Ringkasan Berita Gempa di Jember
BMKG melaporkan gempa dengan magnitudo 2,8 terjadi di barat daya Jember, Jawa Timur, pada Rabu (27/5/2026) pukul 04:19 WIB. Pusat gempa berada 115 km barat daya Jember, dengan koordinat 9.22 LS dan 113.44 BT, serta kedalaman 14 km. Informasi ini disampaikan melalui akun resmi X @infoBMKG.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG adalah lembaga pemerintah nonkementerian di Indonesia yang bertugas dalam bidang meteorologi, klimatologi, geofisika, hingga kualitas udara. Selain itu, BMKG juga memberikan informasi penting seperti peringatan dini cuaca ekstrem, potensi bencana alam, dan data iklim yang sangat berguna bagi masyarakat, pemerintah, dan sektor industri.
Wilayah Jember yang diguncang gempa hari ini adalah sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Timur. Secara geografis, Jember berada di bagian timur Pulau Jawa, berbatasan dengan Kabupaten Bondowoso di utara, Kabupaten Banyuwangi di timur, Kabupaten Lumajang di barat, dan Samudera Hindia di selatan. Jarak dari Jember ke Surabaya, ibu kota Provinsi Jawa Timur, adalah sekitar 205 kilometer jika melalui rute tercepat via Jalan Tol Gempol – Pasuruan.
Dalam rilis terbaru BMKG, gempa hari ini memiliki magnitudo 2,8. Magnitudo gempa adalah ukuran kekuatan atau energi yang dilepaskan oleh gempa bumi dari pusatnya (hiposentrum), yang diukur menggunakan skala magnitudo, seperti Skala Richter (ML) atau Moment Magnitude (Mw). Waktu terjadinya gempa sekira pukul 04:19:37 WIB. Koordinat gempa Jember berada di 9.22LS, 113.44BT. Pusat gempa terkini berada 115 km di barat daya Jember. Gempa hari ini berada di kedalaman 14 Km.
Informasi gempa Jember disampaikan di laman X resmi BMKG di @infoBMKG. Pesan yang ditulis oleh BMKG menyebutkan:
“#Gempa Mag:2.8, 27-May-2026 04:19:37WIB, Lok:9.22LS, 113.44BT (115 km BaratDaya JEMBER-JATIM), Kedlmn:14 Km #BMKG
Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.”
BMKG juga memberikan informasi tentang skala MMI (Modified Mercalli Intensity) yang digunakan untuk menilai intensitas gempa. Berikut penjelasannya:
I MMI
Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.II MMI
Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.III MMI
Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.IV MMI
Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.V MMI
Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.VI MMI
Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.VII MMI
Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.IX MMI
Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.XI MMI
Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.XII MMI
Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.







