Close Menu
Info Malang Raya
  • Malang Raya
    • Kota Malang
    • Kabupaten Malang
    • Kota Batu
  • Daerah
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Politik
    • Undang-Undang
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Otomotif
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Tips
    • Wisata
  • Kajian Islam
  • Login
Berita *Terbaru*
Menelusuri Bahaya Ghibah Digital dan Seni Tabayyun di Tengah Riuhnya Jagat Maya

Menelusuri Bahaya Ghibah Digital dan Seni Tabayyun di Tengah Riuhnya Jagat Maya

1 November 2026
Merawat Kesehatan Otak dan Redakan Stres Melalui Pesona Hobi Lambat yang Menenangkan

Merawat Kesehatan Otak dan Redakan Stres Melalui Pesona Hobi Lambat yang Menenangkan

1 November 2026
Seni Berani Berkata Tidak Tanpa Rasa Bersalah demi Menjaga Kesehatan Mental Anda

Seni Berani Berkata Tidak Tanpa Rasa Bersalah demi Menjaga Kesehatan Mental Anda

1 November 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
Sunday, 1 November 2026
Trending
  • Menelusuri Bahaya Ghibah Digital dan Seni Tabayyun di Tengah Riuhnya Jagat Maya
  • Merawat Kesehatan Otak dan Redakan Stres Melalui Pesona Hobi Lambat yang Menenangkan
  • Seni Berani Berkata Tidak Tanpa Rasa Bersalah demi Menjaga Kesehatan Mental Anda
  • Menata Ulang Ritme Kerja Tanpa Mengorbankan Kesehatan Mental dan Kebahagiaan Personal
  • Keajaiban Bahan Alami Nusantara untuk Perawatan Kulit Wajah Sehat dan Bercahaya
  • Panduan Jitu Memilih Bahan Makanan Segar di Pasar Tradisional untuk Masakan Lezat
  • Rahasia Kinerja Prima: Mengubah Pola Tidur Malam Menjadi Bahan Bakar Utama Produktivitas Kerja
  • Menjaga Jiwa Sang Juara: Sisi Gelap Tekanan Media dan Ekspektasi Kejuaraan Dunia
  • Bahaya Ghibah Digital: Menimbang Konsekuensi Hukum dan Pentingnya Tabayyun di Internet
  • Hitung Cermat Total Biaya Kepemilikan Mobil Listrik versus Mobil Bensin di Indonesia
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
Info Malang RayaInfo Malang Raya
Login
  • Malang Raya
    • Kota Malang
    • Kabupaten Malang
    • Kota Batu
  • Daerah
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Politik
    • Undang-Undang
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Otomotif
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Tips
    • Wisata
  • Kajian Islam
  • Login
Info Malang Raya
  • Malang Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
  • Kajian Islam
  • Login
Home»Malang Raya»Dari Yesus hingga Prajurit, Ini Deretan Pemeran Jalan Salib GPM Syaloom – Batu Meja

Dari Yesus hingga Prajurit, Ini Deretan Pemeran Jalan Salib GPM Syaloom – Batu Meja

adm_imradm_imr11 April 20265 Views
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Prosesi Jalan Salib yang Penuh Makna

Prosesi Jalan Salib yang diadakan oleh Jemaat GPM Syaloom Batu Meja di Kota Ambon, Minggu (5/4/2026) dini hari, bukan sekadar pertunjukan. Ia menjadi sebuah dramatika iman yang penuh makna dan menyentuh hati ribuan warga yang hadir.

Ketua Panitia Jalan Salib, Jessy Radjawane, menjelaskan bahwa seluruh pemeran dipilih dan dipersiapkan secara khusus untuk menghidupkan setiap fragmen kisah penyaliban Yesus Kristus secara utuh dan menyentuh. Totalitas 59 pemeran dari berbagai karakter Alkitab memberikan kekuatan emosional yang luar biasa dalam pementasan ini.

Di barisan terdepan, sosok Gino Pattihahuan memerankan Yesus dan menjadi pusat perhatian. Penghayatannya yang mendalam berpadu dengan peran Sella Tousalwa sebagai Maria, ibu Yesus, serta Jean Pattiradjawane sebagai Maria Magdalena, membentuk inti emosional yang kuat sepanjang pementasan.

Konflik kekuasaan tergambar melalui karakter Valen Haruway sebagai Pilatus yang didampingi Christo Maitimu, serta Jefry Amanupunjo sebagai Kayafas. Sementara itu, peran Herodes dimainkan Pierre Engko bersama dua pendampingnya, Kenny Fransiscus dan Gill Matitakapa, yang memperkuat nuansa politik dan intrik dalam kisah tersebut.

Tokoh pengkhianat Yudas diperankan Edy Tuhehay, menghadirkan dinamika batin yang kontras dengan sosok Simon dari Kirene yang dimainkan Alfaris Seipattiratu. Serta Veronika yang diperankan Amanda Pattipeilohy, figur-figur yang menampilkan sisi kemanusiaan di tengah penderitaan.

Dani Muskitta memerankan Barabas, seorang narapidana atau tahanan politik Yahudi yang dibebaskan oleh Gubernur Pontius Pilatus saat Paskah, alih-alih Yesus Kristus, atas permintaan orang banyak. Pelis Latuheru sebagai narator turut memperkaya alur cerita, menjembatani setiap adegan agar mudah dipahami oleh ribuan penonton.

Di sisi lain, kekuatan dramatik juga dibangun oleh pasukan prajurit yang dipimpin Corneles Palapessy sebagai kepala prajurit. Ia didukung deretan prajurit mulai dari Hendro Hehareuw, Dio Muskitta, Ando Maghyn, Rido Wattimena, hingga Yopi Wenno, Steward Manuputty, Gil Patty, Anes Leimena, Kanu Ritawaemahu, Yerry Leimena, Ronald Diaz, Marvin Souhuken, Patrick de Fretes, Pierre Tamtelahittu, Sesar, Juan, Orel Muskitta, dan Tino.

Adegan penyiksaan semakin kuat dengan kehadiran para algojo yang diperankan Valen, Ampi, Frento Corputty, dan Andre Heareuw. Sementara itu, kelompok pemuka agama dan masyarakat turut dihidupkan oleh Deni Tuankotta, William Diaz, dan Yopi Wenno sebagai imam, kemudian Brian Loupatty, Hendrik Lemosol dan Millian Heareuw sebagai orang Farisi. Serta Dennis Mahury, Brandon Loupatty, dan Angky Radjawane sebagai orang Yahudi.

Nuansa penderitaan dan refleksi juga diperkuat oleh kehadiran dua penyamun yang diperankan Hena Amanupunjo dan Xlasanta Hiariej. Sementara para murid Yesus yang dimainkan Valino Pattipeilohy, Stevy Huwae, dan Greggy Tumalang. Tak kalah penting, sembilan perempuan Samaria—Mizzel Lawalatta, Jessi Tousalwa, Wilta de Queljoe, Gloria Pesiwarissa, Julian Eipepa, Gebby Tuankotta, Ella Radjoelan, Ella Tupan, dan Tya Loppies, menghadirkan warna empati dan dukungan moral dalam perjalanan Via Dolorosa.

Seluruh karakter ini menyatu dalam satu panggung besar di sepanjang Jalan Pattimura, menciptakan suasana dramatis yang membuat ribuan warga larut dalam emosi.

Diberitakan sebelumnya, penampilan Gino Pattihahuan sebagai Yesus menjadi sorotan utama. Untuk pertama kalinya memerankan tokoh tersebut, ia mengaku menjalani proses spiritual yang mendalam. “Persiapan saya adalah menjadikan diri sebagai wadah yang nanti diisi oleh Tuhan. Apa yang kami persembahkan bukan karena kami hebat, tetapi Tuhan Yesus pakai untuk kemuliaan-Nya,” ungkapnya saat diwawancarai Infomalangraya.com, Minggu (5/4/2026).

Ia bahkan merasakan langsung makna penderitaan saat adegan cambukan berlangsung. “Ketika dicambuk, saya merasakan betapa sengsaranya Tuhan Yesus. Kita sebagai manusia tidak akan mampu membalas pengorbanan itu,” katanya.

Pementasan ini merupakan hasil proses panjang sejak Oktober 2025, dilanjutkan latihan intensif sejak Februari 2026 hingga gladi resik awal April. Seluruh pemeran juga menjalani puasa selama 18 jam sebagai bentuk penghayatan iman.

Prosesi dimulai dari Gereja Maranatha pukul 01.00 WIT dan berakhir di Gapura Syaloom Batu Meja sekitar pukul 02.45 WIT, dengan ribuan warga memadati sepanjang Jalan Pattimura.

Ketua Paduan Suara Ora Et Labora, Non Tatipikalawan, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan refleksi iman. “Ini bukan cerita fiktif, tetapi kisah nyata yang dihadirkan kembali. Harapannya tidak hanya ditonton, tetapi juga dirasakan,” ujarnya.

Melalui totalitas para pemeran, Jalan Salib ini menjadi pengingat akan pengorbanan Yesus Kristus, sekaligus membawa pesan harapan, kemenangan, dan kehidupan baru melalui kebangkitan-Nya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Berita Terkait

Ancaman Pembacokan Warnai Investigasi Dugaan Pelanggaran Asusila di Maguan Malang

By redaksi22 October 20263,667 Views

Terbongkar, Dugaan Hubungan Terlarang Oknum Pengusaha Properti di Malang dengan Bawahan

By redaksi21 October 20267,329 Views

Mencuat, Dugaan Pelanggaran Etik Oknum Perawat RSSA Malang ‎

By redaksi21 October 20266,593 Views
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru
Menelusuri Bahaya Ghibah Digital dan Seni Tabayyun di Tengah Riuhnya Jagat Maya

Menelusuri Bahaya Ghibah Digital dan Seni Tabayyun di Tengah Riuhnya Jagat Maya

1 November 2026
Merawat Kesehatan Otak dan Redakan Stres Melalui Pesona Hobi Lambat yang Menenangkan

Merawat Kesehatan Otak dan Redakan Stres Melalui Pesona Hobi Lambat yang Menenangkan

1 November 2026
Seni Berani Berkata Tidak Tanpa Rasa Bersalah demi Menjaga Kesehatan Mental Anda

Seni Berani Berkata Tidak Tanpa Rasa Bersalah demi Menjaga Kesehatan Mental Anda

1 November 2026
Menata Ulang Ritme Kerja Tanpa Mengorbankan Kesehatan Mental dan Kebahagiaan Personal

Menata Ulang Ritme Kerja Tanpa Mengorbankan Kesehatan Mental dan Kebahagiaan Personal

1 November 2026
Berita Populer

HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

Kota Malang 1 April 2026

Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

29 April 2026

Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

28 February 2026

Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

4 June 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
© 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?