Gala Premiere Film “Songko” di Manado
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus turut hadir dalam gala premiere film “Songko” yang digelar di Studio XXI Mantos 3, Manado, Sulut, pada Minggu (19/4/2026) malam. Acara ini menjadi momen penting bagi industri perfilman nasional dan juga masyarakat setempat.
Film “Songko” mengangkat mitos yang hidup di tengah masyarakat Minahasa, khususnya di wilayah Tomohon. Dalam acara tersebut, Gubernur YSK tiba sekitar setengah jam sebelum pemutaran dimulai, yaitu pukul 19.30 Wita. Ia terlihat antusias dan penasaran dengan film yang berlatar budaya lokal tersebut. Saat tiba, YSK langsung berbincang-bincang dengan sutradara film dan duduk di Cafe XXI sambil menanti pemutaran film.
Kehadiran Gubernur YSK dalam gala premiere ini membuat warga yang hadir merasa terkejut dan kagum. Mereka senang dapat menyaksikan film dengan latar belakang budaya Sulawesi Utara bersama sang Gubernur. Salah satu warga, Ali, mengatakan bahwa kehadiran YSK adalah hal yang sangat menggembirakan.
Saat pemutaran film dimulai, YSK bergegas ke studio bersama sejumlah pejabat Pemprov Sulut, akademisi, politisi, serta anggota DPRD. Banyak penonton yang diundang memenuhi bioskop dalam waktu singkat, bahkan banyak dari mereka tidak bisa masuk ke dalam studio karena jumlahnya terlalu banyak.

Cerita di Balik Film “Songko”
Film “Songko” dibuat dengan pendekatan yang matang, bukan hanya sebagai film horor biasa, tetapi juga untuk memperkenalkan legenda dan kebudayaan setempat melalui medium sinema. Eksekutif Produser Santara, Whisnu Baker, ingin menutup kesan bahwa film horor hanya bikin takut. Ia menegaskan bahwa film ini dirancang untuk mengangkat identitas budaya daerah.
Film ini diangkat dari legenda masyarakat Minahasa yang selama ini hidup dan berkembang dari mulut ke mulut. Proses pembuatan film dilakukan dengan riset budaya, pemilihan lokasi, dan keterlibatan talenta lokal untuk menjaga keaslian cerita.

Whisnu menambahkan bahwa pendekatan ini merupakan bentuk komitmen untuk menghadirkan cerita yang autentik. “Dengan melibatkan talenta lokal dan melakukan riset langsung ke masyarakat, kami ingin memastikan cerita yang kami bawa tetap punya akar yang kuat,” ujarnya.
Di media sosial, warganet memberikan apresiasi atas pendekatan berbeda yang diambil oleh film ini. Banyak yang menyoroti kekuatan horor lokal dan kualitas sinematografinya. Tak sedikit pula yang berharap Songko dapat membuka jalan bagi cerita-cerita daerah lain untuk diangkat ke layar lebar.
Sinopsis Film “Songko”
Film “Songko” berlatar tahun 1986 di sebuah desa di Tomohon, tanah Minahasa, yang dilanda teror hingga membuat warganya hidup dalam ketakutan. Perempuan-perempuan muda ditemukan tewas secara tragis satu per satu tanpa sebab yang jelas. Masyarakat desa mulai meyakini bahwa kematian tersebut bukanlah peristiwa biasa. Mereka percaya desa mereka didatangi oleh Songko, sosok misterius yang diyakini memburu darah suci perempuan muda demi meraih keabadian.
Rasa takut perlahan berubah menjadi kecurigaan. Tuduhan mulai bermunculan dan akhirnya mengarah pada keluarga Mikha. Helsye, ibu kandung Lina sekaligus ibu tiri Mikha, dituding sebagai pihak yang memanggil Songko ke desa tersebut. Ketika ketakutan berubah menjadi amarah, perpecahan pun tak terhindarkan. Hubungan antarwarga retak, kepercayaan runtuh, dan konflik pun pecah.
Namun, teror sesungguhnya belum mencapai puncaknya. Songko tak hanya memburu korban, tetapi juga membawa malapetaka bagi siapa saja yang berada di sekitarnya.
Daftar Pemain dan Jadwal Tayang
Film “Songko” dibintangi oleh Annette Edoarda, Imelda Therinne, Fergie Brittany, Tegar Satria, dan Khiva Iskak. Film ini dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 23 April 2026.







