Perjalanan yang Tidak Mudah bagi Maverick Vinales di Musim 2026
Maverick Vinales, pembalap Red Bull KTM Tech3, awalnya menunjukkan harapan positif pada musim 2026. Namun, sejumlah masalah muncul dan akhirnya memaksa dia mundur dari balapan MotoGP Amerika 2026 setelah seri ketiga. Cedera bahunya yang terus-menerus mengganggu performanya membuatnya tidak bisa melanjutkan balapan.
Vinales sempat menjalani sesi latihan bebas pertama di Circuit of The Americas (COTA), Austin, Amerika Serikat, pada Jumat (27/3/2026). Dalam latihan tersebut, ia mencatatkan waktu di posisi ke-13 setelah melahap 17 lap. Meskipun hasil ini tidak terlalu buruk, terutama jika dibandingkan dengan rekan satu timnya seperti Pedro Acosta, namun kondisi fisik Vinales tetap menjadi perhatian utama.
Dalam wawancara dengan TNT Sports, Vinales mengungkapkan bahwa sekrup yang digunakan untuk menstabilkan bahunya hampir terlepas. “Sejauh yang saya tahu, sekrupnya menyentuh sebuah jaringan yang membuat saya tidak punya tenaga,” ujarnya. Ia juga menyoroti bahwa COTA adalah sirkuit yang sangat menguras tenaga, sehingga ia memilih untuk tidak melanjutkan sesi balapan.
Masalah bahu Vinales telah dirasakan sejak tes pramusim di Buriram, Thailand, pada Februari. Namun, cedera ini baru dianggap serius setelah performanya dalam balapan GP Brasil akhir pekan lalu, di mana ia finis di posisi terbawah. Akibatnya, Vinales akan kembali ke Spanyol untuk menjalani operasi pada Selasa (31/3/2026).
“Rencananya adalah kembali dalam balapan di Jerez, tetapi saya sedikit bersikap konservatif jadi saya akan kembali setelah merasa pulih 100 persen,” ujar Vinales. Cedera ini menambah daftar masalah yang dihadapi Vinales sejak awal musim, termasuk krisis finansial yang dialami oleh KTM.
Awal tahun ini, Direktur Motorsport KTM, Pit Beirer, mengungkapkan bahwa Vinales berperan penting dalam meningkatkan moral tim. Ketika Pedro Acosta digadang-gadang akan pindah ke Ducati, Vinales disebut sebagai kandidat kuat penggantinya di tim pabrikan Mattighofen. Jorge Lorenzo, pelatih Vinales, bahkan menyatakan bahwa Vinales lebih bertalenta dan cepat daripada Acosta.
“Target saya adalah membantu Maverick menjadi pembalap KTM terbaik tahun ini,” ujar Lorenzo. Meski demikian, harapan positif itu segera menguap karena performa Vinales yang di bawah ekspektasi. Isu tentang promosi ke tim pabrikan juga belum menemui titik terang, dengan satu kursi kabarnya sudah diisi oleh Alex Marquez.
Selain itu, kerja sama antara Vinales dan Lorenzo dikabarkan mulai retak. Por Fuera, yang biasanya mendampingi Vinales, tidak terlihat lagi sejak balapan pembuka di Thailand. Vinales mengungkapkan bahwa timnya memiliki kuota terbatas untuk perjalanan ke luar Eropa yang mahal. “Sejujurnya saya tidak peduli dengan apa yang dikatakan. Saya punya masalah lebih serius untuk dihadapi,” katanya.
Saat ini, Vinales berada di peringkat 20 klasemen dengan nol poin. Ia finis ke-16 pada GP Thailand dan ke-18 pada GP Brasil. Sementara itu, Pedro Acosta berada di peringkat ke-3 dengan 42 poin. Performanya di MotoGP Amerika juga positif, dengan memimpin latihan bebas pertama dan finish keenam pada latihan. Acosta masih menjadi yang teratas di antara pembalap KTM lainnya.







