Bupati Sikka Apresiasi Pembentukan Holding Company oleh KSP Kopdit Pintu Air
Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, menyampaikan apresiasi terhadap pembentukan holding company yang digagas oleh KSP Kopdit Pintu Air. Menurutnya, gagasan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pengembangan sektor riil dan meningkatkan kemandirian ekonomi anggota koperasi. Selain itu, konsep ini juga dianggap sebagai terobosan besar yang akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Sikka saat menghadiri acara pembukaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-30 Tahun Buku 2025 KSP Kopdit Pintu Air di Kantor Pusat KSP Kopdit Pintu Air Rotat Indonesia, Kamis, 5 Maret 2026. Ia menilai bahwa kiprah, peran, dan amanah yang sudah dilakukan Pintu Air luar biasa dalam mengembangkan perekonomian, baik di Kabupaten Sikka maupun secara nasional.
Gagasan Holding Company Dinilai Sebagai Terobosan Besar
Bupati Sikka menjelaskan bahwa rencana pembentukan holding company oleh KSP Kopdit Pintu Air merupakan langkah strategis yang dapat memperluas ruang gerak koperasi dalam mengembangkan berbagai sektor usaha. Menurutnya, konsep ini memungkinkan terbentuknya koperasi sekunder yang menaungi berbagai unit usaha di bawah satu sistem manajemen yang terpadu.
“Yang saya anggap sebagai suatu loncatan yang luar biasa adalah gagasan untuk membentuk yang namanya holding company. Jadi ada koperasi sekunder yang mau dibangun, dia sebagai koperasi yang nanti di dalam sebuah unit usaha, baik sektoril atau koperasi kredit, ada di dalam holding company Pintu Air. Ini sesuatu yang menurut kami sangat luar biasa, terobosan yang hebat,” ujarnya.
Bupati berharap, konsep ini dapat membuka peluang baru dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal, terutama di sektor-sektor produktif yang selama ini belum digarap secara maksimal. Ia mencontohkan beberapa sektor yang memiliki potensi besar di Kabupaten Sikka, seperti perkebunan, kelautan, dan perikanan.
“Kami berharap dengan adanya holding company ini berarti nantinya Pintu Air mempunyai potensi lagi untuk bisa mendorong sektor-sektor riil yang ada potensi di Sikka ini, yang kemudian bisa diangkat. Mungkin selama ini dengan garamnya dan lain sebagainya, tapi ada potensi-potensi di perkebunan, kelautan, perikanan yang sebenarnya bisa didorong, dan nanti semuanya ada dalam holding company Koperasi Pintu Air,” katanya.
Pentingnya Sinergi antara Pemerintah dan Koperasi
Bupati juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan koperasi dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah. Menurut dia, peran sektor swasta, termasuk koperasi, menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah, terutama ketika dukungan transfer dana dari pemerintah pusat mengalami penurunan.
“Pertumbuhan ekonomi kita di sini, kita tidak bisa pungkiri bahwa mungkin secara pemerintah, transfer daerah katakan menurun, tetapi perputaran ekonomi dari sektor swasta yang salah satu pelecutnya dari koperasi. Itu tidak bisa pungkiri, sehingga pertumbuhan ekonomi kita di Kabupaten Sikka bisa terus membaik,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas perjalanan panjang koperasi tersebut yang dinilai berhasil memberikan kontribusi nyata bagi penguatan ekonomi masyarakat.
“Selamat atas penyelenggaraan RAT ke-30 dan tahun ini Pintu Air akan merayakan ulang tahun ke-31. (Semoga) sinergitas antara kami dan seluruh koperasi, khususnya Pintu Air ke depan kita mau terus berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Jumlah Anggota Tembus 422 Ribu Orang
Ketua Pengurus KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, dalam sambutannya memaparkan perkembangan signifikan yang dicapai koperasi tersebut hingga akhir tahun buku 2025. Ia menyebutkan, hingga Desember 2025 jumlah anggota KSP Kopdit Pintu Air telah mencapai 422.089 orang yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.
Menurutnya, pertumbuhan tersebut tidak terlepas dari komitmen koperasi untuk membangun kemandirian ekonomi berbasis solidaritas antaranggota.
“Dari awal yang sederhana, kita terus berkembang pesat. Kekuatan kita terletak pada anggota, dan fondasi kita adalah kepercayaan,” ujar Yakobus Jano.
Selain pertumbuhan anggota, kinerja keuangan koperasi juga menunjukkan perkembangan yang signifikan. Saat ini, KSP Kopdit Pintu Air mengelola total aset sebesar Rp2,6 triliun. Pengelolaan aset tersebut didukung oleh jaringan pelayanan yang cukup luas, terdiri dari 59 kantor cabang, 19 kantor cabang pembantu, serta 47 titik pelayanan yang tersebar di berbagai daerah.
Menurut Yakobus Jano, perluasan jaringan layanan tersebut merupakan wujud nyata dari semangat solidaritas yang menjadi dasar gerakan koperasi Pintu Air.
“Ekspansi ini membuktikan bahwa motto Kau Susah Aku Bantu, Aku Susah Kau Bantu bukan sekadar slogan, melainkan napas gerakan ekonomi yang nyata di tengah dinamika ekonomi nasional,” jelasnya.
Komitmen pada Tata Kelola dan Regulasi
Dalam menjalankan usaha simpan pinjam, KSP Kopdit Pintu Air juga menegaskan komitmennya untuk mematuhi regulasi yang berlaku. Yakobus Jano menyampaikan, koperasi berpedoman pada Peraturan Menteri Koperasi Nomor 8 Tahun 2023 serta Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).
Kepatuhan terhadap regulasi tersebut, lanjutnya, dilakukan untuk memastikan tata kelola koperasi berjalan secara profesional dan transparan.







