Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Status Guru PPPK Berpindah ke Pusat, Bagaimana Dampaknya bagi Guru Surabaya dan Pemkot?

    24 Agustus 2026

    BEI Ubah Harga Minimal Saham Rp 1, Cek Daftar Gocap: GOTO-ADCP-BCAP-BTEL

    24 Agustus 2026

    Pria Dibui 7 Kali Tapi Masih Curang, Simpan Hasil Maling di Rumah Kosong

    24 Agustus 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 24 Agustus 2026
    Trending
    • Status Guru PPPK Berpindah ke Pusat, Bagaimana Dampaknya bagi Guru Surabaya dan Pemkot?
    • BEI Ubah Harga Minimal Saham Rp 1, Cek Daftar Gocap: GOTO-ADCP-BCAP-BTEL
    • Pria Dibui 7 Kali Tapi Masih Curang, Simpan Hasil Maling di Rumah Kosong
    • Laga semifinal Vietnam vs Malaysia terancam tertunda cuaca ekstrem
    • Merekam Pengalaman, Komunitas Jurnalis Berpetualang di Pati
    • Bioskop Inggris Pertimbangkan Larangan Kacamata AI Meta Akibat Kekhawatiran Pemalsuan Film
    • 8 Bahan Rumah Tangga untuk Membersihkan Kaca Mobil
    • Tanggal 21 Agustus 2026: Hari Apa Saja yang Diperingati?
    • Latihan Soal HOTS Pancasila Kelas 7 Bab 2 Tahun 2026
    • Berita Arema FC Terkini: Nasib Logo Singa Bertindik dan Polemik Mural Malang the Glory Land
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kesehatan»Terlambat Sadar, Tapi Pasti Sembuh dan Tak Menular

    Terlambat Sadar, Tapi Pasti Sembuh dan Tak Menular

    adm_imradm_imr10 Maret 202612 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Pentingnya Deteksi Dini Bercak di Cuping Telinga sebagai Gejala Kusta

    Pada suatu siang di pertengahan 2022, TA menyadari adanya perubahan pada wajah dan telinganya. Ia mengira itu hanya alergi atau penyakit kulit biasa. Namun, selama sekitar lima bulan, ia tidak melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Akibatnya, tangan dan kakinya sering merasa kebas. Hingga akhirnya, ia memutuskan untuk memeriksakan diri ke rumah sakit, dan dokter menegaskan bahwa ia mengidap kusta.

    Kusta atau dikenal sebagai penyakit Hansen adalah infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Menurut WHO, penyakit ini menyerang kulit, saraf tepi, dan mukosa, menyebabkan bercak mati rasa dan kecacatan jika tidak diobati. Indonesia menempati urutan ketiga di dunia dengan jumlah kasus kusta terbanyak, setelah India dan Brasil. Pada 2023, prevalensi kusta mencapai 0,71 per 10.000 penduduk.

    TA mengaku kaget dan tak percaya karena ia pikir kusta adalah penyakit langka dan tidak ada obatnya. Namun, setelah mendapat penjelasan dari dokter, ia memahami bahwa kesalahpahaman umum di masyarakat menjadi penyebab keterlambatan diagnosis. Bercak pada kulit sering dianggap sebagai panu, alergi, atau infeksi ringan. TA pun mengakui hal yang sama, ia tidak menyadari bahwa bercak tersebut adalah gejala awal kusta.

    Belakangan, TA mengetahui bahwa keponakannya sempat terdiagnosis kusta. Kontak erat dalam keluarga diduga menjadi sumber penularan. Selain kurangnya pengetahuan, beban mental juga menjadi sebab lain yang memperberat situasi. Stigma terhadap kusta membuatnya takut dikucilkan.

    Akibat keterlambatan tersebut, kondisinya sempat memburuk. TA bahkan tidak bisa berjalan selama beberapa bulan. Kondisi itu berdampak langsung pada pekerjaan sehari-hari yang disibukkan membantu ibunya berjualan di pasar. Saat sakit, ia berhenti total. Kini, setelah menjalani pengobatan rutin selama hampir satu tahun, kondisinya berangsur membaik.

    Pengobatan Gratis dan Harapan untuk Sembuh

    Solusi yang TA jalani dimulai dari memeriksakan diri ke dokter kulit, kemudian rutin mengambil obat kusta secara gratis di puskesmas setiap bulan. Ia mengaku tidak mengalami kendala selama terapi. Tenaga medis memberikan penanganan dan edukasi yang jelas. Ia pun disiplin minum obat dan menjaga kebersihan.

    “Minum obat rutin dari puskesmas, jaga kebersihan, pakai masker. Insyaallah saya yakin tidak akan menular,” ujarnya. Yang membuatnya bertahan adalah keyakinan bahwa kusta bisa disembuhkan. “Saya masih muda, dan saya yakin pasti akan sembuh, saya tetap berdoa dan ikhtiar. Saya percaya sama Tuhan bahwa saya pasti bisa sembuh.”

    Kini rasa percaya dirinya mulai pulih. Ia merasa telah diterima kembali oleh lingkungan. Namun ia menegaskan, kesalahpahaman tentang kusta masih perlu diluruskan. Seperti halnya tentang asumsi tak benar bahwa kusta tidak ada obatnya dan tidak bisa disembuhkan.

    Tentang Kusta

    Dalam wawancara bersama Dokter Spesialis Kulit RSUD Dr. Moewardi Surakarta, Dr. dr. Nur M. Rahmat Mulyanto, M.Sc., Sp.D.V.E., Subsp.D.T., FINSDV, FAADV, menjelaskan, kusta adalah penyakit infeksi kronis yang bisa dijelaskan secara ilmiah, dideteksi secara klinis, dan disembuhkan dengan terapi yang tepat. Kusta atau lepra disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae yang menyerang kulit dan saraf tepi.

    Bakteri ini berkembang lambat dan memiliki karakteristik khas, yakni merusak saraf secara perlahan hingga menimbulkan mati rasa. “Inilah yang membedakan kusta dari penyakit kulit lainnya,” jelasnya. Secara klinis, kusta diklasifikasikan menjadi dua tipe utama: paucibacillary (PB) atau kusta kering dan multibacillary (MB) atau kusta basah.

    Pasien dengan tipe PB umumnya menjalani terapi selama enam bulan, sementara tipe MB membutuhkan pengobatan minimal dua belas bulan dengan kombinasi antibiotik sesuai standar multidrug therapy (MDT). Secara medis, terdapat tiga tanda kardinal kusta yang menjadi dasar diagnosis: yakni bercak pada kulit yang mati rasa, penebalan saraf tepi, dan ditemukannya kuman melalui pemeriksaan laboratorium.

    Penularan: Tidak Semudah yang Dibayangkan

    Salah satu kesalahpahaman terbesar di masyarakat adalah anggapan bahwa kusta sangat mudah menular. Faktanya, penularan memerlukan kontak erat dan berkepanjangan dengan penderita yang belum diobati, terutama melalui droplet saluran pernapasan. Kusta tidak menular melalui sentuhan singkat, berjabat tangan, atau interaksi sosial biasa.

    Setelah pasien menjalani terapi, risiko penularan menurun drastis. Begitu pengobatan dimulai, daya tularnya cepat menurun. 90 persen tak menular jika minum obat MDT. Jika terlambat ditangani, bakteri dapat merusak saraf sensorik dan motorik. Akibatnya, penderita kehilangan sensasi nyeri sehingga tidak menyadari luka pada tangan atau kaki.

    Dukungan dan Kolaborasi Berkelanjutan

    Di balik ruang konsultasi dan meja pemeriksaan, ada kerja kolektif yang terus dijalankan para dokter spesialis kulit untuk memastikan kusta tidak lagi menjadi momok sosial. Melalui Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) Cabang Surakarta, upaya edukasi dan deteksi dini dilakukan secara berkelanjutan di wilayah Solo Raya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Peluang Kaya Mendadak: 7 Shio Paling Beruntung Menurut Astrologi

    By adm_imr21 Agustus 20262 Views

    Ramalan Zodiak Sagitarius dan Capricorn 21 Agustus 2026: Cinta, Karir, Kesehatan

    By adm_imr21 Agustus 20260 Views

    Pertamina Berikan Kesehatan Gratis untuk Lansia dan Ibu Hamil di Balikpapan

    By adm_imr21 Agustus 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Status Guru PPPK Berpindah ke Pusat, Bagaimana Dampaknya bagi Guru Surabaya dan Pemkot?

    24 Agustus 2026

    BEI Ubah Harga Minimal Saham Rp 1, Cek Daftar Gocap: GOTO-ADCP-BCAP-BTEL

    24 Agustus 2026

    Pria Dibui 7 Kali Tapi Masih Curang, Simpan Hasil Maling di Rumah Kosong

    24 Agustus 2026

    Laga semifinal Vietnam vs Malaysia terancam tertunda cuaca ekstrem

    24 Agustus 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?