Persiapan Sambut Ramadhan 1447 H: Menyambut Bulan Suci dengan Kesiapan Spiritual dan Fisik
Ramadhan adalah bulan yang penuh makna dan keutamaan bagi umat Islam di seluruh dunia. Dalam khutbah Jumat pada 13 Februari 2026, tema “Persiapan Sambut Ramadhan 1447 H, Ketahui Keutamaannya” menjadi pengingat penting bagi jamaah untuk mempersiapkan diri secara lahir dan batin sebelum memasuki bulan suci ini.
Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa saja yang berpuasa Ramadhan dengan penuh iman dan mengharap ridha Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. Hal ini menunjukkan betapa besar rahmat dan kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya. Oleh karena itu, persiapan menyambut Ramadhan tidak hanya berupa kesiapan fisik untuk berpuasa, tetapi juga kesiapan spiritual dengan memperbanyak doa, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta membersihkan hati dari kebencian dan iri.
Bulan suci Ramadhan disebut sebagai sayyidusy syuhur atau penghulu segala bulan, karena di dalamnya terdapat berbagai keutamaan yang tidak ditemukan pada bulan lainnya. Di bulan ini, pintu surga dibuka selebar-lebarnya, pintu neraka ditutup serapat-rapatnya, dan setan pun dibelenggu. Selain itu, malam Lailatul Qadar memiliki keistimewaan yang lebih baik daripada seribu bulan.
Khutbah Jumat ini juga menekankan bahwa persiapan Ramadhan harus dilakukan sejak bulan Syaban. Rasulullah SAW memperbanyak puasa sunnah di bulan Syaban sebagai latihan sebelum Ramadhan. Hal ini menjadi teladan bahwa persiapan ibadah tidak boleh dilakukan secara mendadak, melainkan dengan pembiasaan sejak sebelum Ramadhan tiba. Ketika Ramadhan datang, seorang muslim sudah siap secara lahir dan batin untuk menjalani ibadah dengan penuh kesungguhan.
Dalam khutbah tersebut, juga disampaikan bahwa Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an, bulan penuh ampunan, dan bulan dilipatgandakannya pahala. Selain itu, puasa memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki ritual ibadah lainnya. Dalam hadits qudsi dikatakan bahwa:
“Setiap amal yang dilakukan anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa, itu untuk-Ku dan Aku yang langsung membalasnya.”
Hal ini menunjukkan bahwa puasa merupakan bentuk ibadah yang sangat istimewa, karena hanya Allah SWT yang tahu keberhasilan seseorang dalam menjalankannya. Puasa juga menjadi cara untuk menahan diri dari tindakan yang dilarang agama, sehingga dapat mengurangi dorongan hawa nafsu yang bisa membawa manusia ke perbuatan dosa.
Di era modern ini, banyak para pakar yang membuktikan berbagai manfaat yang didapat oleh orang yang berpuasa. Dalam bidang psikologi, puasa dapat menyebabkan pelepasan produksi protein ke otak yang dinamakan BDNF (Brain Derived Neurotropic Factor). Protein otak yang dilepaskan ini memiliki efek yang mirip dengan obat-obatan anti depresan sehingga tingkat kecemasan, stres, dan depresi ringan bisa menurun.
Dalam bidang kedokteran, para dokter mengungkapkan manfaat puasa adalah mengistirahatkan organ pencernaan tubuh yang sebelumnya dipaksa terus-menerus untuk bekerja, serta membersihkan jasmani dari racun-racun yang membahayakan. Puasa juga memiliki dampak sosial yang luar biasa. Sebab dengan berpuasa orang akan merasakan letih, lapar, dan haus. Dengan itu manusia diharapkan akan sadar dan lebih tergerak hatinya untuk berbelas kasih dan berbagi dengan orang-orang yang kesulitan secara ekonomi.
Demikianlah banyak sekali keutamaan dan manfaat dari bulan Ramadhan. Maka sudah seyogyanya dalam bulan Ramadhan ini kita umat Islam supaya lebih meningkatkan amal ibadah dan kebersihan hatinya dengan melaksanakan segala bentuk kewajiban dan kesunahan.







