Sejarah dan Ciri Khas Bangsa-Bangsa Mikro di Dunia
Pada tahun 2025, terdapat 195 negara yang diakui secara internasional, kecuali dua wilayah, yaitu Kota Vatikan dan Negara Palestina, yang juga merupakan anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa. Namun, selain negara-negara resmi tersebut, masih ada pula bangsa-bangsa mikro atau micronation, yang mengaku sebagai negara merdeka tetapi tidak memiliki pengakuan dari komunitas internasional.
Bangsa-bangsa mikro ini sering kali muncul dari ide-ide kreatif, keinginan untuk mengekspresikan identitas unik, atau bahkan karena perbedaan pandangan tentang batas wilayah. Berikut adalah beberapa contoh bangsa mikro yang paling unik dan menarik di dunia:
1. Kekaisaran Austenasia
Kekaisaran Austenasia didirikan pada tahun 2008 di Inggris Raya. Awalnya hanya terdiri dari empat orang, namun hingga tahun 2025, populasi mereka mencapai 148 jiwa. Uniknya, sekitar setengah dari penduduknya tinggal di luar Inggris.
Austenasia mengklaim memiliki 38 wilayah yang tidak berdekatan. Pada tahun 2017, mereka menyatakan diri sebagai negara Kristen, meskipun hukum konstitusionalnya melindungi hak semua warga untuk beribadah sesuai keyakinan mereka. Kekaisaran ini pernah mengalami perang saudara antara Maret hingga Mei 2010.
Selain itu, Austenasia mengaku sebagai penerus Kekaisaran Romawi, dengan mengambil contoh sejarah Charlemagne dan Peter I dari Rusia untuk membenarkan klaim kemerdekaan mereka. Taktik ini berhasil, dan pada tahun 2011, Kaisar Jerman Sebastien Linden memberikan pengakuan resmi terhadap Kekaisaran Austenasia.
Pada tahun 2025, Austenasia menghadapi upaya kudeta oleh Perdana Menteri Lord Andrew Musgrave, yang gagal dan akhirnya kembali stabil.
2. Kerajaan Asgardia

Dideklarasikan pada tahun 2016 (tahun 0000 menurut kalender Asgardia) oleh Dr. Igor Ashurbeyli, kerajaan ini berupaya melindungi Bumi dan membangun rumah baru bagi umat manusia di luar angkasa. Asgardia memiliki konstitusi, parlemen, mata uang digital, dan telah meluncurkan satelit ke orbit Bumi.
Pada tahun 2025, Asgardia memiliki lebih dari 1,1 juta anggota di seluruh dunia, termasuk dari Indonesia. Pada tahun 2024, Dewan Ruang Angkasa Tertinggi Asgardia menerima Deklarasi Kemerdekaan, yang juga mengundang negara-negara di Bumi lainnya untuk menyetujui perjanjian bilateral tentang pengakuan dan kerja sama lebih lanjut.
Pada Januari 2025, sebuah roket diluncurkan yang membawa wahana pendarat Blue Ghost milik Firefly Aerospace. Wahana ini berisi Piramida LifeShip, yang menyimpan versi digital dari Bendera Asgardian, Konstitusi, dan lambang negara.
3. Republik Bebas Liberland

Liberland dibentuk pada tahun 2015 oleh Vít Jedlička dan Jana Markovicova di tepi Sungai Danube. Wilayah ini dinyatakan sebagai tanah tak bertuan setelah Serbia dan Kroasia tidak sepakat tentang lokasi pasti perbatasan.
Liberland memiliki mata uang sendiri, koin digital, serta sistem demokrasi perwakilan melalui referendum. Meski tidak banyak aturan, Liberland diterima oleh Presiden Argentina Javier Milei dan Anggota Kongres AS Ron aul.
4. Republik Zaqistan

Zaqistan didirikan pada tahun 2005 oleh Zaq Landsberg, yang membeli tanah di Utah, Amerika Serikat. Meskipun tidak diakui oleh negara mana pun, Zaqistan memiliki bendera, motto, dan lagu kebangsaan.
Namun, tinggal di sini cukup sulit karena sumber air harus diimpor. Hingga saat ini, belum ada negara yang secara resmi mengakui Zaqistan.
5. Republik Slowjamastan

Didirikan oleh Randy “R Dub!” Williams pada tahun 2021, Slowjamastan memiliki tanah, perbatasan, budaya, dan rakun sebagai logo nasional. Penduduknya harus mengisi kuesioner untuk menjadi warga negara.
Negara ini memiliki mata uang bernama duble dan hukum yang relatif ringan, kecuali larangan mengenakan sandal Crocs.
6. Kerajaan Aigues-Mortes

Kerajaan ini didirikan pada tahun 2011 oleh Olivier Martinez untuk merayakan ulang tahunnya. Ide ini awalnya hanya lelucon, namun berkembang menjadi bisnis lokal.
Pada tahun 2012, kerajaan ini diakui oleh rakyat Aigues-Mortes. Sejak saat itu, kerajaan tersebut membentuk asosiasi untuk meluncurkan bank, kabinet, dan parlemen sendiri.
7. Christiania

Christiania adalah sebuah komunitas di Denmark yang didirikan pada tahun 1971 oleh sekelompok orang. Meskipun tidak diakui oleh pemerintah, Christiania terkenal sebagai tempat yang dominasi kekerasan, terutama narkoba.
Namun, di sisi lain, Christiania berkembang sebagai komunitas artistik dan berorientasi keberlanjutan.
8. Republik Gletser

Republik Gletser didirikan oleh Greenpeace pada tahun 2014 untuk mengkritik kurangnya kepedulian pemerintah terhadap gletser. Meskipun memenuhi semua persyaratan kenegaraan, Republik Gletser belum menerima pengakuan resmi dari PBB.
Hingga saat ini, sekitar 165.000 orang mendukung Republik Gletser.
9. Kadipaten Westarctica

Westarctica didirikan pada tahun 2001 oleh Travis McHenry, yang mengklaim wilayah Antartika berdasarkan celah dalam Perjanjian Antartika 1959.
Pada tahun 2006, McHenry mengundurkan diri, namun kembali pada tahun 2010 untuk fokus pada isu perubahan iklim.
10. Kadipaten Agung Flanders

Flandrensis didirikan oleh Niels Vermeersch pada tahun 2008 untuk mengklaim lima pulau Antartika. Negara ini ingin menjadi cagar alam bagi penelitian ilmiah.
Flandrensis memiliki beberapa konsulat global, mata uang sendiri, prangko, dan tim sepak bola.
11. Kekaisaran Atlantium

Didirikan pada tahun 1981 oleh George Cruickshank, Geoffrey Duggan, dan Claire Duggan, Kekaisaran Atlantium memiliki populasi tetap, wilayah, dan kemampuan untuk menjalin hubungan dengan negara lain.
Negara ini mengadopsi bahasa Latin sebagai salah satu bahasa resminya.
12. Republik Kugelmugel

Seniman Austria Edwin Lipburger membangun bola besar pada tahun 1970, yang dikenal sebagai kugel. Ketika diminta untuk membongkarnya, ia menyatakan bahwa kugel sebagai sebuah kotapraja.
Meskipun dipenjara, bangunan tersebut tidak dihancurkan.
13. Ladonia

Ladonia didirikan oleh seniman Swedia Lars Vilks pada tahun 1996 setelah menghadapi masalah hukum. Negara ini memiliki pemerintahan, presiden, dan ratu.
Hingga Juni 2025, terdapat 30.060 warga negara yang terdaftar.
14. Kerajaan Talossa

Kerajaan Talossa didirikan pada tahun 1979 oleh Robert Ben Madison. Negara ini memiliki bahasa, parlemen, prangko, dan koin sendiri.
Talossa saat ini diperintah oleh Raja TXEC setelah pengunduran diri Raja John pada tahun 2024.
Banyak bangsa mikro di dunia memiliki ciri khas dan sejarah unik, yang menunjukkan betapa luasnya imajinasi manusia dalam menciptakan identitas dan kekuasaan.







