Keutamaan Shalat Tarawih pada Malam Ke-14 Ramadhan 1447 H
Shalat tarawih merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan selama bulan suci Ramadhan. Ibadah ini dilakukan setelah shalat Isya dan biasanya terdiri dari 8 atau 20 rakaat, diakhiri dengan salat Witir. Shalat tarawih bisa dilakukan secara berjamaah di masjid atau sendirian di rumah, dengan bacaan niat dan tata cara yang benar.
Pada malam ke-14 Ramadhan 1447 H, shalat tarawih memiliki keutamaan khusus. Dalam kitab Durratun Nashihin, disebutkan bahwa orang-orang yang melakukan shalat tarawih pada malam ini akan disaksikan oleh para malaikat. Mereka menyaksikan bahwa ia telah melaksanakan shalat tarawih, sehingga Allah tidak akan menghisabnya kelak di hari kiamat.
Berikut adalah teks dalam bahasa Arab yang merujuk pada keutamaan tersebut:
وَفِى اللَّيْلَةِ الرَّابِعَةَ عَشَرَةَ جَاءَتِ الْمَلَائِكَةُ يَشْهَدُوْنَ لَهُ اَنَّهُ قَدْ صَلَّى التَّرَاوِيْحَ فَلَا يُحَاسِبُهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Artinya:
“Pada malam keempat belas, malaikat menjadi saksi bahwa ia melakukan shalat tarawih. Maka Allah tidak akan menghisabnya kelak di hari kiamat.”
Sebagai umat Muslim, kita harus memahami bahwa hari kiamat adalah bagian dari rukun iman. Kita percaya bahwa pada hari itu, manusia akan kembali kepada Allah dan dimintai pertanggungjawaban perbuatan mereka. Tidak ada amal seorang hamba yang terlewat dari perhitungan oleh Allah. Oleh karena itu, orang yang mengingkari adanya perhitungan juga mengingkari hari kiamat.
Orang-orang yang tidak dihisab pada hari kiamat adalah mereka yang memiliki kesempurnaan tauhid dan tawakal kepada Allah. Meski penjelasan dalam kitab tersebut tidak bersumber dari hadis sahih, isinya sering dijadikan motivasi untuk meningkatkan semangat beribadah selama Ramadhan.
Momen Penting untuk Memperbaiki Diri
Malam ke-14 Ramadhan menjadi momen penting bagi umat Muslim untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan ibadah. Hal ini bisa dilakukan melalui shalat, membaca Alquran, bersedekah, maupun memperbanyak amal saleh lainnya. Dengan memahami keutamaan malam ini, umat Islam diharapkan semakin termotivasi untuk menjaga kualitas dan konsistensi ibadah sepanjang bulan suci Ramadhan.
Bacaan Niat dan Tata Cara Shalat Tarawih
Berikut bacaan niat shalat tarawih:
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Artinya:
“Aku berniat shalat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah SWT.”
Tata cara shalat tarawih umumnya dilakukan dua rakaat satu salam dengan urutan sebagai berikut:
* Membaca niat dalam hati
* Takbiratul ihram
* Membaca Surat Al-Fatihah
* Membaca surat Al-Qur’an
* Rukuk
* Iktidal
* Sujud pertama
* Duduk di antara dua sujud
* Sujud kedua
* Berdiri untuk rakaat berikutnya
* Duduk tasyahud akhir
* Salam
Setiap dua rakaat diakhiri dengan salam, dan dianjurkan membaca doa setelah selesai Tarawih.
Doa Kamilin
Doa kamilin merupakan doa yang dipanjatkan sesudah menyelesaikan seluruh rakaat shalat tarawih. Doa ini kerap jadi rujukan umat muslim, dan cukup populer bagi masyarakat muslim di Indonesia. Ini karena redaksi doa kamilin berasal dari perkataan atau hasil dari redaksi para ulama yang kemudian membentuk untaian-untaian permohonan doa.
Berikut bacaan doa kamilin dalam Bahasa Arab, bahasa Latin lengkap dengan terjemahannya:
اَللهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ. وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ. وَلِلصَّلاَةِ حَافِظِيْنَ. وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ. وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ. وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ. وَعَنِ الَّلغْوِ مُعْرِضِيْنَ. وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ. وَفِى اْلآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ
[…]
Artinya:
“Yaa Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara salat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra, yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui.”
Kesimpulan
Shalat tarawih menjadi momen penting bagi umat Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amalan selama bulan suci Ramadhan. Dengan memahami keutamaan malam ke-14 Ramadhan 1447 H, umat Islam diharapkan semakin termotivasi untuk menjaga kualitas dan konsistensi ibadah sepanjang bulan suci Ramadhan.







