Kugy dan Keenan sebagai Representasi Dua Jiwa Seni serta Mimpi yang Diperjuangkan
Karakter Kugy dan Keenan digambarkan sebagai dua individu yang memiliki passion seni namun berbeda dalam cara mengekspresikannya. Kugy, yang sadar bahwa realita tidak selalu indah seperti yang dibayangkannya, memilih untuk menciptakan dongeng sebagai tempatnya merasa nyaman. Sementara itu, Keenan, seorang pelukis muda yang jenius, hidup di bawah bayang-bayang ekspektasi ayahnya. Ia mencari jalan untuk bebas mengekspresikan diri meskipun dunia mengharapkan dirinya menjadi orang lain. Keduanya menunjukkan cara yang berbeda dalam menegaskan identitas masing-masing.
Ketika mereka bertemu di antara jutaan manusia, seolah semesta memberi jeda. Mereka bertemu dalam perjalanan hidup yang penuh dengan pilihan, mimpi, dan perasaan yang tidak selalu mudah diungkapkan. Namun, di dalam hati mereka percaya bahwa suatu hari nanti cerita dan karya mereka akan saling bertemu, seperti hati dan mimpi yang ditakdirkan untuk bersama.
Perjalanan Personal Aktor lewat Panggung Musikal Perahu Kertas

Bagi Alya Syahrani, yang memerankan Kugy, musikal Perahu Kertas menjadi perjalanan artistik yang sangat personal. Ini adalah panggung ketujuhnya, dan menurutnya setiap proses produksi meninggalkan kesan yang kuat serta semakin memperkuat kecintaannya pada dunia teater.
“Perahu Kertas memiliki kedekatan emosional tersendiri bagiku, karena berbicara tentang mimpi dan pencarian jati diri. Melalui proses ini, aku kembali diingatkan pada alasan awal aku jatuh cinta pada seni panggung,” kata Alya dalam konferensi pers kedua pada Rabu (21/1/2026).
Sementara itu, bagi Marsha Lavinia sebagai pemeran Luhde, ia menambahkan bahwa proses produksi dan latihan membuka wawasannya sebagai performer. Ini merupakan pengalaman pertamanya dalam musikal teater.
“Ini adalah panggung musikal pertamaku dan prosesnya sangat membuka wawasanku sebagai performer. Aku belajar menyatukan bernyanyi, berakting, dan bercerita melalui karakter dalam satu pertunjukan. Peran Luhde menjadi pengalaman yang sangat berharga dan membentuk langkah awalku di dunia musikal,” ujarnya pada kesempatan yang sama.
Kisahnya Dekat dengan Keseharian dan Pengalaman Hidup

Kedekatan cerita Perahu Kertas dengan kehidupan sehari-hari juga dirasakan oleh para pemerannya. Dewara Zaqqi, pemeran Keenan, menilai karakter Keenan yang imajinatif relevan dengan kehidupannya dan sebagian orang.
“Ketertarikanku mengikuti audisi musikal Perahu Kertas berangkat dari kecintaanku pada film dan novel Perahu Kertas. Cerita ini terasa begitu dekat dengan keseharianku dan aku bisa melihat banyak pengalaman hidupku tercermin dalam karakter Keenan. Aku berharap musikal Perahu Kertas, sebagai panggung musikal kelima dalam perjalanan karierku, dapat membawaku selangkah lebih dekat menuju mimpiku untuk menjadi seorang aktor,” ungkap Zaqqi.
Perbedaan Musikal dengan Versi Film Sebelumnya

Perbedaan musikal Perahu Kertas dengan versi film terletak pada fokus ceritanya. “Cerita diadaptasi dari novel dengan lebih menekankan keberanian menghidupkan mimpi, bukan kisah percintaan, berbeda dengan film,” ungkap Billi Gamaliel.
Berbeda dengan film dan bukunya, adaptasi ini menghadirkan pengalaman panggung yang memadukan musik, sastra, dan teater. Alih-alih menonjolkan percintaan, cerita musikal lebih menekankan keberanian Kugy dan Keenan dalam menghidupkan lagi mimpi.
“Setiap proses adaptasi dilakukan dengan tetap menjaga esensi cerita. Apa pun yang dilakukan selalu mendapat izin dari Dee Lestari, karena kita ingin menjaga roh cerita dalam novel,” ungkap Widya Arifianti selaku penulis naskah ditemui dalam acara yang sama.
Lewat musikal Perahu Kertas, Kugy dan Keenan akan menghidupkan lagi mimpi mereka dengan berani yang dipadukan dengan musik, sastra serta teater. Kisah ini dekat secara emosional dengan banyak orang. Mama tertarik untuk menonton musikal Perahu Kertas?







