Doa Ramadhan Hari ke-19 dan ke-20
Pada hari ini, Senin (9/3/2026), umat Islam yang mulai berpuasa pada Kamis (19/2/2026) sedang menjalani puasa di hari ke-19 bulan Ramadhan. Sementara itu, bagi umat Islam yang memulai puasa pada Rabu (18/2/2026), hari ini adalah hari ke-20 puasa mereka. Bulan Ramadhan 2026 sudah memasuki fase akhirnya, yaitu sepuluh hari terakhir yang penuh makna dan kesempatan untuk meningkatkan ibadah.
Sepuluh hari terakhir Ramadhan menjadi momen istimewa karena salah satunya adalah malam Lailatul Qadar. Malam ini merupakan malam yang sangat mulia, bahkan lebih baik dari seribu bulan. Oleh karena itu, banyak amalan yang bisa dilakukan selama sepuluh hari terakhir ini, seperti shalat sunnah, tadarus Al-Quran, zikir, serta sedekah.
Doa Ramadhan Hari ke-19
Berikut bacaan doa Ramadhan hari ke-19:
اَللَّهُمَّ وَفِّرْ فِيْهِ حَظِّيْ مِنْ بَرَكَاتِهِ وَ سَهِّلْ سَبِيْلِيْ إِلَى خَيْرَاتِهِ وَ لاَ تَحْرِمْنِيْ قَبُوْلَ حَسَنَاتِهِ يَا هَادِيًا إِلَى الْحَقِّ الْمُبِيْنِ
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah aku di bulan ini lebih bisa menikmati berkat-berkat-Mu dan mudahkanlah jalan-ku untuk mendapat kebaikan-kebaikannya. Jangan Engkau haramkan aku untuk menerima kebaikan-kebaikannya. Wahai Pemberi Petunjuk kepada jalan yang terang.”
Doa ini bisa dibaca sebagai bentuk permohonan agar segala kebaikan dan berkah dari bulan Ramadhan dapat dirasakan secara penuh.
Doa Ramadhan Hari ke-20
Bacaan doa Ramadhan hari ke-20 adalah:
اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ فِيْهِ أَبْوَابَ الْجِنَانِ وَ أَغْلِقْ عَنِّيْ فِيْهِ أَبْوَابَ النِّيْرَانِ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِتِلاَوَةِ الْقُرْآنِ يَا مُنْزِلَ السَّكِيْنَةِ فِيْ قُلُوْبِ الْمُؤْمِنِيْنَ
Artinya: “Ya Allah, bukakanlah bagiku di bulan ini pintu-pintu menuju surga dan tutupkan bagiku pintu-pintu neraka. Berikanlah kemampuan padaku untuk menelaah Alquran di bulan ini. Wahai yang menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin.”
Doa ini mengandung harapan agar kita diberi kesempatan untuk masuk surga dan dijauhkan dari api neraka, serta diberi kelancaran dalam membaca Al-Quran.
Amalan di 10 Hari Terakhir Ramadhan
Penceramah Buya Yahya menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW memberikan contoh amalan yang bisa dilakukan selama sepuluh hari terakhir Ramadhan. Salah satu amalan utama adalah i’tikaf, yaitu berdiam diri di masjid untuk beribadah. Nabi SAW juga membangunkan keluarganya untuk ikut beribadah di malam-malam tersebut.
Beberapa amalan yang disarankan antara lain:
- Shalat sunnah siang dan malam
- Tadarus Al-Quran
- Zikir dan doa
- Sedekah
- I’tikaf di masjid
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Malam Lailatul Qadar juga menjadi momen penting yang tidak boleh dilewatkan. Meskipun waktu pastinya tidak diketahui, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah di sepuluh hari terakhir Ramadhan.
Niat I’tikaf di Masjid
Bagi yang ingin melakukan i’tikaf, berikut niat yang bisa dibaca:
نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ مَا دُمْتُ فِيهِ
Artinya: “Saya berniat itikaf di masjid ini selama saya berada di dalamnya.”
Atau:
نَوَيْتُ الاِعْتِكَافَ فِي هذَا المَسْجِدِ لِلّهِ تَعَالى
Artinya: “Saya berniat i’tikaf di masjid ini karena Allah SWT.”
I’tikaf adalah amalan yang dianjurkan dan memiliki pahala besar jika dilakukan dengan niat yang benar.
Keistimewaan Malam Lailatul Qadar
Malam Lailatul Qadar adalah malam yang sangat mulia, bahkan lebih baik dari seribu bulan. Dalam hadis, Aisyah RA bertanya kepada Nabi SAW tentang doa yang bisa dibaca saat bertemu dengan malam tersebut. Nabi SAW menjawab dengan doa:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan Engkau menyukai maaf, maka maafkan aku.”
Doa ini sangat dianjurkan dibaca selama sepuluh hari terakhir Ramadhan, terutama di malam Lailatul Qadar.






