Suasana Ramadan di SRMA 22 Malang yang Penuh Disiplin dan Semangat
Di tengah bulan suci Ramadan, SRMA 22 Malang menghadirkan suasana istimewa yang berbeda dari sekolah-sekolah lainnya. Para siswa tidak hanya menjalani ibadah puasa, tetapi juga melaksanakan rutinitas ala pesantren sejak pagi hingga malam hari. Kehadiran Ramadan pertama kali ini disambut dengan antusias oleh seluruh siswa, yang menjadikan bulan ini sebagai momen penting dalam pengembangan diri mereka.
Rutinitas Harian yang Terstruktur
Rutinitas di SRMA 22 Malang dimulai pada pukul 05.30 WIB, ketika para siswa bangun untuk melakukan salat tahajud berjamaah. Setelah itu, mereka melanjutkan dengan sahur bersama. Aktivitas dilanjutkan dengan salat subuh, tadarus singkat, olahraga, dan kemudian membersihkan diri. Pukul 06.30 WIB, siswa sudah siap apel pagi di lapangan, dilanjutkan dengan salat duha sebelum masuk kelas.
Kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung hingga pukul 12.00 WIB. Namun, tugas siswa tidak berhenti di situ. Setelah salat duhur, mereka diwajibkan melakukan tadarus mandiri selama 30 menit sebelum diperbolehkan istirahat atau tidur siang hingga pukul 14.30 WIB.
Tradisi Kamis Malam Jumat yang Unik
Ada hal yang unik saat memasuki sore hari, terutama di hari Kamis. Biasanya, siswa mengikuti kegiatan mengaji, tetapi khusus di hari Kamis menjelang malam Jumat, agenda diganti dengan kegiatan keagamaan tradisional. Siswa membaca tahlil, diba, dan mengirim doa hingga menjelang magrib. Setelah berbuka puasa dengan takjil dan makan, mereka melanjutkan ibadah salat isya dan tarawih.
Pihak sekolah juga menyediakan kudapan malam seperti burger dan spageti pada pukul 20.30 WIB sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat siswa. Mereka bisa beristirahat total pada pukul 21.00 WIB.
Tidak Ada Target Khatam yang Kaku
Terkait kemampuan membaca Al-Qur’an, SRMA 22 Malang tidak mematok target khatam yang kaku bagi setiap individu. Hal ini dikarenakan latar belakang kemampuan siswa yang beragam. Beberapa siswa masih dalam tahap Iqra, ada yang belum lancar, sementara yang lain sudah hafal 5 sampai 7 juz.
Hadiah Fungsional untuk Motivasi
Meski tidak ada target wajib, sekolah menyiapkan skema reward atau hadiah menarik bagi siswa yang paling rajin. Kriterianya mulai dari jemaah yang tidak pernah telat, salat tahajud yang rajin, hingga jumlah khatam Al-Qur’an terbanyak.
Hadiah yang diberikan bukanlah sesuatu yang mewah, tetapi lebih fungsional. Banyak siswa yang menginginkan hadiah seperti earphone atau mouse karena mereka memiliki fasilitas laptop. Dengan begitu, mereka bisa mendengarkan musik atau bekerja dengan lebih nyaman.
Reward tersebut rencananya akan dibagikan pada akhir bulan Ramadan sebagai bentuk apresiasi atas kekonsistenan siswa dalam beribadah.
Sekolah Rakyat yang Berfokus pada Pengentasan Kemiskinan
SRMA 22 Malang adalah salah satu sekolah yang dibentuk oleh Pemerintah era Presiden Prabowo di seluruh Indonesia termasuk Malang. Sekolah ini berfokus pada pengentasan kemiskinan ekstrem. Seluruh biaya pendidikan di SRMA 22 Malang gratis dan didukung oleh Kementerian Sosial RI. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kualitas pendidikan serta keterampilan hidup siswa, termasuk asrama, konsumsi, dan fasilitas belajar.





