Kompetisi Super League 2025/2026 Berakhir, Persib Bandung Juara Ketiga Beruntun
Kompetisi Super League 2025/2026 resmi berakhir setelah seluruh pertandingan pekan ke-34 selesai digelar pada Sabtu (23/5/2026). Dalam kompetisi ini, Persib Bandung berhasil mengunci gelar juara ketiga secara beruntun. Selain itu, ada beberapa penghargaan individu yang diberikan kepada pemain dan pelatih terbaik sepanjang musim.
Persib Bandung finis di puncak klasemen dengan koleksi 79 poin dari 34 pertandingan. Raihan tersebut didapat setelah bermain imbang tanpa gol melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Sementara itu, Borneo FC Samarinda juga mengoleksi poin yang identik dengan Persib Bandung. Namun, Pesut Etam harus puas menjadi runner-up karena kalah head to head dalam perebutan gelar juara musim ini.
Penghargaan Pemain Terbaik untuk Mariano Peralta
Penghargaan pemain terbaik atau Best Player jatuh kepada gelandang serang Borneo FC Samarinda, Mariano Peralta. Pemain asal Argentina itu tampil luar biasa sepanjang musim dan menjadi motor serangan utama Pesut Etam. Mariano Peralta mencatat 34 penampilan penuh musim ini dengan torehan 20 gol dan 14 assists. Statistik tersebut membuat kontribusinya menjadi salah satu yang paling komplet di kompetisi kasta tertinggi Indonesia musim ini.
Dominasi Borneo FC Samarinda juga terlihat dari penghargaan kiper terbaik yang diraih Nadeo Argawinata. Penjaga gawang Timnas Indonesia itu tampil konsisten dan sulit tergantikan sepanjang musim. Nadeo mencatat 34 penampilan dengan total 130 penyelamatan penting. Selain itu, kiper berusia 29 tahun tersebut sukses membukukan 12 clean sheets untuk membantu Pesut Etam bersaing di jalur juara hingga pekan terakhir.
Dony Tri dan Bojan Hodak Ikut Bersinar
Untuk kategori pemain muda terbaik atau Best Young Player, penghargaan diberikan kepada pemain Persija Jakarta, Dony Tri Pamungkas. Pemain berusia 21 tahun itu tampil matang bersama Macan Kemayoran musim ini. Dony Tri dipercaya tampil dalam 26 pertandingan dan menyumbang satu gol untuk Persija Jakarta. Konsistensinya di usia muda membuatnya menjadi salah satu talenta paling menonjol di Super League 2025/2026.
Sementara itu, penghargaan pelatih terbaik atau Best Coach menjadi milik pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak. Juru taktik asal Kroasia itu kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu pelatih elite di Indonesia. Bojan Hodak sukses membawa Persib Bandung meraih gelar juara dengan catatan hanya tiga kekalahan dari total 34 pertandingan. Stabilitas permainan Maung Bandung menjadi pembeda utama sepanjang musim ini.
Muhammad Iqbal Raih Penghargaan Gol Terbaik
Sorotan menarik datang dari kategori Best Goal yang berhasil dimenangkan oleh pemain PSIM Yogyakarta, Muhammad Iqbal. Gol salto spektakulernya saat menghadapi Madura United FC terpilih sebagai gol terbaik musim ini. Gol indah tersebut tercipta pada pekan ke-33 ketika PSIM Yogyakarta menang 2-1 atas Madura United FC. Aksi akrobatik Muhammad Iqbal langsung viral dan menuai pujian luas dari pecinta sepak bola nasional.
Muhammad Iqbal sendiri bukan nama asing bagi Bonek dan Bonita. Pemain berusia 25 tahun itu pernah menjadi salah satu wonderkid yang dimiliki Persebaya Surabaya pada era kepelatihan Aji Santoso. Iqbal tercatat membela Persebaya Surabaya sejak musim 2022/2023 hingga 2024/2025. Meski kini tak lagi berseragam Green Force, pencapaiannya meraih gol terbaik menjadi kebanggaan tersendiri bagi pendukung Persebaya Surabaya.
David da Silva Sabet Top Scorer Super League
Untuk kategori pencetak gol terbanyak atau Top Scorer, penghargaan diraih striker Malut United FC, David da Silva. Penyerang asal Brasil itu kembali menunjukkan ketajamannya di depan gawang lawan. David da Silva berhasil menorehkan 23 gol sepanjang musim 2025/2026. Tidak hanya tajam, mantan striker Persib Bandung itu juga mencatat lima assists untuk membantu performa Malut United FC.
Sementara itu, penghargaan Fair Play diberikan kepada Borneo FC Samarinda. Pesut Etam dinilai menjadi tim dengan respek, disiplin, dan sportivitas terbaik sepanjang kompetisi berlangsung. Keberhasilan Borneo FC Samarinda menyapu banyak penghargaan membuktikan kualitas mereka musim ini. Meski gagal menjadi juara karena kalah head to head, Pesut Etam tetap tampil sebagai salah satu tim paling konsisten di Super League 2025/2026.
Musim ini juga menjadi salah satu kompetisi paling ketat dalam beberapa tahun terakhir. Persaingan papan atas berlangsung sengit hingga pekan terakhir dengan selisih poin yang sangat tipis.






