Tips Menanam Terong Hijau di Rumah
Terong hijau merupakan salah satu jenis sayuran yang sangat populer dan sering digunakan dalam berbagai masakan. Biasanya, terong menjadi bahan pelengkap untuk masakan berkuah seperti sayur asam, sayur lodeh, atau sayur sop. Selain itu, terong juga bisa digoreng atau dimasak dalam bentuk tumisan. Kandungan nutrisi yang kaya membuat terong hijau memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan dan pertumbuhan tubuh manusia.
Untuk menekan biaya pengeluaran, terong hijau bisa ditanam sendiri di rumah. Cara menanamnya tidak terlalu sulit, dan banyak orang telah berhasil melakukannya. Salah satu contoh adalah cara yang diajarkan oleh orangtua Andrew Kalaweit, Prada Kalaweit. Andrew adalah seorang YouTuber dan aktivis lingkungan yang tinggal di tengah hutan di Kalimantan Tengah. Berikut ini beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menanam terong hijau di rumah:
1. Siapkan Media Tanam yang Tepat
Media tanam yang digunakan harus berupa campuran tanah, pupuk kandang, sekam bakar, dan serbuk gergaji. Sebelum menanam, tanah perlu digemburkan agar akar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Tanah yang keras akan menghambat perkembangan akar, sehingga bisa menyebabkan tanaman mati. Oleh karena itu, penggemburan tanah merupakan langkah penting sebelum menyemai benih.
2. Semai Bibit Setelah Tanah Digemburkan

Setelah tanah digemburkan, langkah selanjutnya adalah menyemai bibit terong hijau ke beberapa bagian tanah. Pastikan memberi ruang antara setiap benih agar tanaman tidak saling bertabrakan saat tumbuh. Setelah disemai, benih tersebut perlu dikubur sedikit di dalam tanah, namun jangan terlalu dalam.
3. Siram Benih dengan Air Secukupnya

Setelah benih ditanam, siramlah dengan air secukupnya. Jangan terlalu banyak, karena kelebihan air bisa menyebabkan akar atau benih menjadi busuk. Kondisi ini juga bisa menyebabkan tanaman kurang mendapat nutrisi dan berisiko mati.
4. Rutin Menyiram Tanaman Setiap Hari

Setelah 8 hari, tunas tanaman akan mulai muncul. Untuk memastikan pertumbuhan yang merata, rutinlah menyiram tanaman setiap hari dengan jumlah air yang cukup. Pada usia 25 hingga 35 hari, tanaman akan berkembang menjadi tanaman remaja dengan ukuran yang lebih besar.
5. Beri Pupuk Setelah Satu Bulan

Setelah satu bulan, berikan pupuk pada tanaman. Ulangi pemberian pupuk setiap dua minggu sekali. Pilih pupuk organik karena kandungannya dapat membantu tanaman tumbuh lebih sehat dan kuat.
6. Potong Daun Kering yang Muncul

Pada usia 48 hari, tanaman sudah mulai dewasa. Di usia 72 hari, daun-daun tanaman mulai mengering. Ini adalah hal wajar terutama jika tanaman ditanam secara organik. Untuk menjaga kesehatan tanaman, potonglah daun yang mengering dan gemburkan tanah jika sudah terlalu keras.
7. Panen Saat Terong Sudah Matang

Setelah 81 hari, tanaman akan menghasilkan bunga yang menjadi awal dari buah terong. Di usia 96 hari, bunga tersebut akan berkembang menjadi buah kecil. Buah ini akan terus tumbuh hingga menjadi terong hijau yang matang. Saat mencapai kematangan, terong siap dipanen.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda bisa menanam terong hijau sendiri di rumah. Proses ini tidak hanya ekonomis, tetapi juga memberikan pengalaman menanam yang menyenangkan. Dengan begitu, Anda bisa menikmati hasil panen sendiri tanpa harus membeli dari pasar.






