Peran Persatuan Nasional dalam Membangun Kesejahteraan Indonesia
Seruan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad tentang pentingnya persatuan nasional mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan, termasuk analis politik senior Boni Hargens. Menurut Boni, seruan tersebut tidak hanya relevan secara domestik, tetapi juga menjadi kekuatan fundamental yang diperlukan bangsa Indonesia di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Tantangan Global yang Mengancam Kestabilan Ekonomi dan Sosial
Boni Hargens menyoroti dua krisis geopolitik besar yang sedang mengguncang dunia, yaitu konflik di kawasan Timur Tengah dan perang antara Rusia dan Ukraina. Kedua krisis ini memiliki dampak yang luas, termasuk terhadap stabilitas ekonomi Indonesia. Fluktuasi harga komoditas, gangguan rantai pasok, serta ketidakstabilan pasar keuangan internasional menjadi efek jangka panjang dari konflik tersebut.
“Konflik di Timur Tengah berdampak langsung pada harga energi global, sementara perang Rusia-Ukraina mengganggu pasokan pangan dan energi dunia,” ujar Boni. Hal ini memicu inflasi global dan memaksa negara-negara untuk memperkuat ketahanan nasional masing-masing.
Dukungan Masyarakat Sipil sebagai Fondasi Pemerintahan
Menurut Boni, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto membutuhkan dukungan nyata dari masyarakat sipil untuk menghadapi tantangan-tantangan yang kompleks. Ia menekankan bahwa dukungan ini bukan sekadar sikap pasif, melainkan partisipasi aktif dan bertanggung jawab dalam proses berbangsa dan bernegara.
“Bukan berarti kita harus buta terhadap kebijakan yang ada, tetapi kita harus berpartisipasi dengan cara yang konstruktif dan produktif,” tambah Boni.
Tiga Program Utama yang Butuh Dukungan
Boni menyebut tiga program utama yang perlu didukung oleh masyarakat, yaitu:
- Ketahanan pangan: Program swasembada pangan yang menjadi prioritas Presiden Prabowo membutuhkan dukungan dari hulu ke hilir, mulai dari petani hingga konsumen yang bijak.
- Pembangunan infrastruktur: Konektivitas yang merata dari Sabang sampai Merauke adalah prasyarat bagi pemerataan kesejahteraan.
- Penguatan pelayanan publik: Kualitas pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik lainnya hanya bisa tercapai jika seluruh komponen bangsa bekerja sama secara harmonis.
Persatuan sebagai Investasi untuk Masa Depan Indonesia
Boni menegaskan bahwa seruan persatuan nasional bukanlah imbauan kosong, melainkan respons yang jernih terhadap tantangan nyata yang dihadapi bangsa Indonesia. Ia menilai bahwa fragmentasi sosial di ruang publik digital dan tekanan geopolitik global memperkuat kebutuhan akan persatuan.
“Persatuan nasional adalah investasi terbaik yang dapat diberikan masyarakat sipil kepada bangsa. Mari bersatu, bukan untuk satu golongan, tetapi untuk seluruh rakyat Indonesia,” pesannya.
Tanggung Jawab Warga Negara dalam Mewujudkan Kesejahteraan
Dasco menegaskan bahwa Presiden Prabowo hanya membutuhkan satu hal dari masyarakat sipil, yaitu persatuan nasional. Ia menilai bahwa saat ini, masyarakat sipil cenderung tidak kompak dan saling mencaci maki, terutama di media sosial.
“Kita perlu persatuan nasional dan sumbangsih yang bukan omon-omon,” ujar Dasco. Ia menekankan bahwa persatuan tidak berarti meniadakan kritik, tetapi membuka ruang bagi kritik yang konstruktif dan saling menghargai.
Ajakan untuk Berkontribusi Secara Nyata
Dasco mengajak masyarakat sipil untuk memperkuat persatuan nasional agar pemerintahan Prabowo Subianto dapat mewujudkan janji-janjinya. Ia menegaskan bahwa waktu yang diberikan kepada presiden untuk mewujudkan program-program kesejahteraan sangat terbatas, sehingga dukungan dari masyarakat sangat penting.
“Berapa lama kawan-kawan masyarakat sipil memberikan persatuan nasional kepada Prabowo agar dia punya waktu untuk bisa mewujudkan janji-janjinya buat kesejahteraan rakyat?” tanya Dasco.
Dengan persatuan nasional yang kokoh, program kesejahteraan Presiden Prabowo dapat terwujud dan seluruh rakyat Indonesia dapat merasakan manfaatnya secara adil dan merata.






