Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Di Balik Profesi Penjaga Sekolah, Sayuti Latih Tim Voli SMPN 1 Karanganyar Pekalongan

    26 Mei 2026

    7 Amalan Penuh Berkah untuk Memaksimalkan Hari Jumat

    26 Mei 2026

    22 Produk Alami BPOM Mengandung Bahan Kimia, Mayoritas Obat Kuat

    26 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Selasa, 26 Mei 2026
    Trending
    • Di Balik Profesi Penjaga Sekolah, Sayuti Latih Tim Voli SMPN 1 Karanganyar Pekalongan
    • 7 Amalan Penuh Berkah untuk Memaksimalkan Hari Jumat
    • 22 Produk Alami BPOM Mengandung Bahan Kimia, Mayoritas Obat Kuat
    • Jika Seseorang Nyaman Makan Sendirian, Ini 8 Ciri Kepribadian yang Mungkin Dimilikinya
    • 5 Fakta Menarik Tentang Penjara Alcatraz, Tempat yang Dikenal Tak Bisa Ditembus
    • Curhat Ibu Ratu Sofya: Menangis Dihormati Anak, Kenang Perjuangan dari Nol
    • Para Negosiator Tiba di Iran untuk Damai, Teheran Tetap Pertahankan Persyaratan
    • Magis Rossi Membuat Diggia Menang, Eks Gresini Kagum
    • Ekspansi Chery Wonder ke Palembang, Target Penjualan 40 Unit Bulanan
    • Hotman Paris Kritik Kinerja Menteri Ham Natalius Pigai soal Begal, Sindir Mundur
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Internasional»Para Negosiator Tiba di Iran untuk Damai, Teheran Tetap Pertahankan Persyaratan

    Para Negosiator Tiba di Iran untuk Damai, Teheran Tetap Pertahankan Persyaratan

    adm_imradm_imr26 Mei 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kedatangan Negosiator Pakistan dan Qatar ke Teheran

    Para negosiator dari Pakistan dan Qatar telah tiba di Ibu Kota Iran, Teheran pada Jumat (22/5/2026). Kedatangan kedua negara tersebut memiliki misi berat, yaitu mempertahankan kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran. Namun, Iran tetap bersikukuh dengan tuntutannya yang terdiri dari tiga poin utama, yakni pencabutan sanksi ekonomi total, pelepasan aset negara yang disita, dan penghentian blokade di Selat Hormuz.

    Panglima Militer Pakistan, Field Marshal Asim Munir, dan tim negosiator dari Qatar telah tiba di Teheran, Iran, pada Jumat (22/5/2026). Kedatangan mereka memiliki misi yang berat, yakni mempertahankan kesepakatan damai antara AS dengan Iran. Laporan yang dirilis oleh Axios menunjukkan bahwa kehadiran Munir di Ibu Kota Iran menjadi tumpuan utama setelah Presiden AS Donald Trump memberikan peringatan keras. Trump menegaskan situasi saat ini berada di garis batas yang sangat tipis, apakah dunia akan melihat perang total atau justru lahirnya kesepakatan damai yang historis.

    Peran Pakistan sebagai Mediator Utama

    Pakistan bertindak sebagai mediator utama, mengingat kedekatan geopolitiknya dengan Iran sekaligus kemitraan strategisnya dengan Washington. Di bawah draf kesepakatan damai, baik AS maupun Iran diproyeksikan menyepakati kerangka kerja awal guna menghentikan permusuhan. Jika surat tersebut ditandatangani, kesepakatan ini akan membuka periode negosiasi intensif selama satu bulan penuh. Fase krusial ini dirancang untuk membahas penyelesaian akar konflik secara komprehensif, mulai dari pembatasan ketat program nuklir Iran hingga pemulihan keamanan jalur maritim global.

    Kembalinya Qatar dalam Diplomasi Regional

    Sementara itu, kehadiran Qatar di Iran menandai kembalinya sekutu utama non-NATO AS tersebut ke panggung diplomasi regional. Sebelumnya, Doha sempat menarik diri dan menjaga jarak dari posisi mediator dalam konflik Iran-AS. Sikap tersebut diambil setelah infrastruktur sipil dan fasilitas gas alam cair mereka di Ras Laffan hancur akibat serangan rudal dan drone Iran, yang memangkas sekitar 17 persen kapasitas ekspor LNG Qatar.

    Selama masa vakumnya Qatar, Pakistan bertindak sebagai mediator utama antar kedua belah pihak dan sempat memfasilitasi dialog pada pertengahan April lalu. Meskipun sempat menjadi korban dampak perang, keterlibatan kembali Qatar dipandang strategis mengingat posisi historisnya yang kuat sebagai saluran komunikasi belakang yang andal bagi Washington dan Teheran.

    “Tim negosiasi Qatar berada di Teheran pada hari Jumat untuk membantu mencapai kesepakatan akhir yang akan mengakhiri perang serta mengatasi masalah-masalah dengan Iran,” kata seorang sumber kepada Reuters.

    Tuntutan Iran yang Tegas

    Pemerintah Iran menegaskan posisi politiknya bahwa mereka sama sekali tidak berniat mencari atau meminta “kemurahan hati” berupa konsesi politik dari Washington. Sebaliknya, Teheran menuntut pemulihan hak-hak legal mereka yang selama ini dirampas oleh negara adidaya tersebut. Pernyataan keras ini disampaikan langsung oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dalam sebuah konferensi pers.

    Baghaei meminta para pengamat politik dan diplomat global untuk lebih cermat dalam menggunakan istilah diplomasi saat menggambarkan dinamika hubungan kedua negara. “Ketika berbicara tentang konsesi, kita harus sangat berhati-hati dalam memilih kata.” Ia menegaskan bahwa Iran tidak sedang meminta konsesi atau kelonggaran apa pun dari AS. “Apa yang kami suarakan hari ini adalah pengembalian hak-hak sah kami yang dijamin oleh hukum internasional.”

    Penolakan Terhadap Narasi Ancaman Nuklir

    Dirinya menggarisbawahi bahwa program nuklir Iran sepenuhnya bertujuan damai. “Sama sekali tidak ada ancaman nuklir dari Iran terhadap pihak mana pun, baik bagi negara-negara tetangga di kawasan Timur Tengah maupun dunia internasional,” tambahnya. Baghaei juga mematahkan narasi bahwa sanksi ekonomi AS terhadap Iran adalah bentuk hukuman kolektif yang ilegal terhadap warga sipil mereka.

    Di akhir pernyataannya, Baghaei menegaskan bahwa muara dari seluruh tuntutan diplomatik Iran sebenarnya sangat sederhana. Yaitu mendesak agar AS menyudahi apa yang ia sebut sebagai “tindakan kriminal” yang secara konsisten diarahkan kepada bangsa Iran selama berabad-abad.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Dampak Perang Iran, Jerman Dekati Negara Teluk

    By adm_imr26 Mei 20261 Views

    Dampak Iran vs Amerika, Gangguan Navigasi Teluk Arab Usai Reaksi Trump

    By adm_imr25 Mei 20260 Views

    Ditahan Militer Israel, Menteri Luar Negeri Perkirakan 9 Relawan WNI Tiba di Indonesia Minggu Sore

    By adm_imr25 Mei 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Di Balik Profesi Penjaga Sekolah, Sayuti Latih Tim Voli SMPN 1 Karanganyar Pekalongan

    26 Mei 2026

    7 Amalan Penuh Berkah untuk Memaksimalkan Hari Jumat

    26 Mei 2026

    22 Produk Alami BPOM Mengandung Bahan Kimia, Mayoritas Obat Kuat

    26 Mei 2026

    Jika Seseorang Nyaman Makan Sendirian, Ini 8 Ciri Kepribadian yang Mungkin Dimilikinya

    26 Mei 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?