Masjid Negara IKN Siap Jadi Pusat Kegiatan Ibadah Ramadan 1447 H
Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) akan menjadi pusat kegiatan ibadah selama Ramadan 1447 Hijriah. Tahun ini, Menteri Agama RI dijadwalkan memberikan tausiyah pada malam kedua salat tarawih di masjid yang berada di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Keputusan ini disampaikan oleh Wakil Menteri Agama R. Muhammad Syafi’i saat meninjau langsung kesiapan sarana ibadah di IKN.
Pembangunan masjid tersebut telah memasuki tahap penyelesaian akhir. Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, menyatakan bahwa secara struktur dan fungsi utama, masjid sudah siap digunakan. Fokus saat ini adalah memastikan kelengkapan fasilitas interior dan kenyamanan di dalamnya agar pelaksanaan ibadah selama satu bulan penuh nanti berjalan lancar.
Selain kegiatan salat fardu dan tarawih, Otorita IKN juga merancang ekosistem Ramadan yang hangat. Berbagai kegiatan seperti bazar kuliner Ramadan, safari Ramadan, hingga pengajian rutin akan digelar untuk menghidupkan suasana Nusantara di sela-sela pembangunan fisik yang terus berjalan.
Simbol Keberagaman di Plaza Bhinneka Tunggal Ika
Tidak hanya bersiap menyambut umat Muslim, IKN juga menyiapkan tempat ibadah untuk agama-agama lain. Dalam kunjungan yang sama, Wamenag meninjau progres pembangunan Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius yang diproyeksikan menjadi Basilika pertama di IKN. Saat ini, pembangunan gereja tersebut telah memasuki tahap finishing interior.
Wamenag menekankan bahwa pembangunan rumah ibadah di IKN dilakukan secara inklusif. Fasilitas ibadah bagi umat Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu juga direncanakan akan dibangun pada tahap pengembangan berikutnya. IKN adalah miniatur Indonesia di mana toleransi adalah napas utamanya.
Kunjungan kerja ini ditutup dengan aksi simbolis penanaman pohon di kawasan Plaza Bhinneka Tunggal Ika.
Kesiapan Layanan Dasar untuk ASN
Otorita IKN memastikan kesiapan layanan dasar sebagai penopang utama rencana perpindahan aparatur sipil negara (ASN) ke ibu kota baru. Pemerintah menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan mendasar menjadi faktor kunci agar ASN dapat bekerja dan menetap dengan nyaman di IKN.
Berbagai sektor layanan dipercepat, mulai dari kesehatan, pendidikan, jaminan sosial, hingga fasilitas peribadatan. Seluruhnya disiapkan untuk mendukung kehidupan ASN beserta keluarga, khususnya di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Masjid Negara IKN dirancang sebagai pusat interaksi sosial. Otorita pun telah menyiapkan rangkaian kegiatan yang padat, mulai dari salat fardu lima waktu, salat Jumat, hingga kajian khusus yang menyasar berbagai segmen penghuni IKN.
“Masjid Negara IKN kami siapkan sebagai pusat kegiatan ibadah dan kebersamaan. Kami mengajak seluruh Sahabat Insan OIKN memeriahkan Ramadan di sini, yang juga akan dilengkapi dengan bazar Ramadan dan takjil berbuka puasa,” ujar Suwito dikutip Kompas.com, Rabu (11/2/2026).
Ekosistem Dasar yang Semakin Utuh
Penyediaan fasilitas peribadatan ini melengkapi infrastruktur dasar lainnya yang juga diklaim sudah melampaui standar nasional. Di sektor kesehatan, tiga rumah sakit (RS Hermina, RS Mayapada, dan RSUP Kemenkes) telah beroperasi dengan rasio tempat tidur mencapai 2 hingga 3 unit per 1.000 penduduk, jauh di atas rata-rata nasional.
Sementara itu, di sektor pendidikan, sekolah terpadu dari jenjang PAUD hingga SMA akan menyambut tahun ajaran baru, didukung oleh kehadiran institusi ternama seperti Sekolah Taruna Nusantara dan sekolah internasional lainnya.
Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik Otorita IKN, Troy Pantouw, melihat kesiapan pelayanan peribadatan sebagai instrumen vital untuk membangun ketahanan mental para pionir Nusantara. “Kesiapan pelayanan peribadatan menjadi bagian penting dalam membangun kenyamanan, ketenangan batin, dan ketahanan mental ASN dalam menjalani proses perpindahan,” ungkap Troy.







