Marcos Santos Tetap Bertahan di Arema FC Meski Dapat Tawaran dari Brasil
Marcos Santos, pelatih Arema FC, mengungkapkan bahwa meskipun menerima tawaran dari klub asal tanah kelahirannya, ia memilih untuk tetap bertahan di Malang. Keputusan ini didasarkan pada rasa hormat terhadap Aremania dan komitmen profesionalnya terhadap tim.
Saat ini, Arema FC masih berada di urutan ke-11 klasemen dengan 31 poin dari 25 pertandingan yang telah dijalani. Dengan sisa sembilan laga, tantangan besar menanti di depan mata, terutama dalam laga melawan Malut United pada Jumat, 3 April 2026. Sayangnya, Singo Edan akan tampil pincang karena kehilangan lima legiun asing akibat kartu merah di laga sebelumnya.
Alasan Marcos Santos Menolak Tawaran Klub Brasil
Salah satu alasan Marcos Santos tidak ingin meninggalkan Arema FC adalah tekadnya untuk membawa tim lebih baik lagi dalam sembilan laga sisa. Komitmennya selaras dengan makna dari lagu Aremania yang berjudul “Janji Sumpah Setia”.
“Memang saya mendapatkan tawaran dari klub Brasil, tapi saya tidak ingin pergi,” ujarnya kepada Infomalangraya.com, Selasa (24/3/2026). “Saya ingin menyelesaikan pekerjaan saya di sini untuk menghormati tim Arema, pemain, dan Aremania. Saya percaya, kami akan lebih baik lagi di sisa pertandingan kompetisi.”
Misi Tembus 5 Besar Klasemen
Hingga pekan ke-25 musim ini, Marcos Santos telah membawa Arema FC memainkan 25 pertandingan dengan catatan 8 kemenangan, 7 seri, dan 10 kekalahan (persentase kemenangan 33,3 persen). Arema FC kini berada di urutan 11 klasemen sementara dengan raihan 31 poin.
Dengan sisa sembilan pertandingan, Marcos akan mencoba membawa tim memperbaiki peringkat menuju papan atas. Sejak awal musim, manajemen Arema FC menargetkan finish di posisi lima besar agar tim kembali ke habitat asalnya di papan atas. Proses tersebut telah diawali dengan mendatangkan pemain berkualitas, seperti tiga pemain dari Persija Jakarta serta Joel Vinicius dari Borneo FC pada paruh musim.
“Jadi di sembilan pertandingan sisa ini harus bisa kami maksimalkan dengan baik. Kami harus fokus membawa Arema FC lebih baik lagi kembali ke atas, dan harus berjuang semaksimal mungkin,” ujarnya Marcos Santos.
Tanpa 5 Legiun Asing Lawan Malut United
Meskipun penampilan Singo Edan belum konsisten, Marcos Santos percaya dengan kemampuan anak asuhnya dan akan membangun tim agar lebih solid. Fokus utamanya tertuju pada pertandingan menghadapi Malut United pada Jumat, 3 April 2026 mendatang. Bermain sebagai tuan rumah, Marcos ingin mempersembahkan kemenangan untuk Arema FC dan Aremania.
Tantangan berat muncul karena ada lima legiun asing Arema FC yang harus absen akibat mendapatkan kartu merah di laga terakhir.
“Memang tim kami dirugikan oleh wasit di laga terakhir. Kondisi itu sangat menganggu kami. Tetapi, saya percaya dengan tim ini dan pemain agar bisa tampil lebih baik lagi,” tegasnya.
Kondisi Pemain Setelah Libur
Untuk menyongsong laga lawan Malut United, Dendi Santoso dan kawan-kawan kini kembali digembleng latihan setelah menjalani libur. Marcos Santos pun mengabarkan kondisi para pemainnya.
“Saya melihat kondisi pemain bagus,” ujarnya. Meskipun tidak akan diperkuat oleh sejumlah pemain inti, Marcos tetap mengapresiasi kondisi kebugaran para pemainnya. Marcos Santos melihat kondisi tersebut tidak akan mengganggu persiapan tim untuk kembali menatap kompetisi.
Pada sesi latihan kali ini, tim pelatih belum memberikan menu latihan taktik. Latihan lebih difokuskan untuk mengembalikan kondisi fisik pemain setelah libur yang cukup panjang. Marcos menegaskan, tahap awal ini penting untuk melihat kondisi kebugaran pemain sebelum masuk ke program latihan berikutnya.
“Fokus kami saat ini adalah mengembalikan lagi kebugaran pemain setelah lama libur. Baru setelah itu kami lanjutkan dengan program latihan berikutnya,” tandasnya.
Latihan yang berlangsung di lapangan Dreams Football Pitch, Pakis, Kabupaten Malang itu diikuti oleh hampir seluruh pemain Arema FC. Hanya Arkhan Fikri yang absen, dan rencananya akan kembali berlatih pada hari ini, Rabu (25/3/2026).
Performa Arema FC di liga sejauh ini dinilai belum konsisten. Sempat tampil bagus di awal putaran kedua dengan meraih tiga kemenangan beruntun, namun setelahnya justru mengalami tiga kekalahan beruntun. Kondisi itu menjadi bahan evaluasi penting bagi tim pelatih untuk mengarungi sisa laga berikutnya.







