Close Menu
Info Malang Raya
  • Malang Raya
    • Kota Malang
    • Kabupaten Malang
    • Kota Batu
  • Daerah
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Politik
    • Undang-Undang
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Otomotif
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Tips
    • Wisata
  • Kajian Islam
  • Login
Berita *Terbaru*
Menjembatani Jurang Karier Antara Gelar Sarjana dan Kebutuhan Industri Masa Depan Indonesia

Menjembatani Jurang Karier Antara Gelar Sarjana dan Kebutuhan Industri Masa Depan Indonesia

4 November 2026
Geliat Financial Fair Play Mengubah Wajah Bursa Transfer dan Gaya Hidup Sepak Bola

Geliat Financial Fair Play Mengubah Wajah Bursa Transfer dan Gaya Hidup Sepak Bola

4 November 2026
Panduan Lengkap Merawat Komponen Vital Kendaraan Menghadapi Ancaman Banjir Musim Hujan

Panduan Lengkap Merawat Komponen Vital Kendaraan Menghadapi Ancaman Banjir Musim Hujan

4 November 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
Wednesday, 4 November 2026
Trending
  • Menjembatani Jurang Karier Antara Gelar Sarjana dan Kebutuhan Industri Masa Depan Indonesia
  • Geliat Financial Fair Play Mengubah Wajah Bursa Transfer dan Gaya Hidup Sepak Bola
  • Panduan Lengkap Merawat Komponen Vital Kendaraan Menghadapi Ancaman Banjir Musim Hujan
  • Mengembalikan Kedamaian Pikiran Melalui Jeda Digital yang Terencana demi Kesehatan Mental
  • Seni Merawat Diri Hemat Tanpa Harus Menguras Isi Dompet Setiap Bulan
  • Strategi Praktis Menjaga Daya Tahan Tubuh Saat Peralihan Musim Agar Tetap Bugar
  • Ketika Kesejahteraan Guru Honorer Menentukan Masa Depan Mutu Pendidikan Sekolah Negeri Kita
  • Menatap Sisi Gelap Arena Olahraga Dunia Saat Mental Atlet Bertaruh Demi Medali Emas
  • Menanamkan Kompas Moral Islam pada Anak di Tengah Derasnya Gelombang Informasi Global
  • Panduan Memilih Perlengkapan Pemula Hobi Fotografi Analog Seduh Kopi Hingga Memanggang Roti
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
Info Malang RayaInfo Malang Raya
Login
  • Malang Raya
    • Kota Malang
    • Kabupaten Malang
    • Kota Batu
  • Daerah
  • Nasional
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Politik
    • Undang-Undang
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Otomotif
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Teknologi
    • Tips
    • Wisata
  • Kajian Islam
  • Login
Info Malang Raya
  • Malang Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
  • Kajian Islam
  • Login
Home»Hukum»Bangkai gajah tanpa kepala ungkap perburuan ilegal di Riau

Bangkai gajah tanpa kepala ungkap perburuan ilegal di Riau

adm_imradm_imr7 March 20268 Views
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penangkapan 15 Tersangka dalam Jaringan Perburuan Gajah Sumatra

Polda Riau berhasil membongkar jaringan perburuan satwa liar yang terorganisir lintas provinsi. Dalam kasus ini, sebanyak 15 orang ditetapkan sebagai tersangka dan tiga orang lainnya masih dalam daftar pencarian orang (DPO). Penangkapan ini berawal dari ditemukannya bangkai gajah Sumatra dalam kondisi mengenaskan di areal konsesi PT RAPP Distrik Ukui.

Kejadian Awal: Penemuan Bangkai Gajah

Bangkai gajah itu ditemukan pada Senin (2/2/2026) malam oleh seorang pekerja perusahaan, Winarno, yang mencium aroma tak sedap dari dalam hutan. Setelah mencari sumber bau, saksi menemukan bangkai gajah dalam kondisi terduduk. Ia kemudian melaporkan ke petugas keamanan perusahaan.

Pihak kepolisian dan BBKSDA Riau segera mendatangi lokasi penemuan bangkai gajah setelah menerima laporan. Ketika sampai di lokasi, petugas dibuat terkejut karena gajah ditemukan tanpa kepala. Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Riau melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan nekropsi atau bedah bangkai.

Petugas mengambil sejumlah sampel tanah dan genangan air di sekitar bangkai gajah. Hal ini bagian dari upaya untuk mengetahui penyebab kematian gajah malang itu. Dari hasil pemeriksaan sampel, tidak ditemukan kandungan sianida maupun merkuri, sehingga gajah ini bisa dipastikan matinya bukan karena diracun.

Hasil Nekropsi dan Bukti Kematian Akibat Tembakan

Pelaku membunuh gajah itu diduga dengan cara menembak gajah dengan senjata rakitan. Hal ini dibuktikan dengan penemuan dua potongan logam proyektil. Kepala Bidang (Kabid) Labfor Polda Riau, AKBP Ungkap Siahaan dalam konferensi pers, Jumat (6/2/2026), mengatakan bahwa potongan logam pertama memiliki diameter 12,30 milimeter dengan panjang 16,30 milimeter. Sementara satu serpihan lainnya berukuran panjang kurang lebih 6,94 milimeter.

Setelah dilakukan tes saintifik, dua potongan logam itu positif mengandung timbal (lead), tembaga atau kuningan, serta nitrat mesiu dan residu tembakan. Dokter hewan BBKSDA Riau, drh Rini mengungkapkan bahwa gajah tersebut ditembak pada bagian dahi. “Gajah ditembak di bagian dahi. Proyektil masih berada di tengkorak, dan tengkorak masih menyatu dengan leher,” kata Rini.

Dari hasil nekropsi, beberapa bagian tubuh gajah sudah hilang. Seperti bagian depan kepala, dahi, bola mata, hidung, dan gading, yang dipotong menggunakan senjata tajam. Belalai gajah juga ditemukan dalam kondisi terpotong. Pelaku diduga memotong setengah bagian kepala untuk mengambil gading yang panjangnya lebih dari satu meter.

“Gajah tersebut telah mati lebih dari 10 hari sebelum ditemukan,” kata Rini. Dari hasil pengukuran, gajah ini memiliki panjang badan 286 sentimeter dan diperkirakan berumur lebih dari 40 tahun.

Penyelidikan dan Pengungkapan Jaringan Perburuan

Dalam penyidikan, diketahui bahwa pelaku AN (DPO) menembak gajah sebanyak dua kali di bagian kepala bersama pelaku RA. Kemudian, kedua pelaku memotong kepala gajah untuk mengambil gading seberat sekitar 7,6 kilogram. Gading tersebut dijual seharga Rp 30 juta dan berpindah tangan hingga ke Sumatra Barat, sebelum dikirim melalui kargo udara ke Jakarta dan diteruskan ke Surabaya menggunakan jasa kargo kereta.

Nilai transaksi terus meningkat hingga mencapai Rp 125 juta lebih saat tiba di Jawa Tengah. Sebagian gading kemudian diolah menjadi pipa rokok dan diperjualbelikan kembali. Seluruh rangkaian distribusi dari hutan Pelalawan hingga menjadi produk jadi berlangsung kurang dari dua minggu.

Dalam pengungkapan ini, penyidik menyita:
* dua pucuk senjata api rakitan
* 798 butir amunisi berbagai kaliber
* 63 pipa rokok berbahan gading
* 140 kilogram sisik trenggiling
* 12 taring harimau
* perlengkapan perburuan dan dokumen pengiriman.

Para tersangka dijerat Pasal 40A ayat (1) huruf d dan huruf f UU Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang KSDAE, dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara dan denda hingga Rp5 miliar, serta ketentuan pidana lainnya dalam KUHP.

Tanggapan dari Pejabat dan Upaya Penegakan Hukum

Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menyampaikan bahwa penanganan perkara ini dilakukan secara profesional dengan pendekatan Scientific Crime Investigation. “Setelah bangkai gajah ditemukan pada 2 Februari 2026, tim gabungan langsung melakukan olah TKP. Pada 4 Februari dilakukan nekropsi oleh dokter hewan BBKSDA Wilayah Riau dan ditemukan serpihan tembaga di tengkorak kepala yang menguatkan kematian akibat luka tembak,” katanya dalam konferensi pers di Polda Riau, Selasa (3/3/2026).

Isir menegaskan bahwa jaringan perburuan satwa dilindungi ini sangat terstruktur dan sistematis dengan pembagian peran mulai dari pemodal, perantara, eksekutor, kurir hingga penadah. “Dengan 15 tersangka yang telah diamankan dan tiga DPO yang masih diburu, negara menegaskan komitmennya untuk hadir, menindak, dan menjaga keanekaragaman hayati Indonesia dari praktik ilegal yang merusak masa depan,” jelasnya.

Senada dengan Isir, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan bahwa peristiwa ini bukan insiden tunggal, melainkan bagian dari pola perburuan yang terorganisir. “Gajah Sumatera bukan sekadar satwa liar. Ia penjaga ekosistem. Ketika ia dibunuh demi keuntungan ekonomi sesaat, maka yang rusak bukan hanya satu individu, tetapi keseimbangan alam,” tutur Herry.

Ia mengatakan dari hasil penyidikan, terungkap ada sembilan lokasi terkait perburuan gajah di wilayah Ukui dan sekitarnya sejak 2024 hingga 2026. “Artinya ini pola yang harus dihentikan secara sistematis. Karena itu kami memperkuat patroli terpadu dan patroli sapu jerat di kawasan rawan,” tegasnya.

Kesimpulan

Penangkapan 15 tersangka dalam jaringan perburuan satwa liar yang terorganisir merupakan langkah penting dalam upaya menjaga keanekaragaman hayati Indonesia. Dengan adanya pengungkapan ini, diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan perburuan satwa liar. Selain itu, penegakan hukum terhadap para tersangka juga menjadi bentuk komitmen negara dalam melindungi lingkungan dan ekosistem alami.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Berita Terkait

Diduga Skandal Cinta Terlarang. Perselingkuhan Oknum Guru SD dan Pegawai Bank BUMN Terbongkar

By redaksi10 October 20262,147 Views

Awalnya Dikira Selingkuh, Pengakuan Pegawai Taman Krida Budaya Ini Justru Bikin Syok!

By redaksi8 October 202613,131 Views

Gembong narkoba Basri ditangkap, punya aset kapal-apartemen

By adm_imr25 August 20262 Views
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru
Menjembatani Jurang Karier Antara Gelar Sarjana dan Kebutuhan Industri Masa Depan Indonesia

Menjembatani Jurang Karier Antara Gelar Sarjana dan Kebutuhan Industri Masa Depan Indonesia

4 November 2026
Geliat Financial Fair Play Mengubah Wajah Bursa Transfer dan Gaya Hidup Sepak Bola

Geliat Financial Fair Play Mengubah Wajah Bursa Transfer dan Gaya Hidup Sepak Bola

4 November 2026
Panduan Lengkap Merawat Komponen Vital Kendaraan Menghadapi Ancaman Banjir Musim Hujan

Panduan Lengkap Merawat Komponen Vital Kendaraan Menghadapi Ancaman Banjir Musim Hujan

4 November 2026
Mengembalikan Kedamaian Pikiran Melalui Jeda Digital yang Terencana demi Kesehatan Mental

Mengembalikan Kedamaian Pikiran Melalui Jeda Digital yang Terencana demi Kesehatan Mental

4 November 2026
Berita Populer

HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

Kota Malang 1 April 2026

Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

29 April 2026

Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

28 February 2026

Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

4 June 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
© 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?