Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Dzikir dan Doa Setelah Sholat Fardhu 5 Waktu Lengkap

    3 Juni 2026

    Dandhy Laksono: Tim Pesta Babi Hormati Laporan Mama Sinta, Minta Publik Berhenti Menghakimi

    3 Juni 2026

    Motif Pembunuhan Ayu Puspita Sari di Muara Enim, Mantan Pacar Bakar Jasad untuk Hilangkan Jejak

    3 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 3 Juni 2026
    Trending
    • Dzikir dan Doa Setelah Sholat Fardhu 5 Waktu Lengkap
    • Dandhy Laksono: Tim Pesta Babi Hormati Laporan Mama Sinta, Minta Publik Berhenti Menghakimi
    • Motif Pembunuhan Ayu Puspita Sari di Muara Enim, Mantan Pacar Bakar Jasad untuk Hilangkan Jejak
    • Pandangan: Mengenal Orthoebolavirus, Ancaman Kesehatan Global yang Nyata
    • 14 Makanan Mengurangi Mual Saat Hamil, Tenangkan Perut
    • 5 Tips Pemula untuk Memilih Asuransi Kesehatan Murni
    • Bos Hanania Tawarkan Pengembalian Uang Korban Penipuan Dicicil 2 Tahun, Kini Jadi Tersangka
    • Ahmad Dhani Bantah Dikaitkan dengan Maia, Pamer Selera Seni Kelas A dan Wariskan ke Anak-anak
    • Prabowo Kembali ke Indonesia Usai Kunjungan ke Prancis
    • Aliansi tetangga RI kembangkan senjata bawah laut lawan China
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Malang Raya»Dari Yesus hingga Prajurit, Ini Deretan Pemeran Jalan Salib GPM Syaloom – Batu Meja

    Dari Yesus hingga Prajurit, Ini Deretan Pemeran Jalan Salib GPM Syaloom – Batu Meja

    adm_imradm_imr11 April 20264 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Prosesi Jalan Salib yang Penuh Makna

    Prosesi Jalan Salib yang diadakan oleh Jemaat GPM Syaloom Batu Meja di Kota Ambon, Minggu (5/4/2026) dini hari, bukan sekadar pertunjukan. Ia menjadi sebuah dramatika iman yang penuh makna dan menyentuh hati ribuan warga yang hadir.

    Ketua Panitia Jalan Salib, Jessy Radjawane, menjelaskan bahwa seluruh pemeran dipilih dan dipersiapkan secara khusus untuk menghidupkan setiap fragmen kisah penyaliban Yesus Kristus secara utuh dan menyentuh. Totalitas 59 pemeran dari berbagai karakter Alkitab memberikan kekuatan emosional yang luar biasa dalam pementasan ini.

    Di barisan terdepan, sosok Gino Pattihahuan memerankan Yesus dan menjadi pusat perhatian. Penghayatannya yang mendalam berpadu dengan peran Sella Tousalwa sebagai Maria, ibu Yesus, serta Jean Pattiradjawane sebagai Maria Magdalena, membentuk inti emosional yang kuat sepanjang pementasan.

    Konflik kekuasaan tergambar melalui karakter Valen Haruway sebagai Pilatus yang didampingi Christo Maitimu, serta Jefry Amanupunjo sebagai Kayafas. Sementara itu, peran Herodes dimainkan Pierre Engko bersama dua pendampingnya, Kenny Fransiscus dan Gill Matitakapa, yang memperkuat nuansa politik dan intrik dalam kisah tersebut.

    Tokoh pengkhianat Yudas diperankan Edy Tuhehay, menghadirkan dinamika batin yang kontras dengan sosok Simon dari Kirene yang dimainkan Alfaris Seipattiratu. Serta Veronika yang diperankan Amanda Pattipeilohy, figur-figur yang menampilkan sisi kemanusiaan di tengah penderitaan.

    Dani Muskitta memerankan Barabas, seorang narapidana atau tahanan politik Yahudi yang dibebaskan oleh Gubernur Pontius Pilatus saat Paskah, alih-alih Yesus Kristus, atas permintaan orang banyak. Pelis Latuheru sebagai narator turut memperkaya alur cerita, menjembatani setiap adegan agar mudah dipahami oleh ribuan penonton.

    Di sisi lain, kekuatan dramatik juga dibangun oleh pasukan prajurit yang dipimpin Corneles Palapessy sebagai kepala prajurit. Ia didukung deretan prajurit mulai dari Hendro Hehareuw, Dio Muskitta, Ando Maghyn, Rido Wattimena, hingga Yopi Wenno, Steward Manuputty, Gil Patty, Anes Leimena, Kanu Ritawaemahu, Yerry Leimena, Ronald Diaz, Marvin Souhuken, Patrick de Fretes, Pierre Tamtelahittu, Sesar, Juan, Orel Muskitta, dan Tino.

    Adegan penyiksaan semakin kuat dengan kehadiran para algojo yang diperankan Valen, Ampi, Frento Corputty, dan Andre Heareuw. Sementara itu, kelompok pemuka agama dan masyarakat turut dihidupkan oleh Deni Tuankotta, William Diaz, dan Yopi Wenno sebagai imam, kemudian Brian Loupatty, Hendrik Lemosol dan Millian Heareuw sebagai orang Farisi. Serta Dennis Mahury, Brandon Loupatty, dan Angky Radjawane sebagai orang Yahudi.

    Nuansa penderitaan dan refleksi juga diperkuat oleh kehadiran dua penyamun yang diperankan Hena Amanupunjo dan Xlasanta Hiariej. Sementara para murid Yesus yang dimainkan Valino Pattipeilohy, Stevy Huwae, dan Greggy Tumalang. Tak kalah penting, sembilan perempuan Samaria—Mizzel Lawalatta, Jessi Tousalwa, Wilta de Queljoe, Gloria Pesiwarissa, Julian Eipepa, Gebby Tuankotta, Ella Radjoelan, Ella Tupan, dan Tya Loppies, menghadirkan warna empati dan dukungan moral dalam perjalanan Via Dolorosa.

    Seluruh karakter ini menyatu dalam satu panggung besar di sepanjang Jalan Pattimura, menciptakan suasana dramatis yang membuat ribuan warga larut dalam emosi.

    Diberitakan sebelumnya, penampilan Gino Pattihahuan sebagai Yesus menjadi sorotan utama. Untuk pertama kalinya memerankan tokoh tersebut, ia mengaku menjalani proses spiritual yang mendalam. “Persiapan saya adalah menjadikan diri sebagai wadah yang nanti diisi oleh Tuhan. Apa yang kami persembahkan bukan karena kami hebat, tetapi Tuhan Yesus pakai untuk kemuliaan-Nya,” ungkapnya saat diwawancarai Infomalangraya.com, Minggu (5/4/2026).

    Ia bahkan merasakan langsung makna penderitaan saat adegan cambukan berlangsung. “Ketika dicambuk, saya merasakan betapa sengsaranya Tuhan Yesus. Kita sebagai manusia tidak akan mampu membalas pengorbanan itu,” katanya.

    Pementasan ini merupakan hasil proses panjang sejak Oktober 2025, dilanjutkan latihan intensif sejak Februari 2026 hingga gladi resik awal April. Seluruh pemeran juga menjalani puasa selama 18 jam sebagai bentuk penghayatan iman.

    Prosesi dimulai dari Gereja Maranatha pukul 01.00 WIT dan berakhir di Gapura Syaloom Batu Meja sekitar pukul 02.45 WIT, dengan ribuan warga memadati sepanjang Jalan Pattimura.

    Ketua Paduan Suara Ora Et Labora, Non Tatipikalawan, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan refleksi iman. “Ini bukan cerita fiktif, tetapi kisah nyata yang dihadirkan kembali. Harapannya tidak hanya ditonton, tetapi juga dirasakan,” ujarnya.

    Melalui totalitas para pemeran, Jalan Salib ini menjadi pengingat akan pengorbanan Yesus Kristus, sekaligus membawa pesan harapan, kemenangan, dan kehidupan baru melalui kebangkitan-Nya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Rencana Alun-Alun Kepanjen Rp300 M Picu Kontroversi, Plt Ketua DPRD Malang Minta Pembahasan Segera

    By adm_imr3 Juni 20261 Views

    Mulai Rp 10 Ribu, 5 Bakso Enak Dekat Alun-Alun Pasuruan yang Bikin Nagih

    By adm_imr3 Juni 20262 Views

    Berita Arema FC Terkini: Rifad Marasabessy Mundur, Dalberto Beri Komentar Soal Kota Malang

    By adm_imr2 Juni 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Dzikir dan Doa Setelah Sholat Fardhu 5 Waktu Lengkap

    3 Juni 2026

    Dandhy Laksono: Tim Pesta Babi Hormati Laporan Mama Sinta, Minta Publik Berhenti Menghakimi

    3 Juni 2026

    Motif Pembunuhan Ayu Puspita Sari di Muara Enim, Mantan Pacar Bakar Jasad untuk Hilangkan Jejak

    3 Juni 2026

    Pandangan: Mengenal Orthoebolavirus, Ancaman Kesehatan Global yang Nyata

    3 Juni 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026

    Kejagung Sita Aset Kasus Ekspor CPO di Kota Malang, Tanah 157 Meter Persegi Dipasangi Plang

    2 Mei 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?