Persiapan Menyambut Bulan Ramadhan dengan Mandi dan Keramas
Bulan suci Ramadhan 1447 H segera tiba, dan umat Muslim di seluruh dunia mulai bersiap diri menyambut datangnya bulan yang penuh berkah ini. Pada bulan ini, umat Muslim meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah mereka. Sebelum melaksanakan ibadah, salah satu hal utama yang dilakukan adalah membersihkan dan menyucikan diri, salah satunya dengan mandi.
Setiap Muslim yang dalam keadaan hadas besar seperti setelah berhubungan intim wajib melakukan mandi junub sebelum melakukan ibadah. Biasanya, mandi dan keramas ini dilakukan pada sore hari menjelang Ramadhan atau sebelum salat tarawih pertama.
Berikut informasi mengenai bacaan niat mandi dan keramas sebelum Ramadhan, lengkap dengan doa dan tata cara mandi yang diajarkan Rasulullah SAW.
Bacaan Doa Niat Mandi dan Keramas
“Nawaitu ghusla lidukhuli romadoona sunnatan lillahi ta’aalaa.”
Artinya: Aku berniat mandi menjelang atau sebelum Ramadhan sunnah karena Allah Ta’ala.
Tata Cara Mandi Sebelum Puasa Ramadhan
Berikut tata cara mandi dan keramas sebelum puasa Ramadhan:
Niat
Membaca niat bisa dilakukan di dalam hati sebelum beranjak ke kamar mandi. Anda juga bisa melafalkan bacaan doa niat mandi sebelum puasa Ramadhan di atas.Membersihkan telapak tangan
Sebelum mengguyur air ke seluruh badan, terlebih dahulu membersihkan telapak tangan sebanyak 3 kali secara bergantian seperti berwudhu. Hal ini dilakukan agar telapak tangan kita terhindar dari najis.Membersihkan kemaluan
Setelah membersihkan tangan, kemudian bersihkan kemaluan sampai dubur bisa menggunakan sabun. Hal ini dilakukan agar membersihkan kotoran yang mungkin masih menempel di sekitar kemaluan.Mencuci kedua tangan dengan sabun
Setelah itu cuci kembali kedua tangan dengan sabun dan bilas bersih. Hal ini untuk menghindari kotoran tersisa di bagian tangan setelah membersihkan kemaluan.Berwudhu
Setelah itu, dilanjutkan melakukan wudhu seperti wudhu sebelum salat.Mengguyur keseluruhan badan
Setelah berwudhu, guyurkan air ke seluruh badan dari ujung rambut hingga mengalir ke pori-pori kulit.Keramas
Mengguyur air ke seluruh badan dimulai di atas kepala sebanyak 3 kali. Lalu sela pangkal rambut dengan jari-jari yang sudah basah hingga terkena kulit kepala. Jika kulit kepala sudah dirasa basah, maka guyur dari atas kepala sebanyak 3 kali.Bilas tubuh
Saat membilas tubuh, dimulai dari bagian kanan lalu dilanjutkan dengan bagian kiri dengan menggunakan air. Pastikan setiap bagian yang ada di seluruh tubuh, dapat terkena air.
Baca Doa Sesudah Mandi
Setelah mandi dan keramas tersebut seperti biasa saat keluar dari WC baca doa keluar dari kamar mandi. Kemudian Anda juga bisa membaca doa sesudah mandi, berikut ini.
اشْهَدُ اَنْ لاَّاِلَهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِىْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ، وَجْعَلْنِيْ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ
Artinya:
“Aku bersaksi tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku mengaku bahwa nabi Muhammad itu adalah hamba dan Utusan Allah. Ya Allah, jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang suci dan jadikanlah aku dari golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh.”
Hukum Mandi dan Keramas Sebelum Puasa Ramadhan
Perlu diketahui bahwa mandi dan keramas sebelum puasa Ramadhan bukan menjadi keharusan. Pasalnya, hukum mandi sebelum puasa Ramadhan tersebut tidak ada dalil yang mendasarinya baik di dalam hadis atau pun Al Quran.
Hanya saja, tersiar dari Ummu Salamah dan Aisyah Radhiallahu’anhu menceritakan Rasulullah SAW melaksanakan mandi besar. Dalam hadis tersebut, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki waktu subuh dalam kondisi junub karena berhubungan dengan istrinya. Beliau pun mandi sebelum salat subuh, kemudian puasa di hari itu.
Pada dasarnya, dalam hadis tersebut mandi besar dikerjakan Rasulullah SAW karena telah berhubungan dengan istri. Namun, terkait mandi dan keramas sebelum puasa Ramadhan ini, bagi muslim yang ingin melaksanakannya tak ada larangan baginya.
Karenanya, diterangkan bahwa membersihkan diri termasuk amalan yang sangat dicintai. Rasulullah SAW memiliki kebiasaan melaksanakan mandi sebelum melakukan ibadah, seperti mandi sebelum salat Jumat hingga mandi sebelum salat Id.
Demikian karena tarikh perbuatan atau kebiasaan Rasulullah SAW sehingga mandi sebelum salat Id maupun mandi sebelum puasa Ramadhan dianggap pula mandi sebagai hukum sunnah.
Dari hadis yang diriwayatkan Abu Daud no. 2365, disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di Al ‘Aroj mengguyur kepalanya karena keadaan yang sangat haus atau sangat terik dengan air sedangkan beliau dalam keadaan berpuasa.
Abu Ath Tyobi menjelaskan bahwa hadits ini merupakan dalil bolehnya orang yang berpuasa untuk menyegarkan badan dari cuaca yang cukup terik dengan mengguyur air pada sebagian atau seluruh badannya. Inilah pendapat mayoritas ulama dan mereka tidak membedakan antara mandi wajib, sunnah atau mubah.
Maka, kesimpulannya adalah melaksanakan mandi dan keramas sebelum puasa Ramadhan bukan menjadi syarat berpuasa dalam Islam.







