Tips Mengatasi Penurunan Produksi ASI
Produksi ASI yang tiba-tiba berkurang bisa menjadi sumber kekhawatiran bagi banyak ibu. Terlebih ketika bayi tampak belum puas setelah menyusu. Namun, dalam beberapa kondisi seperti kelelahan, stres, kurang istirahat, atau asupan nutrisi yang belum optimal, produksi ASI bisa saja menurun. Untuk mengatasinya, banyak ibu memilih untuk memperbaiki pola menyusui, menjaga hidrasi, dan bahkan mengonsumsi suplemen atau ASI booster yang mengandung bahan herbal maupun nutrisi pendukung.
Berikut ini adalah beberapa rekomendasi suplemen yang dapat membantu meningkatkan produksi ASI:
1. Mom Uung ASI Booster
Mom Uung ASI Booster cukup populer di kalangan ibu menyusui. Suplemen ini mengandung kombinasi bahan alami seperti ekstrak daun kelor dan ikan gabus yang dikenal kaya protein. Kandungan tersebut dipercaya dapat membantu mendukung kualitas dan kuantitas ASI. Bentuknya kapsul sehingga praktis dikonsumsi setiap hari. Produk ini cocok bagi Mama yang mencari ASI booster herbal dengan harga terjangkau dan mudah ditemukan di marketplace. Harga Rp120.000 (60 Kapsul).
2. Mama’s Choice Almond Powder

Berbeda dari kapsul, produk ini berbentuk bubuk minuman yang bisa diseduh dan mengandung almond, daun katuk, dan fenugreek, dimana dapat dijadikan sebagai minuman nutrisi pendukung ibu menyusui. Selain membantu mendukung produksi ASI, minuman ini juga dapat menjadi tambahan asupan energi harian. Cocok untuk Mama yang lebih nyaman mengonsumsi booster dalam bentuk minuman hangat atau smoothie. Harga Rp123.636 (3 Box).
3. Asifit

Asifit merupakan suplemen pelancar ASI yang cukup dikenal dan diproduksi oleh perusahaan farmasi di Indonesia. Kandungannya meliputi ekstrak daun katuk serta vitamin B kompleks yang membantu mendukung metabolisme tubuh. Selain itu, kombinasi herbal dan vitamin membuat produk ini dapat membantu menjaga kelancaran produksi ASI sekaligus menunjang stamina Mama selama menyusui. Harga Rp80.300 (30 Kaplet).
4. Asimor

Asimor adalah salah satu pilihan ASI booster dengan harga relatif ekonomis. Produk ini mengandung bahan herbal seperti daun katuk dan ekstrak ikan gabus yang kerap digunakan dalam suplemen ibu menyusui. Bentuknya kaplet dan mudah dikonsumsi sesuai aturan pakai. Produk ini bisa menjadi alternatif bagi Mama yang ingin mencoba suplemen herbal dengan harga lebih terjangkau. Harga Rp83.989 (30 Kaplet).
5. Herbilogy Breastfeeding Booster

Herbilogy Breastfeeding Booster mengandung kombinasi daun kelor, daun katuk, serta herbal lain yang diformulasikan khusus untuk ibu menyusui. Daun kelor dikenal kaya zat besi dan nutrisi penting yang membantu menjaga daya tahan tubuh. Selain itu, dengan nutrisi yang cukup, tubuh Mama dapat bekerja lebih optimal dalam memproduksi ASI. Produk ini hadir dalam bentuk kapsul yang praktis untuk konsumsi harian. Harga Rp80.000 (1 Box).
6. MamaBear teh pelancar ASI

Bagi Mama yang lebih menyukai herbal dalam bentuk minuman, teh pelancar ASI bisa menjadi pilihan yang mengandung bahan herbal seperti daun katuk dan rempah pendukung lainnya. Minuman ini dapat diiseduh seperti teh biasa dan bisa menjadi teman relaksasi sekaligus upaya mendukung produksi ASI. Selain itu, minuman hangat juga dapat membantu Mama merasa lebih rileks, yang secara tidak langsung mendukung proses menyusui. Harga Rp55.552 (1 Box).
7. Lactamor

Lactamor merupakan suplemen ASI booster yang mengandung kombinasi herbal tradisional untuk membantu mendukung produksi ASI. Biasanya diformulasikan dengan ekstrak daun katuk dan bahan alami lainnya. Produk ini banyak dipilih Mama karena mudah ditemukan di marketplace serta tersedia dalam kemasan praktis untuk konsumsi rutin. Harga Rp122.988 (60 Kaplet).
Inilah 7 rekomendasi suplemen booster ASI untuk Mama, namun tetap diingat bahwa suplemen hanyalah pendukung, bukan solusi utama. Sebab, kelancaran ASI tetap berasal dari menyusui atau pumping yang rutin, pelekatan yang tepat, asupan cairan cukup, nutrisi seimbang, serta kondisi emosional yang stabil. Selain itu, jika produksi ASI terasa menurun drastis atau si Kecil menunjukkan tanda kurang asupan, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.







