Sekolah Rakyat Kuningan: Proyek Pendidikan untuk Masyarakat Miskin
Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Sosial (Kemensos) akan segera mendirikan sebuah sekolah elit dengan anggaran sebesar Rp300 miliar. Sekolah ini dikenal dengan nama Sekolah Rakyat dan akan dibangun di atas lahan seluas 6,9 hektar yang dulunya merupakan kebun tebu. Lokasi pembangunan sekolah tersebut berada di Desa Cikandang, Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan.
Setelah dilakukan survei oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU), rencana pembangunan Sekolah Rakyat Kuningan akan dimulai pada Bulan Agustus 2026. Targetnya adalah agar sekolah ini dapat digunakan secara penuh pada tahun ajaran baru, yaitu sekitar bulan Juli atau Agustus 2027. Proses pembangunan ini digambarkan seperti kesaktian tokoh Sangkuriang dalam mitologi Sunda, yang terkenal dengan kisah asal-usul Gunung Tangkuban Parahu.
Meskipun memiliki nama “Sekolah Rakyat”, fasilitas yang disediakan justru setara dengan sekolah internasional atau sekolah elit berbiaya mahal. Sekolah ini mampu menampung hingga 1.000 siswa dengan sistem berasrama (boarding school). Namun, pintu masuk sekolah ini ditutup bagi keluarga kaya.
Kriteria Penerimaan Siswa yang Ketat
Kriteria utama penerimaan siswa di Sekolah Rakyat sangat ketat karena hanya diperuntukkan bagi anak dari keluarga yang masuk dalam kategori Desil 1. Dalam data kemiskinan, Desil 1 merupakan kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah. Selain itu, anak-anak yang putus sekolah akibat kendala biaya juga menjadi prioritas.
“Karena tujuannya untuk mengentaskan kemiskinan, Sekolah Rakyat Kuningan tidak bisa diisi sembarang orang. Hanya anak-anak dari keluarga miskin Desil 1 yang diperbolehkan,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kuningan, Uu Kusmana melalui Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial, Diki Muspala Sidik.
Fasilitas Gratis yang Menarik Perhatian
Semua fasilitas di Sekolah Rakyat Kuningan diberikan secara cuma-cuma alias gratis total karena setiap siswa mendapatkan kamar asrama yang nyaman. Selain itu, dalam menunjang literasi teknologi, siswa akan diberikan masing-masing satu unit laptop (inventaris sekolah).
Selain itu, semua siswa mendapatkan 8 pasang seragam sekolah, termasuk seragam pesiar yang didesain gagah dan berwibawa. Kebutuhan gizi juga menjadi perhatian utama dengan jaminan makan 3 kali sehari serta snack 2 kali sehari. Bahkan, kebutuhan harian seperti alat mandi dan perlengkapan tidur disediakan secara gratis oleh pihak sekolah.
Kualitas Pendidikan yang Terjamin
Kualitas pendidikan di Sekolah Rakyat Kuningan tidak hanya bertumpu pada kemegahan fisik. Tenaga pengajar di sekolah ini merupakan guru-guru profesional yang direkrut melalui seleksi ketat hasil kerja sama antara Kementerian Pendidikan dan Kemensos RI untuk memastikan kurikulum yang diberikan selaras dengan visi pemberdayaan masyarakat.
Sistem Pendidikan yang Terintegrasi
Keunggulan lain dari Sekolah Rakyat Kuningan adalah sistem pendidikannya yang terintegrasi. Siswa dapat menempuh pendidikan secara berkelanjutan mulai dari tingkat SD, berlanjut ke SMP hingga lulus SMA di lingkungan yang sama. Hal tersebut memastikan pemantauan perkembangan karakter dan akademik siswa terjaga secara konsisten selama bertahun-tahun.
Langkah Awal dengan Rintisan Sekolah Rakyat Kuningan
Sementara itu, sambil menunggu bangunan permanen di Desa Cikandang selesai pada pertengahan 2027, Pemda Kuningan memulai langkah awal melalui Rintisan Sekolah Rakyat Kuningan. Saat ini, kegiatan belajar mengajar sementara dilakukan di eks kampus SMPN 6 Kuningan Kelurahan Purwawinangun Kecamatan Kuningan atau di Jalan Pramuka sebelah timur gedung PGRI.
Pada tahap rintisan ini, sekolah sudah mulai menerima siswa untuk tingkat SD dan SMP. Tercatat ada 3 rombongan belajar (rombel) untuk tingkat SMP dengan kapasitas masing-masing 25 orang. Sedangkan tingkat SD, baru tersedia 1 rombel yang saat ini diisi oleh 16 siswa. Masih terdapat kuota sebanyak 9 orang lagi untuk mencapai kapasitas maksimal kelas SD. Begitu bangunan megah di Desa Cikandang rampung, seluruh siswa dari kelas rintisan Sekolah Rakyat Kuningan akan diboyong menempati fasilitas baru yang lebih lengkap.
Proyek Sekolah Rakyat Kuningan membuktikan bahwa kemiskinan bukan lagi penghalang bagi anak bangsa untuk mendapatkan pendidikan terbaik dengan fasilitas paling elit karena Negara telah menunjukkan kehadirannya melalui investasi besar di eks lahan kebun tebu milik Pemda Kuningan.







