Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    MotoGP Amerika: Persaingan Sengit Bezzecchi vs Marquez

    29 Maret 2026

    Kapolres Gresik Ajak Warga Takbir di Masjid, Petugas Siaga Selama Idulfitri 1447 H

    29 Maret 2026

    Nong-O vs. Asadula: 4 Kunci Kemenangan di ONE Friday Fights 147

    29 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Minggu, 29 Maret 2026
    Trending
    • MotoGP Amerika: Persaingan Sengit Bezzecchi vs Marquez
    • Kapolres Gresik Ajak Warga Takbir di Masjid, Petugas Siaga Selama Idulfitri 1447 H
    • Nong-O vs. Asadula: 4 Kunci Kemenangan di ONE Friday Fights 147
    • Psikologi: Peluang Karier, Keterampilan Penting, dan Prospek di Abad 21
    • Jusuf Kalla Telepon Mentan Amran, Aksa Mahmud: Guru Saya
    • inDrive tingkatkan solidaritas pengemudi Medan Surabaya dengan bantuan Polda Sumut
    • Tabungan kembali pulih: Strategi kelola gaji pasca-lebaran
    • Polisi Buru 3 DPO Pembacokan Saat Malam Takbiran di Surabaya
    • Cuaca Malang-Kota Batu Hari Ini: Hujan Merata di Seluruh Kecamatan
    • Al-Ishlah Memanggil: Malam Doa yang Menyatukan Rindu Santri pada KH Ahmad Hadlor Ihsan
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Olahraga»Puasa, Pertarungan, dan Pengorbanan: Kisah Nabil Anane Bersiap Jaga Gelar Dunia di Ramadan

    Puasa, Pertarungan, dan Pengorbanan: Kisah Nabil Anane Bersiap Jaga Gelar Dunia di Ramadan

    adm_imradm_imr28 Maret 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Persiapan untuk Gelar Dunia dengan Tantangan Tambahan

    Bagi sebagian besar atlet, persiapan untuk mempertahankan gelar dunia menuntut komitmen fisik penuh. Namun bagi Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai Nabil Anane, pemusatan latihannya kali ini datang dengan tantangan disiplin tambahan. Petarung berusia 21 tahun itu akan mempertahankan sabuknya melawan penantang yang sedang naik daun, Rambolek Chor Ajalaboon di Superfan Fights yang berlangsung di Lumpinee Stadium, Bangkok, pada 20 Maret.

    Menariknya, ia menjalani persiapan tersebut sambil menjalankan ibadah Ramadan – bulan suci di mana umat Muslim berpuasa dari matahari terbit hingga terbenam. Alih-alih menjadi hambatan, momen ini justru menambah dimensi baru dalam persiapannya.

    Anane mengatakan:
    “Kalau saya ingin bertarung, saya akan bertarung. Kalau tidak, saya tidak akan bertarung, dan ini bukan kewajiban. Karena sudah hampir satu tahun saya tidak bertanding Muay Thai, saya memang ingin kembali sekarang.”

    Laga ini datang di saat Anane memang ingin kembali fokus ke Muay Thai. Sepanjang 2025, ia tampil empat kali di berbagai disiplin striking, dengan dua penampilan terakhirnya terjadi di kickboxing. Namun setelah berbulan-bulan bertarung di aturan tersebut, petarung dengan tinggi 193 cm itu rindu kembali ke olahraga yang membesarkan namanya di ONE Championship.

    Menyesuaikan Latihan dengan Puasa

    Berlatih selama Ramadan tentu membutuhkan penyesuaian, terutama dalam menyeimbangkan puasa dengan intensitas latihan. Di Team Mehdi Zatout di Pattaya, Thailand, Anane memindahkan sebagian besar sesi latihannya ke malam hari. Pola ini memungkinkannya tetap menjaga intensitas tanpa mengganggu jadwal puasa.

    Ia menjelaskan:
    “Kami latihan sore sebelum Maghrib. Lalu setelah berbuka, kami istirahat sebentar dan latihan lagi sekitar jam 11 malam atau tengah malam sampai jam 2 pagi.
    “Pas waktunya berbuka, saya hanya minum air dan makan kurma, lalu lanjut latihan.”

    Anane sendiri sudah membuktikan bahwa ia mampu menyeimbangkan Ramadan dengan performa elite. Saat menghadapi legenda pound-for-pound “The Kicking Machine” Superlek di ONE 172 pada Maret 2025, ia juga menjalani pemusatan latihan di bulan puasa. Meski dalam kondisi tersebut, ia justru meraih kemenangan terbesar dalam kariernya, mencetak knockdown di ronde pertama sebelum menang mutlak.

    Kini, ia ingin mengulang formula tersebut dalam pertahanan gelar perdananya. Dalam praktiknya, momen berbuka puasa kadang terjadi di tengah sesi latihan, sementara waktu pemulihan bergeser ke siang hari setelah latihan malam selesai.

    Anane menambahkan:
    “Saya juga mengubah jadwal tidur. Setelah makan terakhir, saya tidur dan bangun lebih siang. Rasanya seperti hari biasa. Sekarang sudah terbiasa karena saya sudah beradaptasi.
    “Semuanya soal makan dan latihan secara konsisten. Kalau makan terlalu sedikit, kita tidak punya tenaga untuk latihan.”

    Sisi Sunyi Di Balik Latihan Seorang Juara Dunia

    Meski penyesuaian fisik menjadi tantangan tersendiri, Anane mengakui bahwa sisi mental dari pemusatan latihan tak kalah berat. Menjadi petarung profesional menuntut pengorbanan besar di luar ring. Kamp latihan panjang, rutinitas ketat, dan fokus tanpa henti sering kali membuat kehidupan terasa terisolasi.

    Ia berkata:
    “Dalam pekerjaan seperti ini, kita harus berkorban. Kita tidak bisa hidup seperti orang lain. Kadang terasa kesepian. Saya merasakannya sekarang.”

    Selama Ramadan, rasa tersebut bisa semakin terasa. Saat sesi latihan berlangsung hingga larut malam, suasana gym menjadi lebih sunyi dan sepi. Kadang, hanya suara pukulan ke pad yang menggema di tengah malam kota Pattaya. Dan hal itu, sangat terasa dalam masa kepelatihan kali ini.

    Di Team Mehdi Zatout, Anane sebenarnya dekat dengan beberapa rekan setimnya, termasuk Sinsamut “Aquaman” Klinmee dan PTT Apichart Farm, yang juga akan tampil di ONE Friday Fights 147. Di luar gym, mereka biasa menghabiskan waktu bersama, membuat konten, atau bersantai. Namun karena jadwal Ramadan yang berbeda, banyak dari mereka sudah selesai latihan saat Anane baru memulai sesi malamnya.

    Sang raja bantamweight menyatakan:
    “Orang-orang yang dekat dengan saya tidak latihan bareng saya. Mereka sudah selesai lebih dulu. Di kamp ini, saya merasa sangat sendirian.”

    Namun bagi petarung elite yang mengejar puncak, kesendirian memang menjadi bagian dari proses. Jam latihan panjang, suasana sunyi, dan pengorbanan dari kehidupan normal adalah harga yang harus dibayar untuk mencapai kejayaan. Bagi Anane, itu adalah realita yang sudah ia terima:

    “Kalau ingin mengerti, kamu harus menjalaninya sendiri. Tidak bisa dijelaskan. Ini tidak seperti pekerjaan biasa. Ini sulit. Sangat sulit.”

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    MotoGP Amerika: Persaingan Sengit Bezzecchi vs Marquez

    By adm_imr29 Maret 20262 Views

    Nong-O vs. Asadula: 4 Kunci Kemenangan di ONE Friday Fights 147

    By adm_imr29 Maret 20261 Views

    Jadwal dan H2H Arema FC vs Malut United, Siapa Pemenang di Super League?

    By adm_imr29 Maret 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    MotoGP Amerika: Persaingan Sengit Bezzecchi vs Marquez

    29 Maret 2026

    Kapolres Gresik Ajak Warga Takbir di Masjid, Petugas Siaga Selama Idulfitri 1447 H

    29 Maret 2026

    Nong-O vs. Asadula: 4 Kunci Kemenangan di ONE Friday Fights 147

    29 Maret 2026

    Psikologi: Peluang Karier, Keterampilan Penting, dan Prospek di Abad 21

    29 Maret 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    6 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?