Pemerintah Inggris Berikan Bantuan Militer Senilai 500 Juta Pound Sterling untuk Ukraina
Pemerintah Inggris telah mengumumkan akan memberikan bantuan militer senilai 500 juta pound sterling atau sekitar Rp11,4 triliun kepada Ukraina. Pengumuman ini dilakukan oleh Kementerian Pertahanan Inggris pada Kamis (12/2/2026). Bantuan ini bertujuan untuk membantu Ukraina dalam menghadapi serangan pasukan Rusia yang terus berlangsung.
Menurut pernyataan Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, bantuan militer ini diberikan agar Ukraina dapat bertahan dari ancaman serangan yang menargetkan rumah-rumah penduduk dan infrastruktur energi. Ia menyatakan bahwa saat ini, negara-negara Barat lebih komitmen daripada sebelumnya untuk mendukung Ukraina dalam menghadapi invasi yang sudah memasuki tahun kelima.
Bantuan Militer Berisi Paket Senjata Lengkap
Dalam pernyataannya, John Healey menjelaskan bahwa bantuan militer yang diberikan Inggris kepada Ukraina berisi paket senjata lengkap. Paket tersebut mencakup 1.000 Rudal Multiguna Ringan (LMM), 1.200 rudal pertahanan udara, dan 200.000 butir amunisi artileri. Semua senjata ini dirancang untuk menangkal serangan drone pasukan Rusia. Selain itu, Ukraina juga sedang kekurangan senjata untuk melawan serangan yang semakin meningkat.
Healey menambahkan bahwa sebanyak 150 juta pound sterling atau sekitar Rp3 triliun dari total bantuan militer akan digunakan untuk membeli kebutuhan senjata mendesak (PURL) yang telah ditentukan oleh NATO. Kebutuhan senjata ini termasuk sistem pertahanan udara untuk menangkal serangan drone.
Bantuan Militer Diberikan Saat Rusia Masih Menyerang Ukraina
Bantuan militer dari Inggris diberikan di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina yang masih berlangsung. Serangan terbaru terjadi di wilayah Donetsk pada malam hari waktu setempat. Serangan tersebut melukai beberapa orang. Selain Donetsk, serangan juga terjadi di sebuah pelabuhan dekat wilayah Odessa. Menurut laporan otoritas setempat, serangan ini menggunakan drone, yang menyebabkan satu korban tewas dan enam orang luka-luka.
Wakil Perdana Menteri Ukraina, Oleksiy Kuleba, mengatakan bahwa Rusia melancarkan serangan besar-besaran terhadap infrastruktur pelabuhan dan kereta api di dekat wilayah Odessa.

Ukraina Berupaya Meredakan Serangan dengan Diplomasi
Untuk meredakan serangan Rusia, Presiden Volodymyr Zelenskyy telah melakukan pertemuan trilateral dengan Rusia dan Amerika Serikat sebagai mediator di Abu Dhabi beberapa waktu lalu. Namun, upaya diplomasi ini belum menghasilkan kesepakatan signifikan. Rusia belum bersedia menyetujui gencatan senjata dengan Ukraina.
Zelenskyy menyatakan bahwa AS telah menyarankan pertemuan lanjutan untuk membahas gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina pada pekan depan. Ia berharap pertemuan ini bisa menjadi akhir dari negosiasi perdamaian antara kedua pihak, sehingga gencatan senjata bisa segera dilakukan.
Gencatan senjata ini sangat penting karena pemilihan umum di Ukraina sudah tertunda sejak 2024 akibat serangan Rusia yang terus berlangsung.








