Balapan Pantai di Bangka Belitung Menarik Ribuan Penonton
Pantai Pasir Padi, Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menjadi tempat berlangsungnya gelaran Beach & Sand Race 2026 pada 28–29 Maret 2026. Suara mesin motor yang menggelegar memecah kesunyian pantai, menciptakan atmosfer penuh semangat dan antusiasme dari para penonton.
Di bawah terik matahari, ribuan penonton dari berbagai kalangan mulai anak-anak hingga lansia memadati lokasi acara. Mereka membawa perlengkapan seadanya, seperti payung untuk melindungi diri dari sinar matahari. Sementara sebagian lainnya tetap berdiri di tepi lintasan demi menyaksikan balapan dari jarak dekat.
Balapan Grasstrack ini telah menarik perhatian banyak orang sejak sebelum tengah hari. Kawasan pantai sudah dipenuhi oleh penonton yang terus berdatangan hingga sore hari. Ajang yang diselenggarakan oleh Trippinskies Group ini bahkan mengubah wajah pantai menjadi lautan manusia. Sepanjang lintasan hingga area sekitar dipadati warga yang ingin menyaksikan langsung aksi para pembalap di atas hamparan pasir.
Ketua Ikatan Motor Indonesia Provinsi Bangka Belitung, Adhy Sarphio, menyebut lonjakan jumlah penonton kali ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah balap pantai di daerah tersebut. “Biasanya kalau event seperti ini mulai ramai itu sekitar jam dua atau tiga sore. Tapi hari ini sebelum jam dua belas siang sudah penuh penonton. Ini luar biasa,” ujarnya.
Menurutnya, jumlah penonton yang hadir diperkirakan mencapai sekitar 10 ribu orang, belum termasuk kru dan mekanik dari masing-masing tim pembalap. “Kalau dilihat, kurang lebih bisa sampai 10 ribuan penonton yang hadir hari ini. Ini menunjukkan minat masyarakat terhadap balap pantai sangat tinggi,” katanya.
Suasana di lokasi pun berlangsung meriah. Penonton berjejer di sepanjang lintasan, berebut posisi terbaik untuk menyaksikan balapan. Sorak sorai pecah setiap kali motor melaju kencang, membelah hamparan pasir yang luas.
Kepadatan tidak hanya terjadi di dalam arena, tetapi juga di akses masuk menuju pantai. Arus kendaraan terus mengalir sejak pagi, sementara area parkir hingga jalan sekitar dipenuhi pengunjung yang datang bersama keluarga maupun komunitas.
Keramaian tersebut menjadikan balap pantai tidak sekadar ajang olahraga, tetapi juga hiburan massal yang menyerupai pesta rakyat di kawasan pesisir. “Antusias masyarakat ini luar biasa. Ini jadi bukti bahwa balap pantai memang sangat digemari di Bangka Belitung,” ujarnya.
Melihat tingginya animo tersebut, IMI Babel memperluas penyelenggaraan event serupa ke wilayah lain, yakni Pulau Belitung. “Kami sudah berkoordinasi dengan IMI kabupaten di Belitung. Insya Allah bulan Mei nanti akan kita gelar juga di sana,” ungkapnya.
Adhy menegaskan, kesuksesan balap pantai di Pantai Pasir Padi menjadi alasan kuat untuk menghadirkan event serupa di daerah lain. “Race pantai di Pasir Padi ini bisa dibilang satu-satunya di Bangka Belitung. Dengan suksesnya event ini, dampaknya terasa, mulai dari PAD daerah hingga UMKM yang meningkat signifikan. Antusias masyarakat juga tinggi, jadi kita akan buat event yang sama di Pulau Belitung,” jelasnya.
Menurutnya, event seperti ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang besar bagi daerah. “Di sini ada tiketing, ada pajak tontonan yang masuk ke daerah. Jadi ini sebenarnya potensi PAD yang sangat strategis kalau dikelola dengan baik,” katanya.
Ia juga menambahkan, Pulau Belitung yang dikenal sebagai destinasi wisata diharapkan mampu menarik lebih banyak pengunjung, khususnya pecinta otomotif. “Belitung itu sudah dikenal wisatawan. Harapannya, dengan event seperti ini bisa menarik lebih banyak wisatawan, terutama dari kalangan pecinta otomotif,” ujarnya.
Adhy menjelaskan, lokasi yang direncanakan di Belitung memiliki karakteristik pantai yang hampir sama dengan Pantai Pasir Padi, yakni pasir putih yang luas dan padat saat air surut. “Di Belitung ada pantai yang mirip. Pasirnya putih, keras, dan saat air surut hamparannya sangat luas. Itu sangat cocok untuk balapan pantai,” jelasnya.
Rencana ini diharapkan tidak hanya memperluas jangkauan hiburan masyarakat, tetapi juga memperkuat posisi Bangka Belitung sebagai daerah dengan potensi sport tourism berbasis pantai. “Kalau ini kita kembangkan, bukan hanya di Bangka tapi juga di Belitung, tentu akan semakin ramai dan bisa menjadi agenda rutin yang ditunggu masyarakat,” katanya.
IMI Babel pun optimistis, dengan dukungan berbagai pihak, balap pantai ke depan akan semakin berkembang dan memberikan dampak luas bagi daerah. “Melihat antusias seperti ini, kami yakin ke depan balap pantai bisa lebih besar lagi dan semakin diminati. Ini peluang yang harus kita jaga dan kembangkan bersama,” tutupnya.







