Aksi Heroik Ibu-ibu di Pasar Wonorejo
Seorang ibu-ibu teriak histeris ketika melihat seseorang mencuri motornya. Teriakan itu memicu reaksi cepat dari warga sekitar, yang langsung mengejar pelaku dan berhasil mengamankannya. Kejadian ini berlangsung di Pasar Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Peristiwa Pencurian Motor
Peristiwa bermula sekitar pukul 05.30 WIB, saat pasar sedang ramai aktivitas jual beli. Uliyatul Mustarsida, seorang pedagang telur asal Desa Sambisirah, Kecamatan Wonorejo, memarkirkan motor Beat miliknya tidak jauh dari tempat ia berjualan. Saat itu, HS (45), seorang pria asal Kecamatan Grati, mencoba melakukan pencurian.
Namun, HS tidak menyangka bahwa korban sangat hati-hati. Ketika mencoba menyalakan dan membawa kabur motor bernopol N 4138 TDH, Uliyatul melihat gerak-gerik mencurigakan. Tanpa rasa takut, ia langsung berteriak sekencang mungkin untuk meminta bantuan.
Teriakan Uliyatul membuat warga sekitar tergerak. Mereka langsung menutup lorong di pasar dan menghadang pelaku sebelum sempat melarikan diri lebih jauh. HS yang sudah terkepung tidak dapat berkutik, emosi para pengunjung pun tak bisa dibendung. Pelaku menjadi bulan-bulanan warga.
Beruntung, pihak kepolisian dari Polsek Wonorejo tiba di lokasi sehingga bisa meredam situasi. Pelaku kini terancam dijerat dengan pasal pencurian dengan pemberatan. Sementara itu, motor milik Uliyatul berhasil diselamatkan dan dijadikan barang bukti guna melengkapi berkas pemeriksaan.
Ricuh saat Pembagian Takjil di Ponorogo
Pembagian takjil salah satu komunitas yang digelar di Jalan Jendral Sudirman, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo berujung ricuh, Minggu (1/3/2026) sore. Pantauan Tribun Jatim Network, warga yang ingin mendapatkan takjil sudah antre sejak pukul 16.00 WIB. Bahkan mereka yang ingin mendapatkan takjil nyaris memakan separuh jalan.
Namun kesabaran mereka setipis tisu. Sekitar pukul 16.55 WIB, warga yang sudah antre meringsek ke depan. Mereka memaksa panitia untuk membuka truk box yang berisi takjil yang akan dibagikan. Panitia pun kewalahan dan membuka truk box yang berisi takjil. Namun kondisi semakin ricuh. Warga meringsek ke depan, berebut takjil yang dibagikan.
Beberapa emak-emak yang membawa anak pun tak mau kalah. Mereka bahkan ada yang tergencet karena mau merebut takjil namun tidak bisa. “Aduh tolong, tolong,” ungkap salah satu emak-emak yang ikut war takjil di lokasi.
Alasan Rebutan Takjil
Salah satu emak-emak yang ikut war takjil, Sri Wahyuni menyatakan memang niat war takjil. “Kita orang gak mampu ibaratnya ya ini rebutan takjil,” katanya. Dia kemudian memperlihatkan takjil yang didapatkan. Rupanya memang tak sekedar takjil biasa. “Dapat nasi dengan lauk ayam krispy. Alhamdulillah bisa untuk berbuka,” tegas warga Kelurahan Tambakbayan kepada Tribun Jatim Network.
Warga lain, Luis Marcelino mengatakan niat berebut takjil. Lantaran ini adalah kegiatan setahun sekali dan tidak setiap hari dilakukan. “Tidak kondusif tadi. Saya menunggu dari setengah 5 sore ndak segera dibuka. Akhirnya langsung rebutan,” papar Luis.
Kegiatan Tahunan Komunitas Paseduluran Tanpo Akhir
Panitia pembagian takjil, Hariyadi menjelaskan bahwa ini adalah kegiatan tahunan dari komunitas Paseduluran Tanpo Akhir. “Hari ini ada 1000 paket. Hari ini silaturahmi juga berbagi takjil. Kegiatan bamyak. Untuk bagi takjil sejak 2017 kami lakukan,” terang Hariyadi.
Terkait rebutan takjil, dia mengaku mungkin kondisinya berbeda ketika berbagi takjil di kecamatan kota maupun di kecamatan pinggiran. “Dulu di pinggiran seperti di Sumoroto. Biasamya hanya di traffic light. Ketika lampu merah kami bagikan. Ini baru pertama di kota. Nanti kami perbaiki,” pungkasnya.







