Perayaan Lebaran 1447 H: Kue Nastar Buah Lokal Jadi Tren di Rumah Kue Obby
Di tengah ramainya persaingan industri kue kering, Rumah Kue Obby di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, berhasil menciptakan tren baru dengan menghadirkan Nastar Apel dan Nastar Jeruk yang menggunakan bahan baku buah lokal otentik. Produk ini tidak hanya menarik perhatian masyarakat dalam negeri, tetapi juga telah merambah pasar internasional.
Strategi pemasaran digital menjadi kunci keberhasilan Rumah Kue Obby dalam menjaring konsumen hingga luar Malang. Meskipun harga bahan baku meningkat, pesanan kue kering di rumah produksi ini tetap stabil dan bahkan meningkat. Pemilik Rumah Kue Obby, Robiatun Hasanah, mengungkapkan bahwa strategi digital marketing membantu mereka tetap bertahan di tengah tekanan biaya operasional yang tinggi.
Nastar Apel dan Jeruk Menjadi Bintang Utama
Nastar Apel dan Jeruk menjadi produk utama yang paling diminati oleh masyarakat. Harga per-toples berkisar antara Rp80 ribu hingga Rp125 ribu. Keunikan dari kue ini terletak pada penggunaan bahan baku lokal seperti Apel Malang dan jeruk dari Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Hal ini membuat cita rasa kue tersebut berbeda dan autentik dibandingkan nastar pada umumnya.
Permintaan untuk Nastar Jeruk dan Nastar Apel sangat tinggi, sehingga sistem Pre-Order (PO) harus menunggu hingga dua minggu. “Nastar Apel dan Jeruk sangat luar biasa peminatnya, sampai PO (Pre-Order) harus menunggu dua minggu,” ujar Obi, sapaan akrab pemilik Rumah Kue Obby.
Menembus Pasar Internasional dan Misi Dagang
Kualitas produk Rumah Kue Obby tidak diragukan lagi. Bahkan, produk ini telah dikirim ke hampir seluruh wilayah di Indonesia. Selain itu, Rumah Kue Obby dipercaya oleh pemerintah provinsi untuk mewakili Jawa Timur dalam berbagai misi dagang.
“Kami pernah ikut misi dagang ke Kalimantan hingga Nusa Tenggara Timur. Untuk pasar luar negeri, pesanan sudah masuk dari Malaysia, Arab Saudi, hingga Hong Kong,” kata Obi.
Manajemen Produksi dan Paket Hampers Lebaran
Tingginya antusiasme pembeli memaksa pihak pengelola untuk bekerja ekstra. Jam kerja karyawan yang biasanya dimulai pukul 07.00 pagi, kini dimajukan menjadi pukul 05.00 pagi setiap harinya selama Ramadhan guna mengejar target produksi.
Saat ini, permintaan untuk Nastar Jeruk dan Nastar Apel menembus angka 500 toples per hari. Namun, karena keterbatasan kapasitas produksi, pihak Rumah Kue Obby menerapkan sistem kuota harian untuk menjaga kualitas.
“Permintaan sebenarnya di atas 500 toples, cuma kapasitas kami belum sampai ke sana. Jadi kami siasati dengan sistem open PO per hari agar semua pelanggan tetap bisa terlayani,” jelas Obi.
Selain melayani penjualan kue nastar, di Rumah Kue Obby juga tersedia paket hampers lebaran. Hampers tersebut dibandrol mulai harga Rp 150 ribu hingga Rp 1,5 juta.
Strategi Digital Marketing yang Efektif
Penggunaan strategi digital marketing menjadi salah satu faktor utama keberhasilan Rumah Kue Obby. Dengan platform media sosial dan iklan online, mereka mampu menjangkau konsumen yang lebih luas. Strategi ini tidak hanya membantu meningkatkan penjualan, tetapi juga memperkuat citra merek secara nasional maupun internasional.







