Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    BBM Non Subsidi Naik, Warga Kotamobagu Tak Khawatir Harga Bapok Melonjak

    27 April 2026

    Universitas Ciputra Surabaya Luncurkan 3 Prodi Baru untuk Tangani Kebutuhan Tenaga Kesehatan

    27 April 2026

    Apa Itu Galbay Pinjol? Ini Penjelasan dan Bahayanya

    27 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 27 April 2026
    Trending
    • BBM Non Subsidi Naik, Warga Kotamobagu Tak Khawatir Harga Bapok Melonjak
    • Universitas Ciputra Surabaya Luncurkan 3 Prodi Baru untuk Tangani Kebutuhan Tenaga Kesehatan
    • Apa Itu Galbay Pinjol? Ini Penjelasan dan Bahayanya
    • Polisi ungkap modus penipuan dana gereja Rp28 miliar, tanda tangan palsu sejak 2019
    • Harga Pertamax Turbo dan Dexlite Melonjak di Malang, Antrean Mengular di Jalur Pertalite
    • Pastikan betah! 5 tempat nongkrong indah dengan citylight di Bandung
    • Menjemput Harapan dari yang Terabaikan, Ambisi Besar Sekolah Rakyat
    • Jadwal Pelni 2026 Makassar-Balikpapan, Tiket Rp200 Ribu
    • Amanat Pembina Upacara Hari Kartini 20 April 2026, Singkat dan Mudah Dipahami
    • Selat Hormuz Terbuka, Drama Diplomasi di Islamabad: Harapan Baru atau Ilusi Perdamaian AS-Iran?
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Politik»Resep IMF jaga defisit APBN di bawah 3% untuk ekspansi fiskal

    Resep IMF jaga defisit APBN di bawah 3% untuk ekspansi fiskal

    adm_imradm_imr19 Februari 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Skenario Pemerintah untuk Mencapai Visi Indonesia Emas 2045

    Dalam laporan terbaru yang diterbitkan oleh Dana Moneter Internasional (IMF), disampaikan beberapa skenario yang dapat diadaptasi oleh pemerintah dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi melalui ekspansi belanja modal. Laporan ini, berjudul Golden Vision 2045: Making The Most Out of Public Investment, menyoroti pentingnya investasi publik sebagai salah satu pilar utama dalam mencapai visi Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi.

    Pertumbuhan PDB yang Dibutuhkan

    Laporan IMF memperkirakan bahwa Indonesia perlu mencatat pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) riil sebesar 5,5% hingga 6,5% setiap tahun selama dua dekade ke depan agar bisa mencapai status negara berpendapatan tinggi sesuai dengan visi Indonesia Emas 2045. Untuk mencapai target tersebut, peningkatan investasi publik menjadi sangat krusial. Namun, hal ini harus diimbangi dengan peningkatan penerimaan pajak agar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak melebihi ambang batas 3% terhadap PDB.

    Keseimbangan antara Investasi dan Penerimaan Pajak

    Mobilisasi penerimaan pajak dinilai sebagai syarat mutlak untuk menciptakan ruang fiskal yang lebih longgar. Tim peneliti IMF, yang terdiri dari Tsendsuren Batsuuri, Raju Huidrom, dan Philippe Wingender, menyatakan bahwa mobilisasi tambahan penerimaan akan memberikan ruang fiskal yang dibutuhkan untuk meningkatkan skala investasi publik sambil tetap mematuhi aturan fiskal yang telah ada.

    Dalam simulasi makroekonominya, IMF memproyeksikan bahwa langkah-langkah ekstraksi penerimaan domestik dapat secara bertahap meningkatkan pendapatan negara sebesar 0,3 poin persentase dari PDB. Salah satu opsi yang ditawarkan adalah peningkatan pajak penghasilan karyawan (labor income tax) untuk mengurangi ketergantungan pemerintah pada pembiayaan defisit. Meski demikian, IMF menyarankan adanya tahapan yang hati-hati dalam penerapan kebijakan perpajakan ini.

    Strategi Penundaan Beban Pajak

    IMF merekomendasikan agar lonjakan awal pendanaan investasi publik dibiayai sepenuhnya lewat defisit anggaran. Seiring dengan berkembangnya ekonomi akibat investasi tersebut, barulah penarikan pajak penghasilan tenaga kerja ditingkatkan secara bertahap. Strategi ini dinilai penting agar tekanan pajak tidak menghambat laju pertumbuhan ekonomi yang baru saja mulai tumbuh.

    Dengan kombinasi strategi ini, postur defisit fiskal secara keseluruhan diyakini tetap terjaga di bawah 3%, berdasarkan realisasi defisit APBN 2024 yang berada di level 2,3% dari PDB. Selain itu, IMF menekankan bahwa jika pemerintah menggabungkannya dengan reformasi struktural, pertumbuhan ekonomi akan semakin terakselerasi dan penerimaan pajak akan meningkat, sehingga menekan defisit.

    Efisiensi Manajemen Investasi Publik

    Untuk meningkatkan efisiensi, diperlukan penguatan praktik manajemen investasi publik di semua tingkat pemerintahan. Ini termasuk meningkatkan seleksi proyek melalui penilaian proyek yang ketat dengan mempertimbangkan dampak rambatan positif, serta memastikan perlindungan pengawasan yang tanggap untuk meminimalkan risiko sekaligus menghindari hambatan.

    Strategi Purbaya Tekan Defisit

    Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini bahwa peningkatan peran swasta dalam aktivitas perekonomian akan membantu menekan defisit APBN sekaligus rasio utang pemerintah. Ia mengakui adanya kekhawatiran terhadap defisit fiskal yang berisiko melewati batas 3% dari PDB. Namun, ia yakin pertumbuhan ekonomi bisa terealisasi tanpa melanggar batas defisit APBN.

    Ia merujuk pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di mana ekonomi tumbuh di level 6%, sementara rasio utang terhadap PDB justru turun ke level 23%. Menurut Purbaya, hal ini terjadi karena sektor swasta yang aktif bergerak.

    Pertumbuhan Ekonomi dan Rasio Utang

    Saat ini, rasio utang pemerintah berada di kisaran 40% terhadap PDB. Purbaya menjelaskan bahwa jika PDB tumbuh lebih cepat, secara matematis pembagi (denominator) utang menjadi lebih besar, sehingga rasio utang otomatis mengecil. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi juga akan meningkatkan penerimaan pajak.

    Menurutnya, perekonomian yang didorong oleh sektor swasta secara historis menghasilkan rasio pajak terhadap PDB yang lebih tinggi. Hal ini karena entitas swasta cenderung memiliki keterbatasan dalam meminta insentif atau potongan pajak dibandingkan proyek pemerintah. Purbaya membandingkan, rata-rata rasio pajak pada era SBY lebih tinggi sekitar 0,5% hingga 1% dibandingkan era Presiden Joko Widodo.

    Pembenahan Internal di Kementerian Keuangan

    Untuk memastikan rasio pajak benar-benar meningkat seiring bergeraknya mesin swasta, Kementerian Keuangan sedang melakukan pembenahan internal. Purbaya menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan rotasi puluhan pejabat di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Direktorat Jenderal Pajak untuk mengoptimalkan kinerja pungutan.

    Ia optimis bahwa strategi memacu sektor swasta bisa membuahkan hasil, berdasarkan capaian pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV/2025 yang sukses menembus 5,39%, lebih tinggi dari kuartal-kuartal sebelumnya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    170 Soal TKA SD 2026 untuk Kelas 6 Lengkap Kunci Jawaban

    By adm_imr27 April 20260 Views

    Batas Planet dan Kita

    By adm_imr27 April 20261 Views

    PR menanti kebijakan pemerintah, dari regulasi hingga birokrasi

    By adm_imr27 April 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    BBM Non Subsidi Naik, Warga Kotamobagu Tak Khawatir Harga Bapok Melonjak

    27 April 2026

    Universitas Ciputra Surabaya Luncurkan 3 Prodi Baru untuk Tangani Kebutuhan Tenaga Kesehatan

    27 April 2026

    Apa Itu Galbay Pinjol? Ini Penjelasan dan Bahayanya

    27 April 2026

    Polisi ungkap modus penipuan dana gereja Rp28 miliar, tanda tangan palsu sejak 2019

    27 April 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Karcis Masuk Pantai Pasir Panjang Disorot, Transparansi Retribusi Dipertanyakan

    7 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?