Pengalaman Alumni Ilmu Komunikasi yang Tidak Selalu Mulus
Seorang alumni Ilmu Komunikasi angkatan 2014 yang menyelesaikan studinya pada tahun 2021, mengungkapkan perjalanan hidupnya yang tidak selalu mulus. Ia membagikan pengalamannya dalam acara pelepasan calon wisudawan yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial dengan tema “Lead The Change, Master The Future: Strengthening Life Skills for Career Success”.
Dalam acara tersebut, dua alumni diundang sebagai narasumber inspiratif, yaitu Fred Toda dan Jack Sebastian. Mereka berbagi pengalaman perjalanan karier serta refleksi masa kuliah mereka.
Jack Sebastian, salah satu alumni Ilmu Komunikasi angkatan 2014, menceritakan bagaimana perjalanannya tidak selalu mudah. Ia mengaku sempat mengambil cuti kuliah pada tahun 2017 karena kesibukan. Hal ini membawanya untuk menekuni dunia usaha.
“Saya sehari-hari sibuk di bidang usaha F&B (food and beverage). Saya salah satu owner dari Lamafa Kedai Kopi yang kami bangun sejak 2020 bersama teman-teman,” ujar Jack.
Ketertarikannya pada dunia kopi bermula dari mimpi masa SMA untuk menjadi koki. Namun karena keterbatasan, ia memutuskan untuk mempelajari dunia barista dengan mengikuti kursus di Yogyakarta selama dua bulan, kemudian melanjutkan magang sebelum kembali ke bangku kuliah.
Selama masa mahasiswa, Jack sudah mulai merintis usaha kecil-kecilan di lingkungan kampus. Ia memanfaatkan berbagai momentum kegiatan kampus seperti PKKMB, dies natalis, hingga acara mahasiswa untuk membuka lapak kopi.
“Dulu kami jualan sederhana, bahkan pakai meja dosen. Tapi yang paling berkesan, dosen-dosen justru jadi pelanggan pertama yang selalu mendukung,” ungkapnya.
Jack juga mengenang momen unik ketika sejumlah mahasiswa yang akan ujian skripsi mendapatkan kopi gratis darinya sebagai bentuk promosi sekaligus dukungan.
Ia mengakui sempat terlalu larut dalam pekerjaan hingga hampir menunda penyelesaian studi, sebelum akhirnya didorong oleh dosen untuk segera menyelesaikan skripsi.
Meski bidang usahanya tidak sepenuhnya linear dengan jurusan yang ditempuh, Jack menilai ilmu komunikasi tetap relevan dalam pekerjaannya.
“Ilmu komunikasi itu sangat terpakai. Saat melayani pelanggan, kita berdiskusi, bertukar informasi, bahkan membangun relasi. Itu semua bagian dari komunikasi,” jelasnya.
Perjalanan Fred Toda yang Penuh Perjuangan
Sementara itu, Fred Toda juga membagikan kisah perjuangannya selama menempuh pendidikan yang memakan waktu lebih lama dari rata-rata mahasiswa.
Ia secara terbuka mengakui bahwa dirinya menyelesaikan studi dalam kurun waktu sekitar tujuh tahun karena aktif dalam berbagai kegiatan organisasi dan komunitas.

“Hidup ini soal pilihan. Saya memilih terlibat dalam banyak kegiatan di luar kampus, yang akhirnya membentuk saya sampai bisa berada di posisi sekarang,” ujarnya.
Fred menuturkan, pengalaman akademik tetap memberikan kontribusi penting dalam perjalanan kariernya, khususnya pada mata kuliah yang berkaitan dengan psikologi industri dan organisasi. Ilmu tersebut menurutnya sangat relevan dalam dunia kerja, terutama dalam memahami dinamika organisasi dan penyelesaian masalah.
Saat ini, Fred terlibat aktif dalam koperasi dan memegang peran strategis di tingkat cabang. Ia menjelaskan bahwa tantangan dalam dunia kerja menuntut kemampuan analisis, komunikasi, serta kepemimpinan yang kuat.
“Apa yang saya pelajari di kampus, pelan-pelan bisa saya terapkan di dunia kerja. Kita tidak hanya menyelesaikan masalah, tapi juga harus mampu mengelola dinamika dalam organisasi,” katanya.
Pelajaran Berharga dari Pengalaman Alumni
Melalui kegiatan ini, para calon wisudawan diharapkan dapat memetik pelajaran berharga dari pengalaman para alumni, khususnya dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Tema yang diangkat menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi, kepemimpinan, serta penguasaan keterampilan hidup sebagai bekal utama meraih kesuksesan karier di masa depan.







