Momen Berharga Lailatul Qadar dalam Bulan Ramadan
Ramadan telah memasuki separuh dari 30 hari yang berjalan, dan hingga hari ini, tersisa 12 malam terakhir. Ini bukan hanya menjadi alarm bagi kita umat muslim, tetapi juga menjadi evaluasi sejauh mana ibadah dan ketaatan dipertahankan.
Selain berpuasa, para muslim diwajibkan untuk terus memperbaharui keimanannya di bulan sebagai nilai tambah pahala. Salah satu amalan penambah iman di bulan ini adalah mendengar kultum dari penceramah. Kultum sendiri merupakan akronim dari kuliah tujuh menit yang berisi pesan atau nasihat kebaikan kepada sesama muslim di depan umum.
Kultum biasanya disampaikan oleh pendakwah, ustaz, tokoh atau para bapak yang memiliki tanggung jawab untuk mengisi sesi tersebut. Di bulan Ramadhan, kultum biasanya mudah ditemui dan disampaikan sebelum buka puasa, sebelum salat tarawih atau sesudah subuh. Selama bulan Ramadhan kita akan sering bertemu dengan sesi kultum di berbagai ranah, seperti masjid, mushola, suro, bahkan disiarkan sebagai tayangan TV, YouTube, dan lain-lain.
Untuk menghidupkan malam awal Ramadhan dengan semangat beribadah, berikut ini adalah naskah kultum atau ceramah salat Tarawih Ramadhan 2025, dengan tema yang mengarah pada momen berharga Lailatul Qadar.
Ikhtiar Mendapatkan Lailatul Qadar
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum wr. wb.
Segala puji bagi Allah Swt., Tuhan semesta alam, yang telah menghadirkan bulan Ramadan. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad saw., junjungan mulia yang menjadi teladan sepanjang hayatnya.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Di setiap Ramadan terdapat Lailatulqadar, dan Lailatulqadar adalah malam penuh kemuliaan. Dari Aisyah r.a. Rasulullah saw. bersabda dalam HR. Al-Bukhari (2017):
“Carilah Lailatulqadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan.” (HR. Al-Bukhari No. 2017)
Mengingat betapa besarnya keutamaan malam ini, kita harus bersungguh-sungguh dalam mencarinya. Adapun langkah-langkah atau ikhtiar untuk mendapatkannya bisa dilakukan berdasarkan sabda Rasulullah dan dalil para ulama, di antaranya:
- Melakukan Iktikaf
Dalam HR. Al-Bukhari (2025), Abdullah bin Umar r.a. berkata mengenai sabda nabi:
“Rasulullah saw. biasa beriktikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.” (HR. Al-Bukhari No. 2025)
Iktikaf adalah berdiam diri di masjid untuk beribadah. Ini adalah salah satu amalan yang sangat dianjurkan agar kita bisa mendapatkan Lailatulqadar.
- Memperbanyak Salat Malam
Sebagaimana anjuran Rasulullah saw. dalam HR. Al-Bukhari:
“Barang siapa beribadah pada malam Lailatulqadar karena iman dan mengharapkan pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lampau.” (HR. Al-Bukhari)
Sebaik-baiknya ibadah adalah salat. Artinya, salat malam adalah amalan utama dalam menghidupkan malam ini. Semakin banyak kita mengerjakannya, semakin besar peluang mendapatkan Lailatulqadar.
- Memperbanyak Doa
Aisyah r.a. pernah bertanya kepada Rasulullah saw.,
“Wahai Rasulullah, jika aku bertemu Lailatulqadar, doa apa yang harus aku baca?” Rasulullah saw. menjawab dalam HR. Ibnu Majah (3850):
“Ya Allah, Engkau Maha Pengampun, mencintai ampunan, maka ampunilah aku.”
Doa ini mencakup permohonan ampunan serta kebaikan di dunia dan akhirat. Karena itu, kita dianjurkan untuk memperbanyaknya, terutama di malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadan.
- Membaca Al-Quran dan Berzikir
Sebelum mendapatkan berkah bulan mulia, kita harus terlebih dahulu mendapatkan cinta-Nya, dan amalan yang dicintai Allah adalah membaca Al-Quran serta berzikir. Berikut adalah beberapa dalilnya:
“Barang siapa membaca satu huruf dari kitab Allah, maka dia mendapatkan satu kebaikan dengannya. Dan satu kebaikan itu (dibalas) sepuluh kali lipatnya.” (HR. Tirmidzi No. 2910)
“Zikir yang paling utama adalah Laa Ilaaha Illalllah, dan doa yang paling utama adalah Alhamdulillah.” (HR. Al-Hakim)
- Bersedekah dengan Ikhlas
Rasulullah saw. bersabda dalam HR. Tirmidzi:
“Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi, disahihkan Al Albani dalam Sahih At Tirmidzi, 614)
Karena kemuliaan ini, kita dianjurkan untuk memperbanyak sedekah di bulan mulia, utamanya di malam-malam terakhir Ramadan. Dengan begitu, nilai pahala semakin besar, pun kemungkinan mendapat Lailatulqadar semakin dekat.
Jamaah yang dirahmati Allah Swt.,
Lailatulqadar adalah malam yang sangat berharga. Di bulan Ramadan 1446 H ini, jangan sampai kita melewatkannya dengan sia-sia, karena belum tentu kita bisa bertemu dengan Ramadan lainnya. Semoga Allah memberi kita kesempatan untuk mendapatkannya.
Wassalamu’alaikum wr. wb.






