oleh Polda Metro Jaya.
Pada Jumat (6/2/2026), Pandji hadir untuk memberikan klarifikasi di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, didampingi kuasa hukumnya sekaligus pendiri Lokataru Foundation, Haris Azhar. Dalam kesempatan tersebut, Haris menjelaskan bahwa proses klarifikasi bukan hanya sekadar penyidik meminta keterangan dari Pandji, tetapi juga menjadi ruang bagi kliennya untuk memahami secara detail laporan-laporan yang ditujukan kepadanya.
Haris menyampaikan bahwa Pandji juga akan menyampaikan hasil pertemuannya dengan pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang berlangsung pada Selasa (3/2/2026). “Kalau ditanya kami sampaikan, kalau tidak ditanya kita sampaikan juga, ngobrol saja,” ujar Haris.
Sementara itu, Pandji memilih untuk irit bicara. Ia hanya berjanji akan menyampaikan hasil klarifikasi setelah proses tersebut selesai. “Yang disampaikan akan lebih seru dan menyenangkan setelah lewatin prosesnya, nanti ketemu lagi sore,” ujarnya singkat.
Rincian 6 Laporan Terkait Mens Rea
Polda Metro Jaya mencatat, terdapat enam laporan yang mempermasalahkan materi Mens Rea. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, membeberkan kronologi dan identitas para pelapor:
Laporan pertama
Dilayangkan oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah, diwakili koordinatornya Rizki Abdul Rahman Wahid. Laporan ini teregistrasi dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/Polda Metro Jaya tertanggal 8 Januari 2026.Laporan kedua
Masuk dua hari kemudian dalam bentuk aduan masyarakat (dumas) dari seorang pelapor berinisial BU.Laporan ketiga
Sepekan setelah laporan pertama, pelapor berinisial FW turut melaporkan Pandji dan bergabung dalam barisan pelapor pada 16 Januari 2026.Laporan keempat
Dilayangkan oleh seorang pemuka agama dari Front Pembela Islam (FPI), Ustadz Habib Novel Chaidir Hasan atau Novel Bamukmin, sehari setelah laporan FW.Laporan kelima
Datang dari Majelis Pesantren Salafiyah (MPS) Banten melalui pengurusnya, Sudirman, yang mengaku tersinggung dengan materi Mens Rea.Laporan keenam
Pada hari yang sama, seorang pelapor berinisial F juga membuat laporan polisi dengan substansi serupa.
Pasal yang Disangkakan
Menurut Budi, keenam laporan tersebut menjerat Pandji dengan dugaan penghasutan dan penghinaan agama. Pasal yang digunakan antara lain:
- Pasal 300 dan/atau 301 KUHP baru
- Pasal 242 dan/atau 243 KUHP baru
- Pasal 28 Undang-Undang ITE
Sejauh ini, polisi telah memeriksa 10 orang, terdiri dari pelapor dan saksi. “Kami harus mendalami dari pelapor dulu, yang kedua saksi-saksi siapa yang melihat dan mendengar peristiwa kejadian,” kata Budi. Penyidik juga akan meminta keterangan sejumlah ahli, termasuk ahli bahasa dan ahli ITE, untuk menilai substansi materi yang dilaporkan.
Selain itu, keabsahan barang bukti berupa rekaman akan dianalisis secara mendalam. “Apakah rekaman tersebut ada rekayasa, ada editing, lalu dipersesuaikan,” ujar Budi. Dalam proses penyelidikan, polisi juga telah memeriksa dua komika pembuka acara Mens Rea, yakni DWN dan AAD, sebagai saksi.
Konten Mens Rea yang Viral
Mens Rea adalah pertunjukan stand-up comedy spesial komika Pandji Pragiwaksono yang tayang di Netflix sejak 27 Desember 2025 dan menjadi viral. Mens Rea bahkan berhasil menduduki peringkat pertama kategori TV Shows di Netflix.
Mens Rea viral karena materi Pandji Pragiwaksono yang kocak dan berani. Dalam pertunjukan itu, Pandji banyak mengulas isu sosial dan politik yang sedang hangat. Ia menghadirkan sudut pandang observasional yang tajam, lugas, dan berani.
Lewat materinya, Pandji mengkritik kekacauan dinamika politik setelah Pemilu 2024. Perilaku dan sikap pejabat publik menjadi salah satu sasaran utama pembahasannya. Sejumlah figur berpengaruh yang biasanya dianggap sensitif turut disentuh secara terbuka, termasuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Presiden Prabowo Subianto, hingga artis sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad.
Topik-topik yang diangkat dipandang selaras dengan realitas demokrasi di Indonesia saat ini. Seluruh gagasan tersebut dikemas dalam bentuk komedi satire yang cerdas. Sajian humornya tidak sekadar memancing tawa, tetapi juga merangsang penonton untuk berpikir kritis.
Sebelumnya, Mens Rea telah dipentaskan dalam rangkaian tur ke 10 kota di Indonesia sepanjang tahun 2025. Puncak acara Mens Rea oleh Pandji Pragiwaksono digelar di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, pada 30 Agustus 2025. Acara itu memecahkan rekor sebagai pertunjukan komedi terbesar di Asia Tenggara dengan 10.000 penonton.
Acara ini telah tersedia di Netflix dan bahkan trending. Dalam konferensi pers pada April 2025, Pandji menegaskan bahwa pertunjukan ini dimaksudkan sebagai sarana edukasi politik melalui komedi. “Ini bentuk edukasi politik lewat komedi. Penginnya membuat orang lebih mengerti bahwa kita sebagai pelaku demokrasi itu seharusnya lebih pintar dan mawas diri,” ungkap Pandji Pragiwaksono.







