Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*
    Menemukan Kembali Ketenangan Jiwa Melalui Jeda Digital dari Hiruk Pikuk Notifikasi Ponsel Pintar

    Menemukan Kembali Ketenangan Jiwa Melalui Jeda Digital dari Hiruk Pikuk Notifikasi Ponsel Pintar

    6 September 2026
    Seni Menetapkan Batasan Diri Tanpa Rasa Bersalah demi Menjaga Kesehatan Mental Pekerja Urban

    Seni Menetapkan Batasan Diri Tanpa Rasa Bersalah demi Menjaga Kesehatan Mental Pekerja Urban

    6 September 2026
    Seni Mengajarkan Literasi Keuangan Pada Anak Melalui Kebiasaan Sederhana Rumah Tangga

    Seni Mengajarkan Literasi Keuangan Pada Anak Melalui Kebiasaan Sederhana Rumah Tangga

    6 September 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Minggu, 6 September 2026
    Trending
    • Menemukan Kembali Ketenangan Jiwa Melalui Jeda Digital dari Hiruk Pikuk Notifikasi Ponsel Pintar
    • Seni Menetapkan Batasan Diri Tanpa Rasa Bersalah demi Menjaga Kesehatan Mental Pekerja Urban
    • Seni Mengajarkan Literasi Keuangan Pada Anak Melalui Kebiasaan Sederhana Rumah Tangga
    • Seni Mengatur Gaji Bulanan Agar Keuangan Tetap Sehat Tanpa Mengorbankan Kebahagiaan
    • Keajaiban Rempah Nusantara untuk Menjaga Vitalitas dan Imunitas Tubuh di Tengah Polusi
    • Menyegarkan Tubuh dan Pikiran Melalui Kebiasaan Olahraga Ringan Saban Pagi
    • Nasib Timbul tukang becak mendadak masuk desil 9, merasa sakit anaknya terancam putus sekolah
    • Berita Malang Raya Populer: Rute angkutan pelajar butuh sosialisasi, trase tol Kepanjen dikaji
    • Menjadi Stamp yang dulu – Stamp Fairtex janjikan versi yang lebih baik di ONE Fight Night 47
    • Kadisdik Kalteng takut dapur MBG mati jika sekolah libur akibat karhutla, klarifikasi usai dikritik
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Teknologi»5 Fakta Menarik Masjid Saint Petersburg, Terbesar di Eropa Saat Itu

    5 Fakta Menarik Masjid Saint Petersburg, Terbesar di Eropa Saat Itu

    adm_imradm_imr2 Maret 20264 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Sejarah dan Keunikan Masjid Saint Petersburg

    Bagi banyak orang, masjid mungkin hanya dipandang sebagai tempat untuk beribadah. Namun, jika kita melihat lebih dalam, banyak masjid di dunia yang berdiri tegak sebagai simbol sejarah yang hidup dan mahakarya arsitektur yang memanjakan mata. Salah satu negara yang menyimpan keindahan tersembunyi tersebut adalah Rusia. Di tengah dinginnya kota Saint Petersburg, berdiri megah Masjid Saint Petersburg, sebuah bangunan yang juga dikenal sebagai Masjid Biru, yang pesonanya mampu menyihir siapa pun yang melintas di depannya.

    Lantas, apa yang membuat masjid ini begitu istimewa hingga sempat menjadi yang terbesar di Eropa pada masanya? Mari kita telusuri fakta-fakta unik dan sejarah menyentuh di balik dinding mosaik birunya dalam artikel berikut ini!

    Butuh perjuangan panjang untuk mendirikan Masjid Saint Petersburg



    Keinginan umat Muslim untuk memiliki tempat ibadah di Saint Petersburg sebenarnya sudah muncul sejak tahun 1798, ketika ratusan personel militer Muslim mengajukan permohonan pembangunan masjid dan lahan pemakaman. Meski beberapa arsitek ternama sempat merancang proyek tersebut pada awal tahun 1800-an, tetapi rencana ini tidak kunjung terwujud. Selama puluhan tahun, komunitas Muslim yang didominasi oleh bangsa Tatar hanya bisa beribadah di lokasi sementara karena berbagai kendala perizinan dan penolakan dari pejabat setempat.

    Titik terang baru muncul pada tahun 1882 setelah Mufti Selim-Giray Tevkelev mendapatkan izin resmi dari pemerintah. Untuk mewujudkan pembangunan tersebut, dibentuklah komite khusus guna mengumpulkan dana dari seluruh penjuru Rusia. Perjuangan panjang ini akhirnya membuahkan hasil berkat sumbangan besar dari Sayyid Abdul-Ahad Khan, seorang Amir Bukhara, yang bersedia menanggung biaya pembangunan. Dukungan finansial tersebut menjadi kunci utama berdirinya Masjid Saint Petersburg yang megah setelah melalui penantian selama lebih dari satu abad.

    Perpaduan seni Timur Tengah dan teknologi modern



    Lokasi Masjid Biru dipilih secara khusus di pusat kota Saint Petersburg, tepatnya di seberang Benteng Peter dan Paul yang bersejarah. Pembangunan ini mendapat restu langsung dari Kaisar Nicholas II pada tahun 1907, di mana peletakan batu pertamanya dilakukan pada 1910 untuk menghormati 25 tahun masa pemerintahan Abdul-Ahad Khan dari Bukhara. Proyek megah ini merupakan hasil kolaborasi para ahli, mulai dari arsitek Nikolai Vasilyev hingga pengawasan ketat dari akademisi Alexander Ivanovich. Fasad bangunannya dirancang sangat cantik dengan perpaduan ornamen khas Timur Tengah dan mosaik berwarna biru kehijauan yang menjadi ciri khas ikonik masjid ini.

    Tidak hanya mengandalkan keindahan visual, masjid ini juga dibangun dengan teknologi modern pada masanya, seperti sistem pemanas uap, ventilasi udara, dan pencahayaan listrik. Sentuhan seni di bagian langit-langit, kubah, hingga menara merupakan hasil karya tokoh-tokoh hebat, termasuk Ilyas Murza Boragansky, seorang dosen asal Tatar Krimea yang membuat sketsa fasad, serta kaligrafer Osman Akchokrakly. Perpaduan teknologi dan seni kaligrafi ini menjadikan Masjid Biru sebagai bangunan yang nyaman sekaligus bernilai seni tinggi.

    Orientasi kiblat yang akurat



    Meskipun dibangun pada awal abad ke-20 tanpa bantuan teknologi GPS modern, penentuan arah kiblat Masjid Saint Petersburg memiliki tingkat presisi yang sangat tinggi. Arsitek Nikolai Vasilyev bekerja sama dengan para ahli untuk memastikan bahwa posisi mihrab, atau ceruk tempat imam memimpin salat, menghadap tepat ke arah Ka’bah di Mekkah. Hal ini merupakan pencapaian teknis yang luar biasa, mengingat tata letak jalanan di sekitar lokasi masjid di pusat kota Saint Petersburg sebenarnya cukup miring dan tidak sejajar secara alami dengan arah kiblat.

    Dalam merancang bangunan ini, Vasilyev menyelaraskan arsitektur klasik Timur Tengah, khususnya inspirasi dari makam Gur-e Amir di Uzbekistan, dengan prinsip dasar bangunan Islam. Meskipun data mengenai perhitungan geometris spesifiknya terbatas, arah kiblat diwujudkan dengan mengarahkan struktur utama bangunan ke arah tenggara menuju Mekkah. Ketelitian dalam perencanaan ini memastikan bahwa fungsi spiritual masjid tetap terjaga dengan sempurna di tengah lingkungan perkotaan Rusia yang kompleks.

    Sempat menjadi yang terbesar di Eropa



    Saat resmi dibuka pada tahun 1913, Masjid Saint Petersburg mencatatkan sejarah sebagai masjid terbesar di Eropa di luar wilayah Turki. Bangunan megah ini memiliki menara setinggi 49 meter dan kubah mencapai 39 meter, yang sanggup menampung hingga 5.000 jemaah sekaligus. Dalam pelaksanaan ibadahnya, masjid ini menerapkan pemisahan area berdasarkan jenis kelamin, di mana jemaah laki-laki menempati lantai bawah dan jemaah perempuan berada di lantai atas.

    Sayangnya, aktivitas ibadah di masjid ini sempat terhenti total akibat penutupan paksa selama masa Perang Dunia II. Kondisi sunyi ini berlangsung cukup lama hingga akhirnya masjid dibuka kembali untuk umum pada tahun 1956 di tengah era Perang Dingin. Pembukaan kembali ini menandai babak baru bagi komunitas Muslim di Saint Petersburg untuk kembali menjalankan kewajiban agama mereka di bangunan bersejarah tersebut.

    Jejak diplomasi Presiden Soekarno yang mengembalikan fungsi masjid



    Pada masa rezim Komunis Uni Soviet, hampir semua tempat ibadah dari berbagai agama ditutup dan dialihfungsikan, termasuk Masjid Saint Petersburg yang dijadikan gudang peralatan medis sejak tahun 1940. Kondisi ini berubah berkat peran besar Presiden pertama Indonesia, Soekarno, saat berkunjung ke kota tersebut pada tahun 1956. Soekarno yang menyadari bahwa bangunan megah tersebut adalah sebuah masjid segera mengajukan permohonan kepada pemimpin tertinggi Uni Soviet, Nikita Khrushchev, agar gedung itu dikembalikan fungsinya sebagai tempat ibadah.

    Meskipun pemerintah Soviet saat itu sangat anti-agama, tetapi permintaan Soekarno akhirnya dikabulkan. Hanya dalam waktu sepuluh hari setelah kunjungan tersebut, Masjid Biru resmi diserahkan kembali kepada komunitas Muslim setempat. Hingga kini, umat Islam di Rusia sangat menghormati dan berterima kasih atas keberanian Soekarno, karena berkat diplomasinya, salah satu masjid terindah di dunia ini bisa kembali bergema dengan suara azan dan aktivitas ibadah.

    Untuk menjaga keindahan mosaik dan strukturnya yang ikonik, restorasi besar-besaran masjid pun dilakukan pada tahun 1980 agar tetap kokoh berdiri hingga saat ini. Dan keberadaan Masjid Saint Petersburg pun menjadi bukti nyata bahwa seni, sejarah, dan toleransi dapat bersatu dalam satu harmoni yang indah bagi dunia.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Robot Pelayan Unissula Berbicara Saat Ada Gangguan Di Depannya

    By adm_imr25 Agustus 20261 Views

    Jepang Perkenalkan Teknologi Pertanian Padi Berkelanjutan ke ASEAN

    By adm_imr25 Agustus 20260 Views

    Cloudera dorong transformasi AI perusahaan dengan cloud fleksibel

    By adm_imr25 Agustus 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru
    Menemukan Kembali Ketenangan Jiwa Melalui Jeda Digital dari Hiruk Pikuk Notifikasi Ponsel Pintar

    Menemukan Kembali Ketenangan Jiwa Melalui Jeda Digital dari Hiruk Pikuk Notifikasi Ponsel Pintar

    6 September 2026
    Seni Menetapkan Batasan Diri Tanpa Rasa Bersalah demi Menjaga Kesehatan Mental Pekerja Urban

    Seni Menetapkan Batasan Diri Tanpa Rasa Bersalah demi Menjaga Kesehatan Mental Pekerja Urban

    6 September 2026
    Seni Mengajarkan Literasi Keuangan Pada Anak Melalui Kebiasaan Sederhana Rumah Tangga

    Seni Mengajarkan Literasi Keuangan Pada Anak Melalui Kebiasaan Sederhana Rumah Tangga

    6 September 2026
    Seni Mengatur Gaji Bulanan Agar Keuangan Tetap Sehat Tanpa Mengorbankan Kebahagiaan

    Seni Mengatur Gaji Bulanan Agar Keuangan Tetap Sehat Tanpa Mengorbankan Kebahagiaan

    6 September 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?